Rano Karno Ungkap Tawuran di Jakarta Kadang-kadang Disetting: Ada juga yang Dibiayai
Sabtu, 26 Juli 2025 - 20:48 WIB
loading...
Tawuran remaja pecah di Jalan Dr Saharjo, Menteng Atas, Setiabudi, Jakarta Selatan pecah di dua lajur arah Tebet dan Manggarai, pada Jumat (20/6/2025) sore. Foto/Muhammad Refi Sandi
A
A
A
JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno mengaku telah mendapat informasi adanya tawuran di Jakarta kerap direkayasa bahkan ada yang membiayai. Untuk itu, kata dia, pihaknya tengah menyiapkan aturan untuk menangkal tawuran tersebut.
"Kita sedang menyikapi, sehingga sudah sangat dibutuhkan Pergub tentang bagaimana masayarakat menjaga Jakarta," kata Rano saat ditemui di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/7/2025).
Bang Doel, sapaan akrabnya, menilai peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menangkal tawuran. Apalagi, kata dia, sejumlah insiden tawuran di Jakarta telah direkayasa dan dibayar.
Baca juga: Tawuran Pecah di Jalan Saharjo Arah Tebet, Arus Lalu Lintas Lumpuh
"Sebagai informasi dari misalnya Forkopimda, tawuran di Jakarta ini malah kadang-kadang memang di-setting, dan bahkan bahasanya ada juga yang dibiayai. Nah ini yang berbahaya," tutur Bang Doel.
"Sehingga mereka punya jadwal untuk bertarung, untuk berantem. Ini bahaya sebetulnya situasi seperti ini. Dan itu kita sadar, harus ada penetrasi khusus untuk pendekatan itu," imbuhnya.
Bang Doel pun mengaku, Pergub terkait tawuran masih dalam pembahasan dan kajian. "Baru kemarin dibahas, belum digodok, baru dijadikan satu bahan kajian,” pungkasnya.
"Kita sedang menyikapi, sehingga sudah sangat dibutuhkan Pergub tentang bagaimana masayarakat menjaga Jakarta," kata Rano saat ditemui di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan, Sabtu (26/7/2025).
Bang Doel, sapaan akrabnya, menilai peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk menangkal tawuran. Apalagi, kata dia, sejumlah insiden tawuran di Jakarta telah direkayasa dan dibayar.
Baca juga: Tawuran Pecah di Jalan Saharjo Arah Tebet, Arus Lalu Lintas Lumpuh
"Sebagai informasi dari misalnya Forkopimda, tawuran di Jakarta ini malah kadang-kadang memang di-setting, dan bahkan bahasanya ada juga yang dibiayai. Nah ini yang berbahaya," tutur Bang Doel.
"Sehingga mereka punya jadwal untuk bertarung, untuk berantem. Ini bahaya sebetulnya situasi seperti ini. Dan itu kita sadar, harus ada penetrasi khusus untuk pendekatan itu," imbuhnya.
Bang Doel pun mengaku, Pergub terkait tawuran masih dalam pembahasan dan kajian. "Baru kemarin dibahas, belum digodok, baru dijadikan satu bahan kajian,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :