Kisah Ronggolawe, Penguasa Tuban yang Dicap Pengkhianat Kalahkan Pasukan Majapahit di Sungai Tambak Beras
Kamis, 07 Agustus 2025 - 05:59 WIB
loading...
Ronggolawe yang menjadi penguasa Tuban memberontak dan mampu mengalahkan pasukan Kerajaan Majapahit saat pertempuran dahsyat di Sungai Tambak Beras. Foto sosok Ronggolawe karya pelukis Tuban, Prapto Dwi Utomo. Foto/IstFoto/Ist
A
A
A
RONGGOLAWE yang menjadi penguasa Tuban memberontak dan mampu mengalahkan pasukan Kerajaan Majapahit. Sosok yang membantu Raden Wijaya mendirikan Majapahit itu memberontak karena merasa tak puas dan dicampakkan saat pengangkatan pejabat penting.
Menurut pandangan Ronggalawe, seharusnya Lembu Sora yang memangku jabatan Patih dan bukan Nambi. Mengingat pengabdian Lembu Sora kepada Raden Wijaya lebih besar ketimbang Nambi.
Baca juga: Kisah Duel Maut Ronggolawe dengan Kebo Anabrang Berakhir Tragis di Sungai Tambak Beras
Tapi Raden Wijaya tetap pada pendiriannya, sehingga membuat Ronggalawe kecewa dan memilih pulang ke Tuban.
Beberapa hari sesudah kepergian Ronggalawe dari Majapahit, Halayuda yang disebut dalam Kakawin Nagarakertagama, atau Mahapati dalam Serat Pararaton menghasut Nambi, kalau Ronggalawe tengah merencanakan pemberontakan.
Mendengar pernyataan Halayuda, Raden Wijaya memerintahkan Nambi, Lembu Sora, Mahisa Nabrang, beserta pasukan Majapahit pergi ke Tuban untuk menangkap Ronggalawe, penguasa Tuban.
Baca juga: Pelarian Epik Raden Wijaya: Dari Singasari ke Madura, Perahu Jadi Penyelamat!
Singkat cerita akhirnya terjadi pertempuran antara pasukan Ranggalawe dengan Majapahit. Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa: Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", pasukan Ronggalawe yang sudah terbentuk itu meninggalkan Tuban. Manakala pasukan Ronggalawe akan menyeberangi Sungai Tambak Beras, airnya sedang pasang.
Akhirnya pasukan Ronggalawe dapat dikejar oleh pasukan Majapahit yang berada di bawah komando Nambi. Pasukan Ronggalawe itu berakhir dipukul mundur oleh pasukan Majapahit. Hari berikutnya, pasukan Majapahit menyeberangi Sungai Tambak Beras untuk mencapai Tuban.
Melihat kenyataan itu, Mantri Gagarangan dan Tambak Baya melapor pada Ronggalawe. Akhirnya dengan amarah di dada, Ronggalawe memerintahkan pasukannya untuk menghadapi pasukan Majapahit.
Di medan laga, Ronggalawe yang mengendarai kuda Mega Lamat itu bertempur melawan Nambi yang mengendarai kuda Brahma Cikur. Pertempuran keduanya berlangsung sangat dahsyat.
Hingga akhirnya Brahma Cikur berhasil ditikam oleh Ronggalawe. Namun, Nambi berhasil mengelak dan berlari untuk menyelamatkan diri ke selatan. Beserta pasukannya, Ronggalawe melakukan pengejaran hingga Sungai Tambak Beras. Pasukan Kerajaan Majapahit pun mengalami kekalahan.
Menurut pandangan Ronggalawe, seharusnya Lembu Sora yang memangku jabatan Patih dan bukan Nambi. Mengingat pengabdian Lembu Sora kepada Raden Wijaya lebih besar ketimbang Nambi.
Baca juga: Kisah Duel Maut Ronggolawe dengan Kebo Anabrang Berakhir Tragis di Sungai Tambak Beras
Tapi Raden Wijaya tetap pada pendiriannya, sehingga membuat Ronggalawe kecewa dan memilih pulang ke Tuban.
Beberapa hari sesudah kepergian Ronggalawe dari Majapahit, Halayuda yang disebut dalam Kakawin Nagarakertagama, atau Mahapati dalam Serat Pararaton menghasut Nambi, kalau Ronggalawe tengah merencanakan pemberontakan.
Mendengar pernyataan Halayuda, Raden Wijaya memerintahkan Nambi, Lembu Sora, Mahisa Nabrang, beserta pasukan Majapahit pergi ke Tuban untuk menangkap Ronggalawe, penguasa Tuban.
Baca juga: Pelarian Epik Raden Wijaya: Dari Singasari ke Madura, Perahu Jadi Penyelamat!
Singkat cerita akhirnya terjadi pertempuran antara pasukan Ranggalawe dengan Majapahit. Dikutip dari buku "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa: Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita", pasukan Ronggalawe yang sudah terbentuk itu meninggalkan Tuban. Manakala pasukan Ronggalawe akan menyeberangi Sungai Tambak Beras, airnya sedang pasang.
Akhirnya pasukan Ronggalawe dapat dikejar oleh pasukan Majapahit yang berada di bawah komando Nambi. Pasukan Ronggalawe itu berakhir dipukul mundur oleh pasukan Majapahit. Hari berikutnya, pasukan Majapahit menyeberangi Sungai Tambak Beras untuk mencapai Tuban.
Melihat kenyataan itu, Mantri Gagarangan dan Tambak Baya melapor pada Ronggalawe. Akhirnya dengan amarah di dada, Ronggalawe memerintahkan pasukannya untuk menghadapi pasukan Majapahit.
Di medan laga, Ronggalawe yang mengendarai kuda Mega Lamat itu bertempur melawan Nambi yang mengendarai kuda Brahma Cikur. Pertempuran keduanya berlangsung sangat dahsyat.
Hingga akhirnya Brahma Cikur berhasil ditikam oleh Ronggalawe. Namun, Nambi berhasil mengelak dan berlari untuk menyelamatkan diri ke selatan. Beserta pasukannya, Ronggalawe melakukan pengejaran hingga Sungai Tambak Beras. Pasukan Kerajaan Majapahit pun mengalami kekalahan.
(shf)
Lihat Juga :