Satgas Habema Tembak Mati Wakil Panglima Kodap XII OPM
Rabu, 06 Agustus 2025 - 13:31 WIB
loading...
Satgas Komando Operasi Habema menembak mati Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Satuan Tugas (Satgas) Komando Operasi Habema menembak mati Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda. Tokoh penting Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu ditembak saat penyergapan di Kampung Mukoni, Distrik Mukoni, Kabupaten Lanny Jaya Papua Pegunungan, pada Selasa, 5 Agustus 2025 pukul 16.30 WIT.
Saat akan dilakukan penangkapan, Mayer Wenda beserta adiknya Dani Wenda melakukan perlawanan bersenjata sehingga Satgas Habema mengambil tindakan tegas dan terukur. Akibatnya, keduanya tewas di lokasi. Kedua jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Wamena untuk proses lebih lanjut.
Dalam penyergapan itu, Satgas Habema menyita barang bukti berupa 1 pucuk senjata revolver beserta 24 butir munisi; 2 buah KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda; 2 unit HP; Uang tunai Rp65.000, dan 1 noken
Baca juga: TNI Kembali Tembak Mati 3 OPM di Kabupaten Puncak, Sita 1 Pucuk Senjata Api SS2
Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan, tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata dilakukan sesuai prosedur hukum dan hanya terhadap pihak-pihak yang melakukan perlawanan atau mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
"Keamanan masyarakat Papua adalah prioritas kami. Setiap ancaman akan ditindak tegas demi menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya, Rabu (6/8/2025).
Baca juga: Satgas Gabungan TNI Tembak Mati 2 Anggota OPM
Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Koops Habema dalam menciptakan kedamaian dan rasa aman bagi masyarakat khususnya menjelang perayaan Kemerdekaan RI yang ke-80.
Perlu diketahui, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda masuk dalam daftar nama yang paling dicari berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/05/VII/2014/Papua/Lanny Jaya, pada 28 Juli 2014. Namanya kemudian masuk dalam DPO Polda Papua melalui surat Nomor: DPO/47/VIII/2016/Ditreskrimum tertanggal 9 Agustus 2016.
Rekam jejak tindak pidana yang dilakukan Mayer Wenda alias Kuloi Wenda di antaranya, terlibat pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan dan pembakaran Mapolsek Pirime Kab Lanny jaya pada 27 November 2012. Kemudian melakukan pengadangan terhadap patroli Polri di Jalan Indawa - Wamena Kampung Nambume Distrik Indawa Kabupaten Lanny Jaya pada 28 juli 2014.
Selain itu, melakukan pembunuhan terhadap anggota Polres Tolikara dan perampasan senpi inventaris Polres Tolikara di Jalan Trans Karubaga - Wamena Desa Milineri Distrik Wenam Kabupaten Tolikara pada 10 September 2012. Termasuk terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasaan dan penganiayaan di jalan raya antara Distrik Indawa dengan Distrik Pirime pada 28 Juli 2014.
Setelah sempat menghilang, pada 2014, dia kembali muncul di Kabupaten Lanny Jaya dan memperkuat sayap bersenjata OPM dengan memegang peran strategis sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya.
Saat akan dilakukan penangkapan, Mayer Wenda beserta adiknya Dani Wenda melakukan perlawanan bersenjata sehingga Satgas Habema mengambil tindakan tegas dan terukur. Akibatnya, keduanya tewas di lokasi. Kedua jenazah tersebut kemudian dibawa ke RSUD Wamena untuk proses lebih lanjut.
Dalam penyergapan itu, Satgas Habema menyita barang bukti berupa 1 pucuk senjata revolver beserta 24 butir munisi; 2 buah KTP atas nama Dani Wenda dan Pemina Wenda; 2 unit HP; Uang tunai Rp65.000, dan 1 noken
Baca juga: TNI Kembali Tembak Mati 3 OPM di Kabupaten Puncak, Sita 1 Pucuk Senjata Api SS2
Pangkoops Habema Mayjen TNI Lucky Avianto mengatakan, tindakan tegas terhadap kelompok bersenjata dilakukan sesuai prosedur hukum dan hanya terhadap pihak-pihak yang melakukan perlawanan atau mengancam keselamatan masyarakat maupun aparat keamanan.
"Keamanan masyarakat Papua adalah prioritas kami. Setiap ancaman akan ditindak tegas demi menjaga kedamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya, Rabu (6/8/2025).
Baca juga: Satgas Gabungan TNI Tembak Mati 2 Anggota OPM
Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Koops Habema dalam menciptakan kedamaian dan rasa aman bagi masyarakat khususnya menjelang perayaan Kemerdekaan RI yang ke-80.
Perlu diketahui, Mayer Wenda alias Kuloi Wonda masuk dalam daftar nama yang paling dicari berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/05/VII/2014/Papua/Lanny Jaya, pada 28 Juli 2014. Namanya kemudian masuk dalam DPO Polda Papua melalui surat Nomor: DPO/47/VIII/2016/Ditreskrimum tertanggal 9 Agustus 2016.
Rekam jejak tindak pidana yang dilakukan Mayer Wenda alias Kuloi Wenda di antaranya, terlibat pembunuhan berencana, pencurian dengan kekerasan dan pembakaran Mapolsek Pirime Kab Lanny jaya pada 27 November 2012. Kemudian melakukan pengadangan terhadap patroli Polri di Jalan Indawa - Wamena Kampung Nambume Distrik Indawa Kabupaten Lanny Jaya pada 28 juli 2014.
Selain itu, melakukan pembunuhan terhadap anggota Polres Tolikara dan perampasan senpi inventaris Polres Tolikara di Jalan Trans Karubaga - Wamena Desa Milineri Distrik Wenam Kabupaten Tolikara pada 10 September 2012. Termasuk terlibat dalam tindak pidana pencurian dengan kekerasaan dan penganiayaan di jalan raya antara Distrik Indawa dengan Distrik Pirime pada 28 Juli 2014.
Setelah sempat menghilang, pada 2014, dia kembali muncul di Kabupaten Lanny Jaya dan memperkuat sayap bersenjata OPM dengan memegang peran strategis sebagai Wakil Panglima Kodap XII/Lanny Jaya.
(cip)
Lihat Juga :