Pemprov Maluku Utara Genjot Perekonomian lewat Konektivitas Digital
Selasa, 29 Juli 2025 - 19:18 WIB
loading...
Pemprov Maluku Utara berupaya mempercepat pemerataan konektivitas digital dan digitalisasi sebagai katalisator pertumbuhan perekonomian daerah sekaligus wilayah timur Indonesia. Foto: Ist
A
A
A
TERNATE - Pemprov Maluku Utara berupaya mempercepat pemerataan konektivitas digital dan digitalisasi sebagai katalisator pertumbuhan perekonomian daerah sekaligus wilayah timur Indonesia. Upaya itu ditempuh dengan menjalin kesepakatan bersama dengan Telkomsat di Ternate, Kamis (24/7/2025).
Kesepakatan itu ditandatangani Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf. Penandatanganan kesepakatan bersama ini menandai langkah strategis kerja sama intensif antara pemerintah daerah dan Telkomsat dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi satelit yang mendukung transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Membangun Ekonomi Jambi lewat Konektivitas Udara
Gubernur Sherly Tjoanda mengapresiasi dukungan dan komitmen Telkom Group, khususnya Telkomsat, dalam membantu memperkuat konektivitas di wilayah-wilayah terpencil melalui inisiatif CSR yang telah direalisasikan di 9 titik pada delapan kabupaten/kota.
“Uji coba yang dilakukan menunjukkan kualitas sinyal yang kuat bahkan di pulau-pulau terluar sekali pun,” ujar Sherly, Selasa (29/7/2025).
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan digitalisasi pemerintahan melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan aplikasi terintegrasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Kesepakatan ini juga mencakup dukungan untuk digitalisasi sektor pendidikan melalui penyediaan akses internet berkecepatan tinggi bagi sekolah-sekolah sehingga ditargetkan proses administrasi hingga belajar-mengajar dapat meningkat secara signifikan.
Di sektor kesehatan, kerja sama ini membuka peluang untuk mengeksplorasi pemanfaatan konektivitas satelit dalam layanan kesehatan primer, termasuk puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya guna mendukung implementasi layanan telemedicine serta sistem informasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).
Lebih jauh lagi, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan konektivitas digital bagi desa-desa nelayan. Tujuannya meningkatkan produktivitas perikanan, memperluas akses terhadap informasi pasar, serta memperkuat ekonomi maritim daerah.
Di sektor maritim dan kelautan, kerja sama ini meliputi peningkatan dukungan terhadap kegiatan navigasi, pemantauan sumber daya laut, dan pengawasan wilayah perairan Provinsi Maluku Utara.
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses. Dia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi yang telah diberikan Pemprov Maluku Utara.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menjalin kontrak dengan pihaknya untuk peningkatan kualitas Base Transceiver Station (BTS) di Maluku Utara. Dari total 412 BTS yang ada, sebanyak 275 di antaranya telah dikontrakkan untuk ditingkatkan, sementara 137 lainnya masih dalam kondisi blank spot.
"Melalui kolaborasi strategis ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pemerataan konektivitas di Indonesia dan Provinsi Maluku Utara khususnya," ucapnya.
Kesepakatan itu ditandatangani Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf. Penandatanganan kesepakatan bersama ini menandai langkah strategis kerja sama intensif antara pemerintah daerah dan Telkomsat dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi satelit yang mendukung transformasi digital di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Baca juga: Membangun Ekonomi Jambi lewat Konektivitas Udara
Gubernur Sherly Tjoanda mengapresiasi dukungan dan komitmen Telkom Group, khususnya Telkomsat, dalam membantu memperkuat konektivitas di wilayah-wilayah terpencil melalui inisiatif CSR yang telah direalisasikan di 9 titik pada delapan kabupaten/kota.
“Uji coba yang dilakukan menunjukkan kualitas sinyal yang kuat bahkan di pulau-pulau terluar sekali pun,” ujar Sherly, Selasa (29/7/2025).
Kerja sama ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan digitalisasi pemerintahan melalui implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan aplikasi terintegrasi yang bertujuan meningkatkan efektivitas pelayanan publik.
Kesepakatan ini juga mencakup dukungan untuk digitalisasi sektor pendidikan melalui penyediaan akses internet berkecepatan tinggi bagi sekolah-sekolah sehingga ditargetkan proses administrasi hingga belajar-mengajar dapat meningkat secara signifikan.
Di sektor kesehatan, kerja sama ini membuka peluang untuk mengeksplorasi pemanfaatan konektivitas satelit dalam layanan kesehatan primer, termasuk puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya. Tujuannya guna mendukung implementasi layanan telemedicine serta sistem informasi kesehatan berbasis kecerdasan buatan atau AI (Artificial Intelligence).
Lebih jauh lagi, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendukung pengembangan konektivitas digital bagi desa-desa nelayan. Tujuannya meningkatkan produktivitas perikanan, memperluas akses terhadap informasi pasar, serta memperkuat ekonomi maritim daerah.
Di sektor maritim dan kelautan, kerja sama ini meliputi peningkatan dukungan terhadap kegiatan navigasi, pemantauan sumber daya laut, dan pengawasan wilayah perairan Provinsi Maluku Utara.
Direktur Utama Telkomsat Lukman Hakim Abd Rauf mengatakan, kerja sama ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan infrastruktur digital nasional, khususnya di wilayah-wilayah yang masih menghadapi keterbatasan akses. Dia juga menyampaikan apresiasi atas kesempatan kolaborasi yang telah diberikan Pemprov Maluku Utara.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) telah menjalin kontrak dengan pihaknya untuk peningkatan kualitas Base Transceiver Station (BTS) di Maluku Utara. Dari total 412 BTS yang ada, sebanyak 275 di antaranya telah dikontrakkan untuk ditingkatkan, sementara 137 lainnya masih dalam kondisi blank spot.
"Melalui kolaborasi strategis ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendorong pemerataan konektivitas di Indonesia dan Provinsi Maluku Utara khususnya," ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :