Kompolnas Ungkap Penyebab Pengusutan Kematian Diplomat Kemlu Makan Waktu Lama
Senin, 28 Juli 2025 - 17:22 WIB
loading...
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menjelaskan, penyelidikan yang mendalam untuk mengetahui penyebab kematian dari Arya Daru jadi alasan pengusutan memakan waktu lama. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional ( Kompolnas ) mengungkap mengapa pengusutan kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangayunan atau ADP (39) berlangsung lama. Hal itu lantaran perlu penyelidikan mendalam untuk mengungkap kasus tersebut.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menjelaskan, perlu penyelidikan yang mendalam untuk mengetahui penyebab kematian dari Arya Daru.
“Jadi gini, kenapa waktunya lama? Misal kemarin ada janji sepekan dan sebagainya, kelar dan sebagainya. Karena memang pada akhirnya yang ditelusuri sangat kompleks, sangat banyak,” kata Anam, Senin (28/7/2025).
“Dari rekam jejak digital, banyak variasi yang akhirnya ditemukan dan didalami dan ditemukan. Kemudian dari segi autopsi, banyak item autopsi yang semakin lama semakin dibuka lebih terang dan lebih kompleks,” sambung dia.
Baca juga: Isi Chat di Ponsel Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang Tewas Terlilit Lakban Terungkap
Tak hanya itu, latar belakang dari Arya Daru turut didalami oleh penyelidik Polda Metro Jaya sehingga kasus ini terungkap secara jelas.
“Itulah yang membuat proses penanganan ini membutuhkan waktu yang lebih panjang, nah pertanyaannya, apakah waktu yang panjang ini yang diambil oleh Polda Metro Jaya, itu buang-buang waktu ataukah waktu yang substansial? Per hari ini kami lihat rekam jejak kerjanya, itu bukan waktu yang sia-sia tapi substansial,” ungkapnya.
Baca juga: Gelar Perkara Tewasnya Diplomat Arya Daru Pangayunan, Kompolnas: Penyebab Kematiannya Sudah Jelas!
“Karena waktu per waktu ada pergerakan pendalaman, hari per hari semakin jelas apa peristiwanya dan bagaimana rekam jejaknya, dan apa yang mereka dapat,” jelas dia.
Di sisi lain, Anam menyampaikan penyebab kematian dari Arya Daru sudah semakin jelas. "Hari ini peristiwanya kemarin terang, dan tadi semakin terang. Nah, habis itu penyebab kematiannya juga udah jelas," jelas dia.
Sebagai informasi, korban Arya Daru Pangayunan atau ADP (39) ditemukan pertama kali pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 08.30 pagi. Ia ditemukan tewas dengan kondisi terlilit lakban.
Komisioner Kompolnas, Choirul Anam menjelaskan, perlu penyelidikan yang mendalam untuk mengetahui penyebab kematian dari Arya Daru.
“Jadi gini, kenapa waktunya lama? Misal kemarin ada janji sepekan dan sebagainya, kelar dan sebagainya. Karena memang pada akhirnya yang ditelusuri sangat kompleks, sangat banyak,” kata Anam, Senin (28/7/2025).
“Dari rekam jejak digital, banyak variasi yang akhirnya ditemukan dan didalami dan ditemukan. Kemudian dari segi autopsi, banyak item autopsi yang semakin lama semakin dibuka lebih terang dan lebih kompleks,” sambung dia.
Baca juga: Isi Chat di Ponsel Diplomat Kemlu Arya Daru Pangayunan yang Tewas Terlilit Lakban Terungkap
Tak hanya itu, latar belakang dari Arya Daru turut didalami oleh penyelidik Polda Metro Jaya sehingga kasus ini terungkap secara jelas.
“Itulah yang membuat proses penanganan ini membutuhkan waktu yang lebih panjang, nah pertanyaannya, apakah waktu yang panjang ini yang diambil oleh Polda Metro Jaya, itu buang-buang waktu ataukah waktu yang substansial? Per hari ini kami lihat rekam jejak kerjanya, itu bukan waktu yang sia-sia tapi substansial,” ungkapnya.
Baca juga: Gelar Perkara Tewasnya Diplomat Arya Daru Pangayunan, Kompolnas: Penyebab Kematiannya Sudah Jelas!
“Karena waktu per waktu ada pergerakan pendalaman, hari per hari semakin jelas apa peristiwanya dan bagaimana rekam jejaknya, dan apa yang mereka dapat,” jelas dia.
Di sisi lain, Anam menyampaikan penyebab kematian dari Arya Daru sudah semakin jelas. "Hari ini peristiwanya kemarin terang, dan tadi semakin terang. Nah, habis itu penyebab kematiannya juga udah jelas," jelas dia.
Sebagai informasi, korban Arya Daru Pangayunan atau ADP (39) ditemukan pertama kali pada Selasa, 8 Juli 2025 pukul 08.30 pagi. Ia ditemukan tewas dengan kondisi terlilit lakban.
(cip)
Lihat Juga :