Program Desa Bebas Sampah di Karawang Momentum Pengelolaan Lingkungan dari Komunitas Terkecil
Senin, 04 Agustus 2025 - 12:27 WIB
loading...
Program sosialisasi dan pengembangan bank sampah digelar di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
A
A
A
KARAWANG - Program sosialisasi dan pengembangan bank sampah digelar di Desa Pasirtanjung, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini diikuti 60 peserta mulai dari masyarakat desa, santri Pondok Pesantren Hidayatul Burhan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, dan pengurus bank sampah.
Rangkaian kegiatan mencakup edukasi mengenai konsep bank sampah, praktik pemilahan sampah organik dan anorganik, serta demonstrasi teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.
Baca juga: Program Bank Sampah Diharap Bisa Tekan Darurat Sampah di Makassar
Kegiatan ini merupakan kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek dengan Bank Sampah WISE (Waste Innovation for Social Empowerment) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Tim KKN Unsika turut mempresentasikan inovasi Teknologi Tepat Guna berupa alat pirolisis dan PSTA (Pembakaran Sampah Tanpa Asap) sebagai upaya pengurangan sampah secara efektif dan berkelanjutan.
Sekretaris Desa Pasirtanjung Ratim mengapresiasi kolaborasi ini. “Saya mewakili Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas pelaksanaan kegiatan ini. Ini adalah momentum penting dalam membangun ekosistem desa yang bersih dan mandiri secara ekonomi. Kegiatan ini juga mendukung program Pemkab Karawang untuk mewujudkan pengelolaan sampah terpadu melalui pembentukan bank sampah di setiap desa,” ujar Ratim.
Ustaz Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Burhan juga turut mengapresiasi. “Kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pesantren dalam menjaga lingkungan. Kami menyambut baik kolaborasi lanjutan dalam bentuk Gerakan Infaq Sampah Santri (GISS) sebagai bentuk kontribusi santri terhadap lingkungan,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Pertamina percaya bahwa pengelolaan lingkungan harus dimulai dari komunitas terkecil yaitu desa. Melalui kolaborasi bersama FT Cikampek, Bank Sampah WISE, dan mahasiswa Unsika, kami ingin membangun kesadaran secara perlahan bahwa sampah jika dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah baik bagi lingkungan maupun perekonomian warga,” ujar Satria.
Pihaknya selalu mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta peningkatan kesadaran lingkungan melalui pendekatan pemberdayaan. Kegiatan serupa akan terus Pertamina lakukan untuk mendorong sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan desa bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi.
Program ini juga termasuk agenda Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
Rangkaian kegiatan mencakup edukasi mengenai konsep bank sampah, praktik pemilahan sampah organik dan anorganik, serta demonstrasi teknologi pengolahan sampah ramah lingkungan.
Baca juga: Program Bank Sampah Diharap Bisa Tekan Darurat Sampah di Makassar
Kegiatan ini merupakan kolaborasi PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) melalui Fuel Terminal (FT) Cikampek dengan Bank Sampah WISE (Waste Innovation for Social Empowerment) dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).
Tim KKN Unsika turut mempresentasikan inovasi Teknologi Tepat Guna berupa alat pirolisis dan PSTA (Pembakaran Sampah Tanpa Asap) sebagai upaya pengurangan sampah secara efektif dan berkelanjutan.
Sekretaris Desa Pasirtanjung Ratim mengapresiasi kolaborasi ini. “Saya mewakili Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih kepada Pertamina atas pelaksanaan kegiatan ini. Ini adalah momentum penting dalam membangun ekosistem desa yang bersih dan mandiri secara ekonomi. Kegiatan ini juga mendukung program Pemkab Karawang untuk mewujudkan pengelolaan sampah terpadu melalui pembentukan bank sampah di setiap desa,” ujar Ratim.
Ustaz Arifin, pengasuh Pondok Pesantren Hidayatul Burhan juga turut mengapresiasi. “Kegiatan ini sejalan dengan nilai-nilai pesantren dalam menjaga lingkungan. Kami menyambut baik kolaborasi lanjutan dalam bentuk Gerakan Infaq Sampah Santri (GISS) sebagai bentuk kontribusi santri terhadap lingkungan,” katanya.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB Susanto August Satria menyatakan program ini merupakan bagian dari upaya Pertamina untuk mendorong pembangunan berkelanjutan yang melibatkan masyarakat secara aktif.
“Pertamina percaya bahwa pengelolaan lingkungan harus dimulai dari komunitas terkecil yaitu desa. Melalui kolaborasi bersama FT Cikampek, Bank Sampah WISE, dan mahasiswa Unsika, kami ingin membangun kesadaran secara perlahan bahwa sampah jika dikelola dengan baik dapat memberikan nilai tambah baik bagi lingkungan maupun perekonomian warga,” ujar Satria.
Pihaknya selalu mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta peningkatan kesadaran lingkungan melalui pendekatan pemberdayaan. Kegiatan serupa akan terus Pertamina lakukan untuk mendorong sinergi antarpemangku kepentingan dalam mewujudkan desa bersih, sehat, dan berdaya secara ekonomi.
Program ini juga termasuk agenda Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) dan poin 12 (Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab).
(jon)
Lihat Juga :