Mantan Jubir Anies Sahrin Hamid hingga Kepala BP BUMD Jabat Komisaris PT Jakpro
Senin, 04 Agustus 2025 - 19:32 WIB
loading...
Mantan Juru Bicara Anies Baswedan Sahrin Hamid diangkat menjadi Komisaris PT Jakarta Propertindo (Jakpro). Foto: Dok Sindonews
A
A
A
JAKARTA - Perubahan susunan Dewan Komisaris melalui Keputusan Para Pemegang Saham (KPPS) juga terjadi di BUMD PT Jakarta Propertindo (Jakpro) . Menariknya, Sahrin Hamid yang merupakan mantan Juru Bicara Anies Baswedan sekaligus Ketua Umum Gerakan Rakyat diangkat menjadi Komisaris Jakpro.
VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti mengatakan, pergantian ini merupakan bagian dari upaya penyegaran struktur pengawasan perusahaan untuk semakin memperkuat tata kelola dan efektivitas organisasi seiring peran strategis Jakpro dalam pembangunan Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
Baca juga: Profil Johan Budi, Mantan Jubir KPK yang Diangkat Menjadi Komisaris Transjakarta
"Susunan baru Dewan Komisaris PT Jakpro yakni Lusiana Herawati–Komisaris Utama, Sahrin Hamid–Komisaris, Kreshna Putra–Komisaris, dan Syaefuloh Hidayat–Komisaris," ujar Yeni di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Lusiana saat ini masih menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta; Sahrin Hamid merupakan mantan Juru Bicara Anies Baswedan yang juga Ketua Umum Gerakan Rakyat.
Kemudian, Syaefulloh Hidayat merupakan Kepala BP BUMD DKI Jakarta dan Kreshna Putra merupakan politikus Partai Golkar DKI Jakarta.
Yeni menjelaskan susunan ini mencerminkan kesinambungan dan komitmen Jakpro dalam memperkuat aspek pengawasan serta memberi ruang bagi perspektif baru dalam menjawab tantangan pembangunan kota. Selain itu, perubahan ini dilakukan secara terukur dan bertujuan mendukung visi jangka panjang perusahaan.
“Perubahan komposisi Dewan Komisaris merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur tata kelola sekaligus menyelaraskan dengan kebutuhan pengembangan proyek-proyek strategis di Jakarta. Kami percaya sinergi antara pengalaman dan semangat baru akan membawa dampak positif dalam perjalanan Jakpro ke depan,” ungkapnya.
Jakpro selama ini memegang mandat penting dalam pelaksanaan berbagai proyek prioritas Ibu Kota, mulai pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga pengembangan kawasan hijau dan hunian terpadu. Seluruh proyek itu menuntut tata kelola yang andal, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
VP Corporate Secretary Jakpro Yeni Widayanti mengatakan, pergantian ini merupakan bagian dari upaya penyegaran struktur pengawasan perusahaan untuk semakin memperkuat tata kelola dan efektivitas organisasi seiring peran strategis Jakpro dalam pembangunan Jakarta menuju kota global yang berkelanjutan.
Baca juga: Profil Johan Budi, Mantan Jubir KPK yang Diangkat Menjadi Komisaris Transjakarta
"Susunan baru Dewan Komisaris PT Jakpro yakni Lusiana Herawati–Komisaris Utama, Sahrin Hamid–Komisaris, Kreshna Putra–Komisaris, dan Syaefuloh Hidayat–Komisaris," ujar Yeni di Jakarta, Senin (4/8/2025).
Lusiana saat ini masih menjabat Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta; Sahrin Hamid merupakan mantan Juru Bicara Anies Baswedan yang juga Ketua Umum Gerakan Rakyat.
Kemudian, Syaefulloh Hidayat merupakan Kepala BP BUMD DKI Jakarta dan Kreshna Putra merupakan politikus Partai Golkar DKI Jakarta.
Yeni menjelaskan susunan ini mencerminkan kesinambungan dan komitmen Jakpro dalam memperkuat aspek pengawasan serta memberi ruang bagi perspektif baru dalam menjawab tantangan pembangunan kota. Selain itu, perubahan ini dilakukan secara terukur dan bertujuan mendukung visi jangka panjang perusahaan.
“Perubahan komposisi Dewan Komisaris merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperkuat struktur tata kelola sekaligus menyelaraskan dengan kebutuhan pengembangan proyek-proyek strategis di Jakarta. Kami percaya sinergi antara pengalaman dan semangat baru akan membawa dampak positif dalam perjalanan Jakpro ke depan,” ungkapnya.
Jakpro selama ini memegang mandat penting dalam pelaksanaan berbagai proyek prioritas Ibu Kota, mulai pembangunan LRT Jakarta Fase 1B, pengelolaan Jakarta International Stadium (JIS), revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga pengembangan kawasan hijau dan hunian terpadu. Seluruh proyek itu menuntut tata kelola yang andal, profesional, dan adaptif terhadap perubahan.
(jon)
Lihat Juga :