Profil Sahrin Hamid, Jubir Anies Baswedan yang Diangkat Menjadi Komisaris Jakpro
Rabu, 06 Agustus 2025 - 10:20 WIB
loading...
Sahrin Hamid dan Anies Baswedan. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Juru Bicara Anies Baswedan, Sahrin Hamid , diangkat menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Penunjukan Sahrin Hamid ini mendapat perhatian publik. Siapa Sahrin Hamid?
Diketahui, perubahan susunan Dewan Komisaris Jakpro dilakukan melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS). VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti mengatakan pergantian ini merupakan bagian dari upaya penyegaran struktur pengawasan perusahaan untuk semakin memperkuat tata kelola dan efektivitas organisasi, seiring dengan peran strategis Jakpro dalam pembangunan Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
Susunan baru Dewan Komisaris PT Jakpro itu yakni: Lusiana Herawati sebagai komisaris utama, Sahrin Hamid sebagai komisaris, Kreshna Putra sebagai komisaris, dan Syaefuloh Hidayat sebagai – komisaris.
Yeni menjelaskan, susunan ini mencerminkan kesinambungan dan komitmen Jakpro dalam memperkuat aspek pengawasan serta memberi ruang bagi perspektif baru dalam menjawab tantangan pembangunan kota. Selain itu, perubahan ini dilakukan secara terukur dan bertujuan mendukung visi jangka panjang perusahaan.
Baca Juga: Anies Baswedan Saksikan Sahrin Hamid Deklarasi Ormas Gerakan Rakyat, Ini Susunan Pengurusnya
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan alasan penunjukan didasarkan kedekatan dan kredibilitas yang dimiliki.
"Saya di dalam mengangkat siapa pun untuk menjadi komisaris, salah satu pendekatan pertama tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, yang kedua adalah kredibilitas," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Pramono menekankan bahwa pengangkatan jajaran direksi dan komisaris tetap mengedepankan kapasitas yang dimiliki individu-individu. "Jadi hampir semua yang saya angkat adalah orang-orang, walaupun tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, adalah orang-orang yang memang mempunyai kapasitas untuk itu," ucapnya.
Putra Maluku Utara ini juga pernah menjabat sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), sayap organisasi PAN.
Baca Juga: Mantan Jubir Anies Sahrin Hamid hingga Kepala BP BUMD Jabat Komisaris PT Jakpro
Sahrin juga pernah mengikuti Pilkada Maluku Utara 2013. Dia menjadi calon wakil gubernur, berpasangan dengan Muhajir Albaar.
Pada Pilpres 2024, pria kelahiran Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara pada 4 Desember 1974 ini aktif membantu Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Dia antara lain membentuk Amanat Indonesia. Sahrin pun kemudian dikenal sebagai juru bicara Anies, termasuk ketika dinamika politik jelang dan saat Pilkada Jakarta 2024 berlangsung.
Mendirikan Warga Kota, Sahrin awalnya mendukung Anies. Setelah Anies gagal mendapatkan tiket, Sahrin pun mengikuti langkah Anies mendukung Pramono Anung-Rano Karno.
![Profil Sahrin Hamid, Jubir Anies Baswedan yang Diangkat Menjadi Komisaris Jakpro]()
Sahrin Hamid (kiri). Foto/Tangkapan layar Instagram @sahrinhamid
Setelah Pilkada Jakarta 2024, Sahrin kemudian membentuk Gerakan Rakyat, sebuah ormas yang identik dengan Anies Baswedan. Sahrin menjadi ketua umum di ormas yang memiliki seragam berwarna oranye tersebut.
Soal penunjukan sebagai komisaris Jakpro, Sahrin mengucapkan terima kasih kepada Pramono Anung atas kepercayaan yang diberikan.
"Tentunya, kami berterima kasih kepada Mas Gubernur @pramonoanungw atas kepercayaan yang diberikan. Sebagaimana 2 pertimbangan yang disampaikan Gubernur. Yakni 1 mengenal dengan baik dan yang kedua adalah kredibilitas. Tentunya, sebagai seseorang yang mendapat tugas dari Gubernur. Kewajiban kami adalah menjaga kepercayaan tersebut sebagai amanah," tulis Sahrin di akun Instagram-nya. SindoNews telah diberi izin mengutip unggahan tersebut.
Menurut Sahrin, komisaris itu pada pokoknya adalah mewakili pemegang saham, dalam hal ini pemerintah DKI Jakarta. Komisaris bertugas menjaga arah kapal agar tetap pada aras tujuan yang ditetapkan. Sehingga disitu ada fungsi pengawasan juga terkait GCG, tata kelola perusahaan yang baik, untuk mencapai tujuan usaha.
Sebagai BUMD strategis di bidang properti dan infrastruktur dengan 7 anak perusahaan, maka fungsi BUMD yang komersil juga fungsi mewujudkan orientasi misi pembangunan daerah harus dapat diwujudkan secara sinergis. Ini tentunya menjadi tantangan di dalam tugas .
"Hari-hari ke depan akan menjadi sebuah pengalaman baru dan pengabdian baru di bidang baru. Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita semua dalam menghadapi setiap tugas yang diemban," tulis Sahrin.
Diketahui, perubahan susunan Dewan Komisaris Jakpro dilakukan melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS). VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti mengatakan pergantian ini merupakan bagian dari upaya penyegaran struktur pengawasan perusahaan untuk semakin memperkuat tata kelola dan efektivitas organisasi, seiring dengan peran strategis Jakpro dalam pembangunan Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
Susunan baru Dewan Komisaris PT Jakpro itu yakni: Lusiana Herawati sebagai komisaris utama, Sahrin Hamid sebagai komisaris, Kreshna Putra sebagai komisaris, dan Syaefuloh Hidayat sebagai – komisaris.
Yeni menjelaskan, susunan ini mencerminkan kesinambungan dan komitmen Jakpro dalam memperkuat aspek pengawasan serta memberi ruang bagi perspektif baru dalam menjawab tantangan pembangunan kota. Selain itu, perubahan ini dilakukan secara terukur dan bertujuan mendukung visi jangka panjang perusahaan.
Baca Juga: Anies Baswedan Saksikan Sahrin Hamid Deklarasi Ormas Gerakan Rakyat, Ini Susunan Pengurusnya
Sementara, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan alasan penunjukan didasarkan kedekatan dan kredibilitas yang dimiliki.
"Saya di dalam mengangkat siapa pun untuk menjadi komisaris, salah satu pendekatan pertama tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, yang kedua adalah kredibilitas," ujar Pramono di Balai Kota Jakarta, Selasa (5/8/2025).
Pramono menekankan bahwa pengangkatan jajaran direksi dan komisaris tetap mengedepankan kapasitas yang dimiliki individu-individu. "Jadi hampir semua yang saya angkat adalah orang-orang, walaupun tentunya saya harus mengenal yang bersangkutan, adalah orang-orang yang memang mempunyai kapasitas untuk itu," ucapnya.
Siapa Sahrin Hamid?
Sahrin Hamid bukan orang baru dalam dunia politik. Jauh sebelum dikenal sebagai juru bicara Anies Baswedan , Sahrin pernah menjadi anggota DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN). Sahrin merupakan anggota DPR RI 2004-2009.Putra Maluku Utara ini juga pernah menjabat sekjen DPP Partai Amanat Nasional (PAN) dan Ketua Umum Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN), sayap organisasi PAN.
Baca Juga: Mantan Jubir Anies Sahrin Hamid hingga Kepala BP BUMD Jabat Komisaris PT Jakpro
Sahrin juga pernah mengikuti Pilkada Maluku Utara 2013. Dia menjadi calon wakil gubernur, berpasangan dengan Muhajir Albaar.
Pada Pilpres 2024, pria kelahiran Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara pada 4 Desember 1974 ini aktif membantu Anies Baswedan yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar. Dia antara lain membentuk Amanat Indonesia. Sahrin pun kemudian dikenal sebagai juru bicara Anies, termasuk ketika dinamika politik jelang dan saat Pilkada Jakarta 2024 berlangsung.
Mendirikan Warga Kota, Sahrin awalnya mendukung Anies. Setelah Anies gagal mendapatkan tiket, Sahrin pun mengikuti langkah Anies mendukung Pramono Anung-Rano Karno.

Sahrin Hamid (kiri). Foto/Tangkapan layar Instagram @sahrinhamid
Setelah Pilkada Jakarta 2024, Sahrin kemudian membentuk Gerakan Rakyat, sebuah ormas yang identik dengan Anies Baswedan. Sahrin menjadi ketua umum di ormas yang memiliki seragam berwarna oranye tersebut.
Soal penunjukan sebagai komisaris Jakpro, Sahrin mengucapkan terima kasih kepada Pramono Anung atas kepercayaan yang diberikan.
"Tentunya, kami berterima kasih kepada Mas Gubernur @pramonoanungw atas kepercayaan yang diberikan. Sebagaimana 2 pertimbangan yang disampaikan Gubernur. Yakni 1 mengenal dengan baik dan yang kedua adalah kredibilitas. Tentunya, sebagai seseorang yang mendapat tugas dari Gubernur. Kewajiban kami adalah menjaga kepercayaan tersebut sebagai amanah," tulis Sahrin di akun Instagram-nya. SindoNews telah diberi izin mengutip unggahan tersebut.
Menurut Sahrin, komisaris itu pada pokoknya adalah mewakili pemegang saham, dalam hal ini pemerintah DKI Jakarta. Komisaris bertugas menjaga arah kapal agar tetap pada aras tujuan yang ditetapkan. Sehingga disitu ada fungsi pengawasan juga terkait GCG, tata kelola perusahaan yang baik, untuk mencapai tujuan usaha.
Sebagai BUMD strategis di bidang properti dan infrastruktur dengan 7 anak perusahaan, maka fungsi BUMD yang komersil juga fungsi mewujudkan orientasi misi pembangunan daerah harus dapat diwujudkan secara sinergis. Ini tentunya menjadi tantangan di dalam tugas .
"Hari-hari ke depan akan menjadi sebuah pengalaman baru dan pengabdian baru di bidang baru. Semoga Allah memberikan kekuatan pada kita semua dalam menghadapi setiap tugas yang diemban," tulis Sahrin.
(zik)
Lihat Juga :