KAI Commuter Investigasi Penyebab KRL Anjlok di Stasiun Jakarta Kota
Selasa, 05 Agustus 2025 - 13:38 WIB
loading...
VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan bahwa penyebab KRL anjlok di Stasiun Jakarta Kota masih dalam proses investigasi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - KRL relasi Bogor-Jakarta Kota anjlok di area emplasemen Stasiun Jakarta Kota , Jakarta Barat. VP Corporate Secretary KAI Commuter Joni Martinus mengatakan bahwa penyebab anjloknya KRL tersebut masih dalam proses investigasi.
"Kita masih melakukan investigasi untuk penyebabnya," kata Joni Martinus dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025).
Joni menjelaskan, saat kejadian KRL tersebut berjalan dengan kecepatan yang pelan. Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban luka dari insiden tersebut, baik dari penumpang maupun petugas.
"Jadi anjlok itu adalah memang kondisi di mana roda itu keluar dari rel, tergelincir dari relnya ya. Sehingga tentu kalau sudah keluar dari rel kan tidak bisa berjalan KRL itu atau kereta tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Update, KAI Commuter Pastikan Perjalanan KRL Normal Kembali Siang Ini
Kenapa bisa anjlok? "Kondisi seperti saat ini misalnya tentu kita butuh investigasi lebih lanjut ya. Karena bisa dengan dari berbagai macam sisi. Misalnya ini, bisa nanti mungkin dari sisi sarananya, dari prasarana, dan lain sebagainya," jelas Joni.
Dia menambahkan bahwa rangkaian KRL yang mengalami anjlok telah dibawa ke Depo Bukit Duri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apabila dinyatakan aman, KRL tersebut akan segera dioperasikan kembali.
"Tapi itu tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Mungkin kalau hari ini sudah selesai, kita hari ini kita operasikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Joni menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kendala operasional Commuter Line Bogor imbas anjloknya rangkaian Commuter Line No.1189 relasi Bogor–Jakarta Kota pada Selasa (5/8/2025) pukul 07.17 WIB di emplasemen Stasiun Jakarta Kota. Ia memastikan semua penumpang berhasil dievakuasi dengan aman oleh petugas yang bertugas di lapangan.
"Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami, dan segera melakukan tindakan untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut,” kata Joni saat dikonfirmasi.
"Kita masih melakukan investigasi untuk penyebabnya," kata Joni Martinus dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025).
Joni menjelaskan, saat kejadian KRL tersebut berjalan dengan kecepatan yang pelan. Ia juga memastikan bahwa tidak ada korban luka dari insiden tersebut, baik dari penumpang maupun petugas.
"Jadi anjlok itu adalah memang kondisi di mana roda itu keluar dari rel, tergelincir dari relnya ya. Sehingga tentu kalau sudah keluar dari rel kan tidak bisa berjalan KRL itu atau kereta tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Update, KAI Commuter Pastikan Perjalanan KRL Normal Kembali Siang Ini
Kenapa bisa anjlok? "Kondisi seperti saat ini misalnya tentu kita butuh investigasi lebih lanjut ya. Karena bisa dengan dari berbagai macam sisi. Misalnya ini, bisa nanti mungkin dari sisi sarananya, dari prasarana, dan lain sebagainya," jelas Joni.
Dia menambahkan bahwa rangkaian KRL yang mengalami anjlok telah dibawa ke Depo Bukit Duri untuk pemeriksaan lebih lanjut. Apabila dinyatakan aman, KRL tersebut akan segera dioperasikan kembali.
"Tapi itu tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama. Mungkin kalau hari ini sudah selesai, kita hari ini kita operasikan," pungkasnya.
Sebelumnya, Joni menyampaikan permohonan maaf atas terjadinya kendala operasional Commuter Line Bogor imbas anjloknya rangkaian Commuter Line No.1189 relasi Bogor–Jakarta Kota pada Selasa (5/8/2025) pukul 07.17 WIB di emplasemen Stasiun Jakarta Kota. Ia memastikan semua penumpang berhasil dievakuasi dengan aman oleh petugas yang bertugas di lapangan.
"Keselamatan penumpang menjadi prioritas utama kami, dan segera melakukan tindakan untuk menghindari potensi bahaya lebih lanjut,” kata Joni saat dikonfirmasi.
(zik)
Lihat Juga :