Hubungan Kekeluargaan Kerajaan Mataram dan Sunda Dikarenakan Sosok Sanjaya

Minggu, 13 Juli 2025 - 07:32 WIB
loading...
Hubungan Kekeluargaan...
Peninggalan Kerajaan Mataram Kuno (Medang) di antaranya berupa Candi Prambanan yang hingga kini masih berdiri megah di perbatasan Jogja-Jawa Tengah. Foto/Dok.SindoNews
A A A
Kerajaan Mataram dan Sunda konon memiliki hubungan berkat Sanjaya. Kedua kerajaan ini memang sama-sama menjadi salah satu kerajaan tertua di Pulau Jawa. Memang sosok Rakai Mataram Sang Ratu Sanjaya tak bisa dilepaskan dari Kerajaan Medang.

Sosoknya dipercaya sebagai raja pertama di Kerajaan Medang atau Mataram, sebagaimana diidentifikasi dari Prasasti Canggal tahun 732. Sanjaya merupakan menantu dari Tarusbawa, sosok raja pertama di Kerajaan Sunda , pasca Tarumanagara pecah menjadi Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Dikisahkan pada buku "Babad Tanah Jawi" tulisan Soedjipto Abimanyu, Sanjaya yang menuntut balas terhadap keluarga Purbasora. Untuk itu, ia meminta bantuan Tarusbawa, mertuanya yang merupakan sahabat Sanna, yang digulingkan dari tahta Galuh oleh Purbasora.

Baca juga: Asal-usul Kata Sunda, dari Istilah Asing hingga Nama Wilayah di India



Hasratnya dilaksanakan setelah menjadi Raja Sunda yang memerintah atas nama istrinya. Akhirnya Sanjaya menjadi penguasa Kerajaan Sunda, Kerajaan Galuh, dan Kerajaan Kalingga, setelah Ratu Shima mangkat.

Pada tahun 732 Masehi, Sanjaya mewarisi tahta Kerajaan Mataram dari orang tuanya. Sebelum meninggalkan kawasan Jawa Barat, ia mengatur pembagian kekuasaan antara putranya, Tamperan dan Resi Guru Demunawan. Sunda dan Galuh menjadi kekuasaan Tamperan, sedangkan Kerajaan Kuningan dan Galunggung diperintah oleh Resi Guru Demunawan, putra bungsu Sempakwaja.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Kisah Jenderal Sjafrie...
Kisah Jenderal Sjafrie Kawal Soeharto yang Tolak Pakai Rompi Anti Peluru saat Kunjungan ke Bosnia
Sepak Terjang Matah...
Sepak Terjang Matah Ati, Istri Pangeran Sambernyawa yang Jadi Panglima Pasukan Khusus Wanita Mangkunegaran
Pasukan Intelijen Mematikan...
Pasukan Intelijen Mematikan Dom Sumurup Ing Banyu, Telik Sandi Mataram yang Habisi Jenderal VOC JP Coen
Suara Kritis Bukan Ajang...
Suara Kritis Bukan Ajang Jadi Keren, Rian Fahardhi: Itu Hal Fundamental Jadi Warga Negara
Ini Bukti Kuat Kenapa...
Ini Bukti Kuat Kenapa Wanita Sunda Cantik-cantik dan Bening-bening
Sejarah Kali Bekasi,...
Sejarah Kali Bekasi, Sungai Peninggalan Raja Purnawarman untuk Mengendalikan Banjir Kuno di Kerajaan Tarumanegara
Rekomendasi
Davina Karamoy Kembalikan...
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku dari Hanania Travel ke Penyidik
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Refly Harun: Kami Berharap Penahanan Ini Ditangguhkan!
Berita Terkini
Partai Perindo Perkuat...
Partai Perindo Perkuat Akar Rumput di Yalimo, Kader Didorong Turun ke Masyarakat
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
7.000 Massa Gelar Unjuk...
7.000 Massa Gelar Unjuk Rasa Dukung Pemerintahan Prabowo di Silang Monas
MNC Peduli dan MNC Tourism...
MNC Peduli dan MNC Tourism Gelar Edukasi Gizi dan Demo Masak di Kampung Cibilik Sukabumi
Data NIK Jadi Penentu,...
Data NIK Jadi Penentu, Warga Diimbau Cek Syarat Pembebasan PBB-P2
5 Titik Aksi Demo di...
5 Titik Aksi Demo di Jakarta Hari Ini, 4.263 Personel Gabungan Dikerahkan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved