Sebar Hoaks Serang Paslon di Medsos, Oknum Pengurus LSM Dipolisikan

Kamis, 10 September 2020 - 19:34 WIB
loading...
Sebar Hoaks Serang Paslon...
Salah seorang tim hukum Muhammad Yusran Lalogau (MYL), Saldin Hidayat saat melapor di Polres Pangkep terkait hoaks yang disebar di medsos. Foto: Istimewa
A A A
PANGKEP - Akun Facebook bernama Cahaya Latif milik seorang perempuan bernama asli Azizah Latif, dilaporkan ke pihak berwajib, karena diduga menyebarkan video yang berisi serangan pribadi terhadap orang tua calon bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau (MYL).

Salah seorang tim hukum MYL , Saldin Hidayat mengatakan, postingan tersebut adalah hoaks dam hanya bertujuan menjatuhkan nama baik orangtua MYL , Syamsul Hamid. Ia mengatakan, akun tersebut menyebarkan video yang diunggah di Fanpage Pangkep Sejuk sejak Senin lalu, telah dibagikan sebanyak 47 kali.

Baca Juga: Pendamping PKH di Pangkep Diduga Intervensi Warga Dukung Kandidat Tertentu

Akun Cahaya Latif juga menulis "Kejati Sulsel segera buktikan ayah calon bupati Pangkep Yusron Lalogau terlibat KORUPSI ALKES"

“Pukul 14.00 Wita, hari ini kami membuat pengaduan, terkait UU ITE,” kata Tim Hukum MYL yakni Saldin Hidayat, Kamis (10/9/2020).

Pemilik akun Cahaya Latif yaitu Azizah Latif diketahui juga ketua LSM JKPP Pangkep diduga telah menyebarkan berita bohong ke media sosial dengan menyerang salah satu calon bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau. Pemilik akun tersebut dilaporkan atas dugaan tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik melalui media elektronik .

Saldin menambahkan, akun Cahaya Latief mendistribusikan video yang tidak tepat hingga diketahui oleh umum. Video yang berdurasi kurang lebih satu menit tersebut dibagikan pada Senin, 7 September 2020.

"Dalam video yang dibagikan akun Cahaya Latief itu, memuat narasi terkait kasus alat kesehatan, selain narasi video tersebut juga memuat gambar Muhammad Yusran Lalogau," katanya.

Ketua Tim Sukses MYL-SS Haris Gani, menjelaskan bahwa kasus Alkes sama sekali tidak ada hubungannya dengan Syamsul Hamid orang tua Muhammad Yusran Lalogau. Selain itu, kasus itu sudah selesai melalui SP3 Kejati Sulsel.

“Narasi dalam video tersebut sama sekali tidak ada hubungannya. Ada SP3 nya. Dan semua dalam berkas perkara tak ada satupun nama H Syamsul A Hamid," katanya.

Haris menduga, postingan tersebut sengaja disebarkan untuk menyerang MYL sebagai calon bupati Pangkep.

Akun Cahaya Latif telah menghapus dan membuat klarifikasi dan permintaan maafnya atas tindakannya tersebut di media sosial. Dia pun telah menghapus postingan tersebut seraya menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua MYL, MYL dan juga tim pemenangan MYL atas kekhilafannya tersebut.

Baca Juga: Daftar Jadi Calon Bupati, Yusran Ingin Jadikan Pangkep Hebat di Semua Bidang

Meski begitu, tim pemenangan MYL tetap akan melanjutkan kasus tersebut ke proses hukum hingga tuntas sebagai bahan pembelajaran untuk masyarakat agar berhati-hati dalam berkomentar apalagi menyebarkan berita Hoaks yang terkesan untuk menjatuhkan calon.

"Kita tetap akan proses. Ini sebagai langkah agar masyarakat beretika dalam bersosial media. Jangan sampai membuat kabar palsu. Apalagi di momen pilkada saat ini, black campaign sangat besar untuk menjatuhkan salah satu calon," kata Haris yang juga merupakan ketua fraksi DPRD Pangkep tersebut.
(agn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Wonosobo, Jawa...
Dari Wonosobo, Jawa Tengah Nyatakan Perang Melawan Hoaks
BMKG Tegaskan Kabar...
BMKG Tegaskan Kabar Prediksi Gempa Megathrust Besar Tahun 2026 Hoaks
Viral Tambang Meledak...
Viral Tambang Meledak di Bogor, PT Antam: Dokumentasi Penanganan Kondisi Teknis
Ada Badai Ekstrem saat...
Ada Badai Ekstrem saat Malam Tahun Baru? BMKG: Hoaks
Sahabat Polisi Bakal...
Sahabat Polisi Bakal Laporkan Pemilik Akun Pembuat Hoaks Penggelapan Barang Bukti di Polres Tangsel
Pemprov Kaltim: Isu...
Pemprov Kaltim: Isu Beasiswa Gratispol Jadi Rp5 Juta Hoaks
Keluarga Bantah Kabar...
Keluarga Bantah Kabar Haji Bolot Meninggal Dunia, Cucu: Hoaks!
Pemerintah Perlu Menetralisir...
Pemerintah Perlu Menetralisir Narasi Negatif di Media Sosial
Hadapi Dampak Negatif...
Hadapi Dampak Negatif Digitalisasi, Perlu Literasi dan Aturan yang Relevan
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
JSD Blok M Festival...
JSD Blok M Festival 2026 Bakal Ramaikan Jakarta dengan Fashion, Musik, dan Komunitas Kreatif
PP Himmah: Waspada Aksi...
PP Himmah: Waspada Aksi Reformasi Jilid II Dimanfaatkan Hambat Program Pemerintah
Berita Terkini
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Gempa Magnitudo 5,1...
Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Bitung Sulawesi Utara, Dirasakan di Manado dan Ternate
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Kemendagri Percepat...
Kemendagri Percepat Penegasan Batas Desa di Tiga Kabupaten di Sultra
Muscab PPP se-Papua...
Muscab PPP se-Papua Tengah, Mardiono Dorong Kolaborasi dengan Pemda untuk Sejahterakan Rakyat
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved