HMI Koorkom UMM Gelar Training Sekolah Kepengurusan, Tingkatkan Kepemimpinan
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 11:14 WIB
loading...
HMI Cabang Malang Koorkom UMM menggelar Training Sekolah Kepengurusan HMI Koorkom UMM 2025 di Villa Bukit Tlekung, Batu, beberapa waktu lalu. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BATU - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang Koordinator Komisariat Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) menggelar Training Sekolah Kepengurusan HMI Koorkom UMM 2025 di Villa Bukit Tlekung, Batu, beberapa waktu lalu. Traning ini untuk memberikan stimuli dan spirit terkait pemahaman khususnya bagi para pengurus presidium komisariat dalam menjalankan tugas dan wewenangnya sebagai pengurus organisasi.
Ketua Umum HMI Koorkom UMM, Ismail Mony mengatakan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk memberikan pemahaman dasar tentang struktur dan sistem kerja organisasi HMI. Kemudian, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam hal kepemimpinan , komunikasi, dan pengambilan keputusan. Baca juga: 10 Universitas Muhammadiyah Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Ada Kampusmu?
Selain itu, lanjut Ismanu, bertujuan untuk menumbuhkan semangat kolektivitas dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi. Serta, membangun kesadaran ideologis kader terhadap nilai-nilai dasar perjuangan HMI, sekaligus menyiapkan kader yang siap dan mampu mengelola organisasi secara profesional, progresif, dan sesuai dengan tujuan himpunan.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi diantaranya, pedoman perkaderan, pedoman kepengurusan dan penguatan Nilai-nilai Ke-HMI-an, serta strategi open recruitment dan persiapan konsep open recruitment. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjalin dan mengeratkan hubungan emosional antar komisariat se-lingkup Koorkom UMM," kata Ismail Mony.
Kabiro Kemahasiwaan dan Alumni UMM, Tatag Muttaqin yang didaulat menjadi pemateri mengatakan, Sekolah Kepengurusan ini menjadi titik tolak lahirnya pengurus yang kuat secara manajerial, tajam secara intelektual, dan teguh secara moral. "Pasalnya, HMI butuh lebih dari sekadar pengurus, ia butuh pemimpin yang visioner dan berdedikasi," ujarnya.
Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan berpandangan, organisasi HMI sebagai organisasi kader maka seluruh kegiatannya selalu terhubung dan linier dengan proses-proses perkaderan mengingat bahwa perkaderan adalah jantung organisasi HMI. "Untuk itulah tugas dari para pengurus menjaga bagaimana jantung HMI dalam hal ini proses perkaderan tetap berdetak dan berdegup," katanya.
Pemateri lain, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang M Nurul Humaidi mengatakan, pengurus harus memahami dan menjalankan peran utamanya sebagai mahasiwa dengan baik. Sebab bagaimana bisa seorang pengurus dapat mengurusi orang lain sedangkan dirinya sendiri tidak bisa diurusi. Baca juga: SBY: Dunia Krisis Kepemimpinan, Multilateralisme Harus Diperkuat
"Harapannya kegiatan Training Sekolah Kepengurusan HMI Koorkom UMM ini dapat memberikan spirit dan pemahaman terhadap pengurus dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bukan saja menjadi seorang aktivis, melainkan juga menjadi seorang akademisi yang tuntas," tukasnya.
Diketahui, kegiatan yang berlangsung dari tanggal 26-27 Juli ini, diikuti peserta yang mendapat legitimasi. Mereka antara lain, presidium komisariat dan/atau calon presidium komisariat terhitung 2 bulan menuju (ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, ketua bidang, wakil sekretaris umum, wakil ketua bidang dan wakil bendahara umum).
Ketua Umum HMI Koorkom UMM, Ismail Mony mengatakan, tujuan kegiatan ini antara lain untuk memberikan pemahaman dasar tentang struktur dan sistem kerja organisasi HMI. Kemudian, untuk meningkatkan kapasitas kader dalam hal kepemimpinan , komunikasi, dan pengambilan keputusan. Baca juga: 10 Universitas Muhammadiyah Terbaik di Indonesia versi Webometrics, Ada Kampusmu?
Selain itu, lanjut Ismanu, bertujuan untuk menumbuhkan semangat kolektivitas dan tanggung jawab dalam menjalankan roda organisasi. Serta, membangun kesadaran ideologis kader terhadap nilai-nilai dasar perjuangan HMI, sekaligus menyiapkan kader yang siap dan mampu mengelola organisasi secara profesional, progresif, dan sesuai dengan tujuan himpunan.
Selama pelatihan, para peserta mendapatkan materi diantaranya, pedoman perkaderan, pedoman kepengurusan dan penguatan Nilai-nilai Ke-HMI-an, serta strategi open recruitment dan persiapan konsep open recruitment. "Kami berharap kegiatan ini dapat menjalin dan mengeratkan hubungan emosional antar komisariat se-lingkup Koorkom UMM," kata Ismail Mony.
Kabiro Kemahasiwaan dan Alumni UMM, Tatag Muttaqin yang didaulat menjadi pemateri mengatakan, Sekolah Kepengurusan ini menjadi titik tolak lahirnya pengurus yang kuat secara manajerial, tajam secara intelektual, dan teguh secara moral. "Pasalnya, HMI butuh lebih dari sekadar pengurus, ia butuh pemimpin yang visioner dan berdedikasi," ujarnya.
Camat Kedungkandang, Fahmi Fauzan berpandangan, organisasi HMI sebagai organisasi kader maka seluruh kegiatannya selalu terhubung dan linier dengan proses-proses perkaderan mengingat bahwa perkaderan adalah jantung organisasi HMI. "Untuk itulah tugas dari para pengurus menjaga bagaimana jantung HMI dalam hal ini proses perkaderan tetap berdetak dan berdegup," katanya.
Pemateri lain, ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Malang M Nurul Humaidi mengatakan, pengurus harus memahami dan menjalankan peran utamanya sebagai mahasiwa dengan baik. Sebab bagaimana bisa seorang pengurus dapat mengurusi orang lain sedangkan dirinya sendiri tidak bisa diurusi. Baca juga: SBY: Dunia Krisis Kepemimpinan, Multilateralisme Harus Diperkuat
"Harapannya kegiatan Training Sekolah Kepengurusan HMI Koorkom UMM ini dapat memberikan spirit dan pemahaman terhadap pengurus dalam menjalankan tugas dan wewenangnya bukan saja menjadi seorang aktivis, melainkan juga menjadi seorang akademisi yang tuntas," tukasnya.
Diketahui, kegiatan yang berlangsung dari tanggal 26-27 Juli ini, diikuti peserta yang mendapat legitimasi. Mereka antara lain, presidium komisariat dan/atau calon presidium komisariat terhitung 2 bulan menuju (ketua umum, sekretaris umum, bendahara umum, ketua bidang, wakil sekretaris umum, wakil ketua bidang dan wakil bendahara umum).
(poe)
Lihat Juga :