PSU Pilgub Papua 2025, Hasil Survei JSI: Pasangan Mathius Fakhiri-Aryoko Unggul
Kamis, 31 Juli 2025 - 18:14 WIB
loading...
Hasil survei JSI menyebut paslon Matius-Aryoko unggul tipis PSU Pilgub Papua 2025. Foto/istimewa
A
A
A
PAPUA - Jaringan Survei Independent (JSI) merilis hasil survei terbarunya terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua 2025. Hasilnya pasangan calon (paslon) Matius-Aryoko unggul tipis atas pesaingnya Benhur-Contant.
Direktur JSI, Harry Khairul Anwar, menjelaskan, survei ini mengungkap partisipasi pemilih yang tinggi serta persaingan ketat antara dua paslon yakni nomor 01 Benhur Tomi Mano-Constant Karma dengan Paslon 02, Matius Fakhiri–Aryoko Alberto.
Harry mengatakan, dari hasil survei tersebut sebanyak 70% pemilih datang ke TPS saat pelaksanaan PSU Pilgub 2025. Sementara itu, 30% sisanya masih ragu atau menyatakan tidak akan hadir. Hal itu menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan partisipasi pemilih di beberapa wilayah.
Baca juga: Ketum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Dukung Penuh Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen di PSU Pilgub Papua
“Berdasarkan survei tersebut, diketahui sebanyak 70% responden menyatakan akan datang ke TPS saat PSU Pilgub Papua 2025," ujar Direktur JSI Harry Khairul Anwar, Kamis (31/7/2025).
Adapun preferensi paslon secara umum yakni, pasangan Matius Fakhiri-Aryoko Alberto (02) memperoleh 49,5% dukungan, disusul pasangan Benhur Tomi Mano-Constant Karma (01) dengan 44,6%, dan 5,9% responden tidak menyatakan pilihan (undecided).
Baca juga: Dukung Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen di Pilkada Papua, Perindo: Semoga Bisa Fokus Bangun Daerahnya
“Paslon 02 Matius Fakhiri–Aryoko Alberto meraih dukungan 49,5%, unggul tipis dari Paslon 01 Benhur Tomi Mano–Constant Karma yang mengantongi 44,6%. Sebanyak 5,9% responden belum menentukan pilihan atau undecided,” ucap Harry.
Sementara itu, simulasi pilihan pada hari pencoblosan yakni 6 Agustus 2025, menunjukkan paslon 02 tetap unggul dengan 49,5%, Paslon 01 sebesar 44,6%, dan 5,9% tidak menjawab.
JSI juga mencatat 87% responden menyatakan pilihan mereka tidak akan berubah meskipun ada praktik politik uang, sementara 13% lainnya mengaku bisa terpengaruh.
Dari sisi persepsi publik terhadap para kandidat, Paslon 01 Benhur-Contant dinilai memiliki keunggulan dalam hal pengalaman panjang di pemerintahan dan birokrasi. Namun, muncul kekhawatiran terkait kondisi kesehatan, usia wakil, serta ucapan yang dinilai rasis dan kontroversial terhadap lawan politik.
Sementara Paslon 02 Mathius – Aryoko, mendapatkan penilaian positif terkait komitmen terhadap masyarakat adat, penguatan peran ASN dari anak asli Papua, serta pemerintahan yang bersih. Meski demikian, isu latar belakang suku, agama (mualaf) ), serta latar belakang kepolisian cagub yang menimbulkan kekhawatiran keamanan terhadap pasangan Mathius – Aryoko.
Harry menegaskan survei atau jajak pendapat JSI dilakukan secara independen dan bertujuan memberikan gambaran objektif mengenai preferensi masyarakat menjelang PSU. “Hasil ini diharapkan menjadi referensi publik dan bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan,” tandasnya.
