Pramono Kantongi Data ASN Jakarta Pemain Judi Online
Sabtu, 26 Juli 2025 - 23:55 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku ada aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terindikasi melakukan aktivitas judi online (judol). Foto/Jonathan Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengaku ada aparatur sipil negara (ASN) di Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang terindikasi melakukan aktivitas judi online (judol). Pramono mengaku mengantongi datanya.
"Jadi ada datanya, tetapi saya minta didetailkan," kata Pramono kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025).
Pramono telah berkoordinasi kepada Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Biro Kepegawaian. Ia meminta agar ASN itu diberikan warning jika sekarang sudah terdeteksi.
Baca juga: Parah! 15 Ribu Warga Jakarta Penerima Bansos Main Judi Online, Total Transaksi Rp67 Miliar
"Saya minta ASN itu oleh inspektorat dan juga oleh Biro Kepegawaian diberikan warning terlebih dahulu," ujar dia.
Pramono mengaku upaya peringatan terlebih dahulu dilakukan agar keputusan yang dihasilkan tidak dinilai gegabah.
"Karena saya nggak mau kemudian mengambil tindakan yang gegabah untuk itu," pungkasnya.
Baca juga: Rano Karno Ungkap Tawuran di Jakarta Kadang-kadang Disetting: Ada juga yang Dibiayai
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 ribu lebih warga Jakarta penerima bantuan sosial (bansos) teridentifikasi bermain judi online (judol) sepanjang 2024. Jumlah transaksi judi online yang mereka lakukan mencapai Rp67 miliar.
Temuan itu disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana. Ivan awalnya memaparkan jumlah total pemain judi online yang tercatat sebagai warga Jakarta.
"Berdasarkan data PPATK terdapat 602.419 orang warga Jakarta yang mencakup 5 kota dan 1 kabupaten yang teridentifikasi sebagai pemain judi online pada periode tahun 2024. Total nominal transaksi deposit judi online mencapai Rp3,12 Triliun dalam 17,5 juta kali transaksi," kata Ivan dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).
"Jadi ada datanya, tetapi saya minta didetailkan," kata Pramono kepada wartawan, Sabtu (26/7/2025).
Pramono telah berkoordinasi kepada Inspektorat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hingga Biro Kepegawaian. Ia meminta agar ASN itu diberikan warning jika sekarang sudah terdeteksi.
Baca juga: Parah! 15 Ribu Warga Jakarta Penerima Bansos Main Judi Online, Total Transaksi Rp67 Miliar
"Saya minta ASN itu oleh inspektorat dan juga oleh Biro Kepegawaian diberikan warning terlebih dahulu," ujar dia.
Pramono mengaku upaya peringatan terlebih dahulu dilakukan agar keputusan yang dihasilkan tidak dinilai gegabah.
"Karena saya nggak mau kemudian mengambil tindakan yang gegabah untuk itu," pungkasnya.
Baca juga: Rano Karno Ungkap Tawuran di Jakarta Kadang-kadang Disetting: Ada juga yang Dibiayai
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 15 ribu lebih warga Jakarta penerima bantuan sosial (bansos) teridentifikasi bermain judi online (judol) sepanjang 2024. Jumlah transaksi judi online yang mereka lakukan mencapai Rp67 miliar.
Temuan itu disampaikan Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana. Ivan awalnya memaparkan jumlah total pemain judi online yang tercatat sebagai warga Jakarta.
"Berdasarkan data PPATK terdapat 602.419 orang warga Jakarta yang mencakup 5 kota dan 1 kabupaten yang teridentifikasi sebagai pemain judi online pada periode tahun 2024. Total nominal transaksi deposit judi online mencapai Rp3,12 Triliun dalam 17,5 juta kali transaksi," kata Ivan dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2025).
(rca)
Lihat Juga :