29 Siswa Terbaik Kalsel Ikuti LKS Dikmen 2025, Target Lima Besar Nasional
Rabu, 30 Juli 2025 - 08:22 WIB
loading...
Puluhan siswa dari berbagai provinsi, salah satunya dari SMK Marabahan, Barito Kuala, Kalsel, mengikuti lomba Administrasi Jaringan TI dalam Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Dikmen 2025 di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat. FOTO/IST
A
A
A
JAKARTA - Sebanyak 29 siswa-siswi terbaik dari berbagai sekolah di Kalimantan Selatan (Kalsel) dikirim mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) 2025. Lomba tingkat nasional yang digelar untuk ke-33 kalinya ini digelar di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Senin (28/7/2025) hingga Jumat (1/8/2025).
Ketua Kontingen LKS Kalsel, Paurina mengatakan, pada LKS Dikmen 2025, Kalsel mengikuti 25 bidang dari 37 cabang yang dilombakan. Cabang yang diikuti meliputi 3D Game Art, Teknologi Otomotif, Konstruksi Bata, Pembuatan Kabinet, CAD Bangunan, Komputasi Awan, Keamanan Siber, Instalasi Listrik, Elektronika, dan Teknologi Busana.
Selain itu, Kalsel juga mengikuti cabang Perikanan, Perawatan Kesehatan dan Sosial, Desain Grafis, Alat Berat, Administrasi Jaringan TI, Pemasangan Jaringan Informasi, Solusi Perangkat Lunak untuk Bisnis, CAD Teknik Mesin, Lanskap dan Pertamanan, Sepeda Motor, Layanan Restoran, Farmasi, Pemasangan Dinding dan Lantai, Pengelasan, serta Teknologi Web.
"Kami melihat pesaing, tapi target kami masuk lima besar nasional," kata Paurina yang juga menjabat staf Seksi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter SMK pada Disdik Kalsel ini, Rabu (30/7/2025).
Target tersebut, kata Paurian, merupakan harapan yang ingin dicapai agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Pada LKS Dikmen 2024, Kalsel masuk peringkat 9 besar nasional. Untuk mencapai target tersebut, Paurina berpesan kepada para siswa-siswi dari Kalsel untuk fokus dan terus menunjukkan prestasi terbaik.
"Bagi yang berprestasi, kami juga ada uang pembinaan bagi siswa," katanya.
Wakil Kepala SMK Negeri 2 Marabahan, Barito Kuala, Kalsel, Edward Eka Sanjaya menambahkan, pihaknya mengirim satu siswa yang mewakili lomba Administrasi Jaringan TI. Siswa tersebut merupakan juara LKS tingkat Provinsi Kalsel yang mewakili ke tingkat nasional.
"Prestasi LKS dapat dijadikan parameter refleksi pembelajaran kejuruan dalam suatu wilayah, lebih khusus dalam satu lingkungan sekolah," katanya.
Sementara itu, LKS Dikmen 2025 diikuti sebanyak 1.076 siswa dari seluruh Indonesia. Peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA, dengan total 37 cabang lomba.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti mengatakan, LKS 2025 yang menjadi bagian dari ajang talenta nasional yang diinisiasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah pembinaan karakter, pengasahan keterampilan, dan penumbuhan cita-cita generasi muda Indonesia.
LKS Dikmen 2025 juga mengalami perluasan partisipasi dengan mengikutsertakan siswa dari jalur pendidikan formal seperti SMK, SMA, dan MA. Bagi siswa SMK, tersedia jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Suharti menjelaskan juara LKS 2025 berkesempatan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara, yakni Asean Skills Competition (ASC). Ia menekankan bahwa peserta yang lolos hingga ke tahap nasional bukan siswa sembarangan.
"Mereka telah membuktikan ketekunan dan kompetensinya sejak seleksi di tingkat lokal," katanya di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).
Ketua Kontingen LKS Kalsel, Paurina mengatakan, pada LKS Dikmen 2025, Kalsel mengikuti 25 bidang dari 37 cabang yang dilombakan. Cabang yang diikuti meliputi 3D Game Art, Teknologi Otomotif, Konstruksi Bata, Pembuatan Kabinet, CAD Bangunan, Komputasi Awan, Keamanan Siber, Instalasi Listrik, Elektronika, dan Teknologi Busana.
Selain itu, Kalsel juga mengikuti cabang Perikanan, Perawatan Kesehatan dan Sosial, Desain Grafis, Alat Berat, Administrasi Jaringan TI, Pemasangan Jaringan Informasi, Solusi Perangkat Lunak untuk Bisnis, CAD Teknik Mesin, Lanskap dan Pertamanan, Sepeda Motor, Layanan Restoran, Farmasi, Pemasangan Dinding dan Lantai, Pengelasan, serta Teknologi Web.
"Kami melihat pesaing, tapi target kami masuk lima besar nasional," kata Paurina yang juga menjabat staf Seksi Peserta Didik dan Pembinaan Karakter SMK pada Disdik Kalsel ini, Rabu (30/7/2025).
Target tersebut, kata Paurian, merupakan harapan yang ingin dicapai agar bisa lebih baik dari tahun lalu. Pada LKS Dikmen 2024, Kalsel masuk peringkat 9 besar nasional. Untuk mencapai target tersebut, Paurina berpesan kepada para siswa-siswi dari Kalsel untuk fokus dan terus menunjukkan prestasi terbaik.
"Bagi yang berprestasi, kami juga ada uang pembinaan bagi siswa," katanya.
Wakil Kepala SMK Negeri 2 Marabahan, Barito Kuala, Kalsel, Edward Eka Sanjaya menambahkan, pihaknya mengirim satu siswa yang mewakili lomba Administrasi Jaringan TI. Siswa tersebut merupakan juara LKS tingkat Provinsi Kalsel yang mewakili ke tingkat nasional.
"Prestasi LKS dapat dijadikan parameter refleksi pembelajaran kejuruan dalam suatu wilayah, lebih khusus dalam satu lingkungan sekolah," katanya.
Sementara itu, LKS Dikmen 2025 diikuti sebanyak 1.076 siswa dari seluruh Indonesia. Peserta dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA, dengan total 37 cabang lomba.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Suharti mengatakan, LKS 2025 yang menjadi bagian dari ajang talenta nasional yang diinisiasi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bukan sekadar lomba, tetapi juga wadah pembinaan karakter, pengasahan keterampilan, dan penumbuhan cita-cita generasi muda Indonesia.
LKS Dikmen 2025 juga mengalami perluasan partisipasi dengan mengikutsertakan siswa dari jalur pendidikan formal seperti SMK, SMA, dan MA. Bagi siswa SMK, tersedia jalur Olimpiade Sains Nasional (OSN).
Suharti menjelaskan juara LKS 2025 berkesempatan mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi tingkat Asia Tenggara, yakni Asean Skills Competition (ASC). Ia menekankan bahwa peserta yang lolos hingga ke tahap nasional bukan siswa sembarangan.
"Mereka telah membuktikan ketekunan dan kompetensinya sejak seleksi di tingkat lokal," katanya di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Depok, Jawa Barat, Senin (28/7/2025).
(abd)
Lihat Juga :