HIPMI Sultra dan SPKS Berikan Asuransi Perlindungan Kecelakaan Bagi Petani Sawit
Jum'at, 25 Juli 2025 - 12:57 WIB
loading...
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra Triawan Rizbar Taha mengatakan, bersama SPKS memberikan asuransi perlindungan bagi petani sawit. Foto/istimewa
A
A
A
SULTRA - BPD HIPMI Sultra, Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), dan PT Asuransi Jasindo memberikan asuransi kecelakaan kepada petani sawit di Sulawesi Tenggara (Sultra). Hal itu untuk menunjang produktivitas petani dan pelaku UMKM sektor kelapa sawit.
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra Triawan Rizbar Taha menyampaikan, sektor kelapa sawit memiliki prospek yang sangat menjanjikan di wilayah ini. “HIPMI berpandangan tanaman kelapa sawit telah menjadi investasi menjanjikan, termasuk di Sulawesi Tenggara," ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Hal ini berdasarkan fakta bahwa setelah kelapa sawit ditanam, hanya dibutuhkan waktu sekitar empat tahun bagi pohon kelapa sawit untuk menghasilkan buah yang siap untuk panen.
Baca juga: Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik
"Ini berarti setiap pohon kelapa sawit akan terus menghasilkan buah selama kurang lebih 30 tahun, sambil terus tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 12 meter. Apalagi di Sultra masih banyaknya lahan tidur yang potensial untuk dimanfaatkan menjadi lahan sawit,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara 2024 dari Simdata Sultraprov, tercatat 11.337 Kepala Keluarga (KK) terlibat dalam budidaya kelapa sawit di Sulawesi Tenggara. Mayoritas dari mereka merupakan petani kecil dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya tersentuh program pendampingan dan perlindungan yang memadai.
Baca juga: SPKS Kolaborasi Laksanakan Program Petani Sawit Terampil
Ketua Umum BPD HIPMI Sultra Triawan Rizbar Taha menyampaikan, sektor kelapa sawit memiliki prospek yang sangat menjanjikan di wilayah ini. “HIPMI berpandangan tanaman kelapa sawit telah menjadi investasi menjanjikan, termasuk di Sulawesi Tenggara," ujarnya, Jumat (25/7/2025).
Hal ini berdasarkan fakta bahwa setelah kelapa sawit ditanam, hanya dibutuhkan waktu sekitar empat tahun bagi pohon kelapa sawit untuk menghasilkan buah yang siap untuk panen.
Baca juga: Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik
"Ini berarti setiap pohon kelapa sawit akan terus menghasilkan buah selama kurang lebih 30 tahun, sambil terus tumbuh hingga mencapai ketinggian sekitar 12 meter. Apalagi di Sultra masih banyaknya lahan tidur yang potensial untuk dimanfaatkan menjadi lahan sawit,” ungkapnya.
Berdasarkan data sementara 2024 dari Simdata Sultraprov, tercatat 11.337 Kepala Keluarga (KK) terlibat dalam budidaya kelapa sawit di Sulawesi Tenggara. Mayoritas dari mereka merupakan petani kecil dan pelaku UMKM yang belum sepenuhnya tersentuh program pendampingan dan perlindungan yang memadai.
Baca juga: SPKS Kolaborasi Laksanakan Program Petani Sawit Terampil
Lihat Juga :