Kisah Inspiratif Faiz Dwi Putra, Hafiz Qur'an yang Ikut Seleksi Calon Taruna Akpol
Selasa, 29 Juli 2025 - 09:28 WIB
loading...
Ratusan muda-mudi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi tingkat pusat Calon Taruna Akpol di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di antara mereka, ada seorang hafiz Quran, Faiz Dwi Putra Sudarsa. Foto/Istimewa
A
A
A
SEMARANG - Ratusan muda-mudi dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti seleksi tingkat pusat Calon Taruna Akademi Kepolisian ( Akpol ) di Kota Semarang, Jawa Tengah. Di antara mereka, ada seorang hafiz Qur'an. Namanya, Faiz Dwi Putra Sudarsa, asal Padang, Sumatera Barat.
"Ini kedua kalinya coba ikut seleksi Taruna Akpol," kata Faiz di Markas Akpol, Kota Semarang, Senin (28/7/2025) malam.
Ada cerita unik yang mengantarkan Faiz jadi penghafal Al-Qur'an . Saat pandemi Covid-19 melanda, dirinya merasa bosan di rumah saja. Alhasil, saat itu dia lebih banyak berinteraksi lewat telepon seluler (ponsel).
Namun, aktivitas itu lama-lama membosankan. Tak hanya itu, ibunya juga terus memperhatikan. Akhirnya, sang ibu membuat aturan. Jika Faiz ingin bermain ponsel 30 menit, ada syaratnya, yakni harus mampu menghafal satu halaman Al-Qur'an.
"Akhirnya saya mendalami dan menghafalnya," ujarnya.
Tak berhenti sampai di situ, Faiz akhirnya melanjutkan dengan memperdalam hafalan di sebuah rumah tahfiz. Dalam sepekan, Faiz tiga kali belajar, rutin menghafal. "Sampai saat ini sudah hafal 8 juz Qur'an," katanya.
Baca Juga: Penerimaan Polri Ada Jalur Santri dan Hafiz Quran, Apa Alasannya?
Menghafal Al-Qur'an, sebutnya, ternyata punya manfaat positif luar biasa. Dia mencontohkan, sebelumnya susah memahami matematika. Namun, seiring aktivitas positifnya menghafal Qur'an, semuanya dirasa Faiz jadi mudah hingga akhirnya bisa menyabet juara Olimpiade Matematika.
"Sejak masuk tahfiz, mulai juara-juara (aneka perlombaan) di SMA, dulu saya sekolah di SMAN 1 Padang. Sejak rutin menghafal Qur'an, rasanya urusan jadi mudah," ujarnya.
Lulus SMA, dia melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Komputasi. Namun, berkuliah di ITB ternyata bukan cita-cita utamanya.
Cita-citanya adalah menjadi polisi yang bertugas menangani kejahatan siber. Sebab itu, sebelum masuk ITB, dia pernah sekali mencoba mendaftar seleksi Taruna Akpol, tapi gagal. Akhirnya, Faiz mengambil kuliah di ITB.
Ketika pendaftaran Akpol kembali dibuka, Faiz mencoba kedua kalinya dan berhasil lolos dari tingkat daerah. Dia berharap kali ini bisa lolos hingga seleksi tingkat akhir, menjadi taruna Akpol dan berdinas sebagai perwira polisi.
"Dengan modal hafiz Qur'an ini jadi pegangan integritas saat bertugas nanti jika saya lolos. Orang tua mendukung penuh pilihan saya. Ibu saya berpesan harus selalu menjaga hafalan Qur'an," tandasnya.
"Ini kedua kalinya coba ikut seleksi Taruna Akpol," kata Faiz di Markas Akpol, Kota Semarang, Senin (28/7/2025) malam.
Ada cerita unik yang mengantarkan Faiz jadi penghafal Al-Qur'an . Saat pandemi Covid-19 melanda, dirinya merasa bosan di rumah saja. Alhasil, saat itu dia lebih banyak berinteraksi lewat telepon seluler (ponsel).
Namun, aktivitas itu lama-lama membosankan. Tak hanya itu, ibunya juga terus memperhatikan. Akhirnya, sang ibu membuat aturan. Jika Faiz ingin bermain ponsel 30 menit, ada syaratnya, yakni harus mampu menghafal satu halaman Al-Qur'an.
"Akhirnya saya mendalami dan menghafalnya," ujarnya.
Tak berhenti sampai di situ, Faiz akhirnya melanjutkan dengan memperdalam hafalan di sebuah rumah tahfiz. Dalam sepekan, Faiz tiga kali belajar, rutin menghafal. "Sampai saat ini sudah hafal 8 juz Qur'an," katanya.
Baca Juga: Penerimaan Polri Ada Jalur Santri dan Hafiz Quran, Apa Alasannya?
Menghafal Al-Qur'an, sebutnya, ternyata punya manfaat positif luar biasa. Dia mencontohkan, sebelumnya susah memahami matematika. Namun, seiring aktivitas positifnya menghafal Qur'an, semuanya dirasa Faiz jadi mudah hingga akhirnya bisa menyabet juara Olimpiade Matematika.
"Sejak masuk tahfiz, mulai juara-juara (aneka perlombaan) di SMA, dulu saya sekolah di SMAN 1 Padang. Sejak rutin menghafal Qur'an, rasanya urusan jadi mudah," ujarnya.
Lulus SMA, dia melanjutkan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jurusan Sistem dan Teknologi Informasi Fakultas Sekolah Teknik Elektro dan Informatika Komputasi. Namun, berkuliah di ITB ternyata bukan cita-cita utamanya.
Cita-citanya adalah menjadi polisi yang bertugas menangani kejahatan siber. Sebab itu, sebelum masuk ITB, dia pernah sekali mencoba mendaftar seleksi Taruna Akpol, tapi gagal. Akhirnya, Faiz mengambil kuliah di ITB.
Ketika pendaftaran Akpol kembali dibuka, Faiz mencoba kedua kalinya dan berhasil lolos dari tingkat daerah. Dia berharap kali ini bisa lolos hingga seleksi tingkat akhir, menjadi taruna Akpol dan berdinas sebagai perwira polisi.
"Dengan modal hafiz Qur'an ini jadi pegangan integritas saat bertugas nanti jika saya lolos. Orang tua mendukung penuh pilihan saya. Ibu saya berpesan harus selalu menjaga hafalan Qur'an," tandasnya.
(zik)
Lihat Juga :