Tragedi Pesta Rakyat Garut, Polda Jabar Klarifikasi soal Dedi Mulyadi Tak Ada di Lokasi
Rabu, 23 Juli 2025 - 10:42 WIB
loading...
Polda Jabar mengklarifikasi soal keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat makan gratis Pesta Rakyat Garut
A
A
A
BANDUNG - Polda Jabar mengklarifikasi soal keberadaan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat makan gratis Pesta Rakyat Garut pada Jumat, 18 Juli 2025. Dalam klarifikasi, Polda Jabar memastikan Dedi Mulyadi tidak berada di lokasi saat tragedi terjadi.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Syifa korban luka yang dirawat di RSUD Slamet Garut, yang saat kejadian memang datang ingin bertemu dengan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi atau KDM, dan Wabup Garut.
"Akan tetapi, karena banyaknya orang yang datang, kejadian itu tidak terhidarkan. Syifa mengira-ngira KDM ada di pendopo, ternyata salah," katanya, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Dedi Mulyadi Klaim Tak Hadiri Pesta Rakyat Maut Nikahan Anaknya
Kombes Pol Hendra menyatakan, berita yang menyatakan KDM saat kejadian berada di lokasi, tidak benar. Ternyata keterangan dari Syifa, saat diwawancara oleh Humas Polda Jabar via telepon, mengira KDM ada di Pendopo Garut.
"Setelah diklarifiskasi sesungguhnya KDM pada hari Jumat 18 Juli 2025 jam 13.00, dalam perjalanan menuju Trans Studio, tidak berada di Garut. Syifa dan korban lainnya juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan KDM dan Kapolda Jabar saat berada di RSUD Garut," ucapnya.
Baca juga: 20 Jenderal Polisi Tinggalkan Korps Bhayangkara usai Dimutasi Kapolri pada Juni 2025, Ini Namanya
Ditreskrimum Polda telah meminta keterangan dari 11 saksi tragedi Pesta Rakyat Garut. Pemeriksaan para saksi berlangsung di Polres Garut. "Polres Garut telah memeriksa 11 saksi untuk dimintai keterangan terkait aksi dorong dan terinjak-injaknya massa yang mau masuk ke Pendopo Kabupaten Garut," katanya.
Kombes Pol Hendra mengatakan, rencana tindak lanjut dari pemeriksaan tersebut adalah membuat surat undangan klarifikasi kepada Asisten Administrasi Umum Pemkab Garut, 5 anggota Polisi, Kasat Pol PP, GP WO, NAW WO, Vendor MEGUNESIA, orang tua korban, dan warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, Syifa korban luka yang dirawat di RSUD Slamet Garut, yang saat kejadian memang datang ingin bertemu dengan Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi atau KDM, dan Wabup Garut.
"Akan tetapi, karena banyaknya orang yang datang, kejadian itu tidak terhidarkan. Syifa mengira-ngira KDM ada di pendopo, ternyata salah," katanya, Rabu (23/7/2025).
Baca juga: Dedi Mulyadi Klaim Tak Hadiri Pesta Rakyat Maut Nikahan Anaknya
Kombes Pol Hendra menyatakan, berita yang menyatakan KDM saat kejadian berada di lokasi, tidak benar. Ternyata keterangan dari Syifa, saat diwawancara oleh Humas Polda Jabar via telepon, mengira KDM ada di Pendopo Garut.
"Setelah diklarifiskasi sesungguhnya KDM pada hari Jumat 18 Juli 2025 jam 13.00, dalam perjalanan menuju Trans Studio, tidak berada di Garut. Syifa dan korban lainnya juga menyampaikan terima kasih atas kunjungan KDM dan Kapolda Jabar saat berada di RSUD Garut," ucapnya.
Baca juga: 20 Jenderal Polisi Tinggalkan Korps Bhayangkara usai Dimutasi Kapolri pada Juni 2025, Ini Namanya
Ditreskrimum Polda telah meminta keterangan dari 11 saksi tragedi Pesta Rakyat Garut. Pemeriksaan para saksi berlangsung di Polres Garut. "Polres Garut telah memeriksa 11 saksi untuk dimintai keterangan terkait aksi dorong dan terinjak-injaknya massa yang mau masuk ke Pendopo Kabupaten Garut," katanya.
Kombes Pol Hendra mengatakan, rencana tindak lanjut dari pemeriksaan tersebut adalah membuat surat undangan klarifikasi kepada Asisten Administrasi Umum Pemkab Garut, 5 anggota Polisi, Kasat Pol PP, GP WO, NAW WO, Vendor MEGUNESIA, orang tua korban, dan warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
(cip)
Lihat Juga :