Menurut dia, survei dilakukan pada 20–29 Juni 2025 dengan melibatkan 1.589 responden di enam wilayah pelaksanaan PSU yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Kepulauan Yapen, dan Biak Numfor. Metodologi survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error ±2,5% dan tingkat kepercayaan 95%.
Direktur JSI, Harry Khairul Anwar, menjelaskan, survei ini mengungkap partisipasi pemilih yang tinggi serta persaingan ketat antara dua paslon yakni nomor 01 Benhur Tomi Mano-Constant Karma dengan Paslon 02, Matius Fakhiri–Aryoko Alberto.
Harry mengatakan, dari hasil survei tersebut sebanyak 70% pemilih datang ke TPS saat pelaksanaan PSU Pilgub 2025. Sementara itu, 30% sisanya masih ragu atau menyatakan tidak akan hadir. Hal itu menunjukkan perlunya peningkatan sosialisasi dan partisipasi pemilih di beberapa wilayah.
Baca juga: Ketum Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo Dukung Penuh Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen di PSU Pilgub Papua
“Berdasarkan survei tersebut, diketahui sebanyak 70% responden menyatakan akan datang ke TPS saat PSU Pilgub Papua 2025," ujar Direktur JSI Harry Khairul Anwar, Kamis (31/7/2025).
Adapun preferensi paslon secara umum yakni, pasangan Matius Fakhiri-Aryoko Alberto (02) memperoleh 49,5% dukungan, disusul pasangan Benhur Tomi Mano-Constant Karma (01) dengan 44,6%, dan 5,9% responden tidak menyatakan pilihan (undecided).
Baca juga: Dukung Mathius Fakhiri-Aryoko Rumaropen di Pilkada Papua, Perindo: Semoga Bisa Fokus Bangun Daerahnya
“Paslon 02 Matius Fakhiri–Aryoko Alberto meraih dukungan 49,5%, unggul tipis dari Paslon 01 Benhur Tomi Mano–Constant Karma yang mengantongi 44,6%. Sebanyak 5,9% responden belum menentukan pilihan atau undecided,” ucap Harry.
Sementara itu, simulasi pilihan pada hari pencoblosan yakni 6 Agustus 2025, menunjukkan paslon 02 tetap unggul dengan 49,5%, Paslon 01 sebesar 44,6%, dan 5,9% tidak menjawab.
JSI juga mencatat 87% responden menyatakan pilihan mereka tidak akan berubah meskipun ada praktik politik uang, sementara 13% lainnya mengaku bisa terpengaruh.
Dari sisi persepsi publik terhadap para kandidat, Paslon 01 Benhur-Contant dinilai memiliki keunggulan dalam hal pengalaman panjang di pemerintahan dan birokrasi. Namun, muncul kekhawatiran terkait kondisi kesehatan, usia wakil, serta ucapan yang dinilai rasis dan kontroversial terhadap lawan politik.
Sementara Paslon 02 Mathius – Aryoko, mendapatkan penilaian positif terkait komitmen terhadap masyarakat adat, penguatan peran ASN dari anak asli Papua, serta pemerintahan yang bersih. Meski demikian, isu latar belakang suku, agama (mualaf) ), serta latar belakang kepolisian cagub yang menimbulkan kekhawatiran keamanan terhadap pasangan Mathius – Aryoko.
Harry menegaskan survei atau jajak pendapat JSI dilakukan secara independen dan bertujuan memberikan gambaran objektif mengenai preferensi masyarakat menjelang PSU. “Hasil ini diharapkan menjadi referensi publik dan bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan,” tandasnya.
Menurut dia, survei dilakukan pada 20–29 Juni 2025 dengan melibatkan 1.589 responden di enam wilayah pelaksanaan PSU yaitu Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Keerom, Sarmi, Kepulauan Yapen, dan Biak Numfor. Metodologi survei menggunakan multistage random sampling dengan margin of error ±2,5% dan tingkat kepercayaan 95%.
(cip)
Lihat Juga :