Kisah Pramodhawardhani, Raja Mataram Perempuan Pertama Keturunan Sriwijaya
Jum'at, 01 Agustus 2025 - 06:40 WIB
loading...
A
A
A
Di sanalah Balaputradewa menjadi raja. Prasasti Shivaghra atau Prasasti Wantil yang dijadikan pedoman teori de Casparis tersebut menyebutkan, tentang adanya peperangan antara Rakai Pikatan Mpu Manuku melawan seorang musuh yang bersembunyi di dalam benteng timbunan batu. Pada prasasti tersebut juga disebutkan nama Walaputra yang ditafsirkan sebagai Balaputradewa.
Baca juga: Hubungan Kekeluargaan Kerajaan Mataram dan Sunda Dikarenakan Sosok Sanjaya
Sejarawan Slamet Muljana mengungkapkan, mengacu pada Prasasti Kayumwungan bahwa Balaputradewa bukan saudara Pramodhawardhani. Mengingat prasasti tersebut menyatakan, bahwa Samaratungga hanya memiliki seorang anak perempuan yaitu Pramodhawardhani.
Lebih jauh Slamet Muljana menegaskan, bahwa Balaputradewa merupakan adik Samaratungga dan keduanya merupakan putra Samaragriwa (Samaragrawira). Dengan kata lain, Pramodhawardhani merupakan keponakan Balaputradewa, yang berasal dari Sriwijaya dan merupakan raja Sriwijaya ke-11.
Benteng timbunan batu yang menjadi markas Balaputradewa identik dengan situs Ratu Baka. Boechari menemukan beberapa prasasti di sekitar situs tersebut, namun bukan atas nama Balaputradewa, melainkan atas nama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni yang mengaku sebagai keturunan Sanjaya.
Baca juga: Hubungan Kekeluargaan Kerajaan Mataram dan Sunda Dikarenakan Sosok Sanjaya
Sejarawan Slamet Muljana mengungkapkan, mengacu pada Prasasti Kayumwungan bahwa Balaputradewa bukan saudara Pramodhawardhani. Mengingat prasasti tersebut menyatakan, bahwa Samaratungga hanya memiliki seorang anak perempuan yaitu Pramodhawardhani.
Lebih jauh Slamet Muljana menegaskan, bahwa Balaputradewa merupakan adik Samaratungga dan keduanya merupakan putra Samaragriwa (Samaragrawira). Dengan kata lain, Pramodhawardhani merupakan keponakan Balaputradewa, yang berasal dari Sriwijaya dan merupakan raja Sriwijaya ke-11.
Benteng timbunan batu yang menjadi markas Balaputradewa identik dengan situs Ratu Baka. Boechari menemukan beberapa prasasti di sekitar situs tersebut, namun bukan atas nama Balaputradewa, melainkan atas nama Rakai Walaing Mpu Kumbhayoni yang mengaku sebagai keturunan Sanjaya.
(cip)
Lihat Juga :