Ini Kata Risma Pada Distributor Biar Surabaya Tak Resesi
Kamis, 10 September 2020 - 16:55 WIB
loading...
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto/SINDOnews/Dok)
A
A
A
SURABAYA - Dampak pandemi COVID-19 di Surabaya begitu terasa di sektor ekonomi. Tanpa adanya solusi di sektor ekonomi , maka bisa dipastikan kondisi perekonomian dapat mengalami resesi .
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, pihaknya terus menyiapkan strategi agar kondisi ekonomi di Kota Pahlawan tetap stabil supaya terhindar dari resesi. Sehingga, protokol kesehatan di semua sektor wajib dijalankan agar ekonomi Surabaya tidak sampai turun.
"Dari data (ekonomi) kita masih positif. Karena itu saya tidak mau trend kita turun. Makanya ini harus kita jaga, protokol kesehatan wajib tapi kita tidak boleh ekonomi menjadi turun karena itu akan dampaknya jauh lebih berat," kata Risma saat menggelar video teleconference (vidcon) bersama para distributor di Balai Kota Surabaya, Kamis (10/9/2020). (BACA JUGA: Ayah Tega Merudapaksa Anak Gadisnya, Abang Kandung Tak Kalah Bejadnya)
Ia menuturkan, pihaknya tak hanya fokus menangani sektor kesehatan dalam mengatasi krisis selama pandemi. Namun, sektor ekonomi juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah. "Karena itu saya berharap para distributor tolong kami dibantu untuk tetap supaya ekonomi kita jalan. Minimal itu terkait kebutuhan pangan," ucapnya.
Jika tren perekonomian di Surabaya cenderung menurun, maka pemkot harus menyiapkan warga agar bisa survive menghadapi hal tersebut. Sebab, dampak yang ditimbulkan adanya resesi itu sangatlah besar. Di antaranya PHK perusahaan, pemberhentian ekspor, minimnya daya beli masyarakat, hingga terjadinya tindakan kriminalitas.
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menuturkan, pihaknya terus menyiapkan strategi agar kondisi ekonomi di Kota Pahlawan tetap stabil supaya terhindar dari resesi. Sehingga, protokol kesehatan di semua sektor wajib dijalankan agar ekonomi Surabaya tidak sampai turun.
"Dari data (ekonomi) kita masih positif. Karena itu saya tidak mau trend kita turun. Makanya ini harus kita jaga, protokol kesehatan wajib tapi kita tidak boleh ekonomi menjadi turun karena itu akan dampaknya jauh lebih berat," kata Risma saat menggelar video teleconference (vidcon) bersama para distributor di Balai Kota Surabaya, Kamis (10/9/2020). (BACA JUGA: Ayah Tega Merudapaksa Anak Gadisnya, Abang Kandung Tak Kalah Bejadnya)
Ia menuturkan, pihaknya tak hanya fokus menangani sektor kesehatan dalam mengatasi krisis selama pandemi. Namun, sektor ekonomi juga menjadi salah satu fokus utama pemerintah. "Karena itu saya berharap para distributor tolong kami dibantu untuk tetap supaya ekonomi kita jalan. Minimal itu terkait kebutuhan pangan," ucapnya.
Jika tren perekonomian di Surabaya cenderung menurun, maka pemkot harus menyiapkan warga agar bisa survive menghadapi hal tersebut. Sebab, dampak yang ditimbulkan adanya resesi itu sangatlah besar. Di antaranya PHK perusahaan, pemberhentian ekspor, minimnya daya beli masyarakat, hingga terjadinya tindakan kriminalitas.
Lihat Juga :