Festival Kali Brantas, Petik Tirta Amerta di Titik 0 Sumber Brantas Jadi Pembuka

Sabtu, 26 Juli 2025 - 18:36 WIB
loading...
Festival Kali Brantas,...
Petik Tirta Amerta digelar di Titik Nol Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu, Jumat (25/07/2025). Kegiatan ini menjadi penanda pembukaan Festival Kali Brantas #4. Foto/Dok. SindoNews
A A A
BATU - Petik Tirta Amerta digelar di Titik Nol Sumber Brantas, Arboretum Kota Batu, Jumat (25/07/2025). Kegiatan yang berlangsung khidmat nan sarat makna ini menjadi penanda pembukaan Festival Kali Brantas #4, sebuah perayaan budaya dan ekologi yang digagas budayawan Malang Isa Wahyudi.

Isa mengungkap, ritual Petik Tirta Amerta yang dilaksanakan bertepatan dengan penghujung bulan Suro ini tak sekadar seremoni. Lebih dari itu, ini sebagai bentuk penghormatan pada sumber kehidupan air yang mengaliri Sungai Brantas yang melintasi 14 Kota kabupaten sebagai urat nadi Jawa Timur. Baca juga: Gelar Festival ke-8, Kampung Budaya Polowijen Jadi Episentrum Seni Budaya Topeng Malang

Budayawan Malang, Mbah Karjo mengatakan, dalam mitologi Jawa dan Hindu, Tirta Amerta bermakna “air kehidupan”, yang dipercaya memberi kekuatan, kejernihan, dan umur panjang. "Jadi, memetik Tirta Amerta dari mata air utama adalah simbol pengambilan sumber suci kehidupan, sebagai bentuk syukur dan permohonan restu dari alam semesta," ujar Mbah Karjo yang juga dalang wayang suket.

Gelaran Petik Tirta Amerta di sumber Brantas dipandu para tokoh budaya dari Kota Batu, yakni Ki Lelono, dan Bu Umie Solekan yang membuka sumber mata air dengan mantra sasi mimba, haning data, nedhi tirta, banyu dzat sira, huripa. "Artinya, dalam bulan penyucian saat keheningan hadir kami memohon air suci, sebab air adalah zat-Mu sumber kehidupan sejati," ujar Ki Lelono.

Isa Wahyudi yang beken disapa Ki Demang menuturkan, sungai Brantas adalah nadi utama kehidupan Jawa Timur. Mengawali rangkaian Festival Kali Brantas dari hulu, dimaksudkan bahwa perawatan lingkungan harus dimulai dari sumbernya. "Jika sumber airnya dimuliakan dan dijaga, maka aliran kehidupan di hilir pun akan bersih dan berkelanjutan," kata penggagas Kampung Budaya Polowijen itu.

Ia menambahkan, Petik Tirta bukan hanya pelestarian tradisi , tapi juga ajakan untuk membangun etika lingkungan baru yang bersandar pada kearifan lama. "Ritual ini menjadi platform budaya untuk membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga air adalah menjaga masa depan," imbuhnya.

Festival Kali Brantas yang diinisiasi Pokdarwis Kota Malang rutin digelar setiap tahun, dimulai sejak 2022. Hal ini merupakan wujud kolaborasi budaya dan pelestarian lingkungan secara kolaboratif.

Seperti tahun sebelumnya, pada 2025 ini Festival Kali Brantas diselenggarakan di tujuh kampung tematik Kota Malang, yaitu: Kampung Keramik Dinoyo, Kampung Grabah Penanggungan, Kampung Putih Klojen, Kampung Biru Arema Kidul Dalem, Kampung Tridi Kesatrian, Kampung Warna Warni Jodipan, dan Kampung Lampion Jodipan.

Rangkaian festival akan berlanjut pada Sabtu (26/7/2025) di Kampung Grabah Penanggungan dengan acara Kenduren dan Larung Sesaji Kali Brantas. Dilanjutkan Sarasehan Kali Brantas yang melibatkan tokoh masyarakat, aktivis lingkungan, dan seniman lokal.

"Puncak acara pada Minggu (27/7/2025), tujuh kampung akan serempak menggelar Gugur Gunung Rijik-Rijik Kali Brantas, sebuah aksi bersih-bersih sungai Brantas secara gotong royong sebagai simbol peringatan Hari Sungai Nasional," kata Ki Demang.

Kampung Biru Arema akan menyuguhkan Petunjukan Musik "Nyanyian Arema Kali Brantas". Di Kampung Warna Warni, siang harinya akan berlangsung Kampanye Kali Brantas dalam bentuk tarian dan nyanyian kolaborasi dari Kampung Putih dan Kampung Lampion. Baca juga: Benteng Canggu, Simbol Kekuatan Kerajaan Singasari di Sungai Brantas

Tak kalah menarik, Kampung Keramik Dinoyo dan Kampung Grabah Penanggungan menyuguhkan Dolanan Lempung Brantas, permainan tradisional berbahan tanah liat sebagai simbol kesuburan dan ekologi. Kampung Tridi akan menggelar Nyadran Kali Brantas.

Sementara Ruwatan Kali Brantas akan digelar malam hari di Kampung Warna Warni, menampilkan Wayang Topeng "Ronggeng Kali Brantas" dari Kampung Budaya Polowijen. "Festival Kali Brantas #4 menjadi ruang kolektif untuk menyuarakan pentingnya menjaga sungai sebagai warisan budaya dan sumber kehidupan. Dengan semangat gotong royong, budaya, dan kreativitas warga kampung, sungai Brantas tak hanya dirawat, tetapi dimuliakan," tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
Desa Les Bali Sukses...
Desa Les Bali Sukses Padukan Wisata dan Pelestarian Alam lewat Program DSA
Parapuar 2026 Hadirkan...
Parapuar 2026 Hadirkan Senja, Budaya dan Musik di Labuan Bajo
Pendidikan Dinilai Kunci...
Pendidikan Dinilai Kunci Pelestarian Budaya, Yulius Aho Salurkan Beasiswa
Lebaran Betawi Kampung...
Lebaran Betawi Kampung Tanah 80 Klender Lestarikan Budaya dan Perkuat Kebersamaan
Konser Hey Slank di...
Konser Hey Slank di Malang: Gebrakan Social Movements ala HS
Kementerian Kebudayaan...
Kementerian Kebudayaan Tetapkan 514 Warisan Budaya Takbenda Indonesia
HGI dan PORDI Sukses...
HGI dan PORDI Sukses Selenggarakan Turnamen Domino Digital Perdana
Peringati Hari Wayang...
Peringati Hari Wayang Nasional, Senawangi Dorong Pekerja Seni Bangun Ketahanan Budaya
Rekomendasi
Ini Daftar Hakim yang...
Ini Daftar Hakim yang Bakal Mengadili Dokter Tifa dan Roy Suryo
Bareskrim Limpahkan...
Bareskrim Limpahkan Laporan Terhadap Grace Natalie, Ade Armando dan Abu Janda ke Polda Metro Jaya
Rusia Klaim Senjata...
Rusia Klaim Senjata Nuklir Jadi Satu-satunya Jaminan pada Perang Global, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Jaga Masa Depan, Pureco...
Jaga Masa Depan, Pureco dan LindungiHutan Tanam 300 Mangrove di Wonorejo
Momen Riuh di Gorontalo,...
Momen Riuh di Gorontalo, Massa Kompak Teriakkan Nama Seskab Teddy di Depan Presiden Prabowo
Mantan Kapolres Bima...
Mantan Kapolres Bima Terima Dana dari Bandar Narkoba, Pengacara: Tuduhan Mengada-ada
DPC Rampung di 9 Kecamatan,...
DPC Rampung di 9 Kecamatan, Partai Perindo Tubaba Tancap Gas Bentuk DPRt
Digugat Roy Suryo soal...
Digugat Roy Suryo soal Penggeledahan, Polda Metro Jaya Siap Hadir
BNPP Perkuat Pengawasan...
BNPP Perkuat Pengawasan Perbatasan RI-Timor Leste via Survei Pengendalian Jalur Tak Resmi di Belu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved