Dendam Membara, Jayakatwang dan Arya Wiraraja Bersekongkol Habisi Riwayat Kerajaan Singasari
Rabu, 23 Juli 2025 - 07:42 WIB
loading...
Jayakatwang dan Arya Wiraraja bersekongkol habisi riwayat Kerajaan Singasari. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Jayakatwang melakukan pemberontakan ke Kerajaan Singasari di bawah rajanya Kertanagara. Saat itu memang Kertanagara konon sempat berseberangan dengan beberapa petinggi kerajaan dan pejabat di daerah. Salah satu korbannya yakni Arya Wiraraja yang akhirnya dicopot dari pejabat istana dan dibuang ke daerah.
Arya Wiraraja pula yang akhirnya memberikan bisikan ke Jayakatwang yang juga tidak suka dengan Kertanagara untuk memberontak. Arya Wiraraja sendiri dahulunya merupakan pejabat tinggi di Istana Singasari. Tetapi beberapa kali kebijakan dan pendapatnya berseberangan dengan Kertanagara yang menjadi raja.
Alhasil itu membuat Arya Wiraraja juga dimutasi jabatannya menjadi Adipati di Madura. Di sisi lain, dendam Jayakatwang diketahui betul oleh Arya Wiraraja. Jayakatwang memang yang menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang masih menyimpan dendam dari leluhurnya Kertajaya yang telah dikalahkan oleh leluhur Kertanagara, yakni Ken Arok.
Baca juga: Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri
Suatu ketika Jayakatwang menerima kedatangan anak dari Arya Wiraraja, Wirondaya sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa: Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita" dikutip SindoNews, Rabu (23/7/2025). Wirondaya bertemu Jayakatwang untuk menyampaikan pesan surat dari ayahnya.
Surat itu berisi anjuran agar Jayakatwang melakukan pemberontakan karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong, ditinggal sebagian besar pasukannya ke luar Jawa. Jayakatwang melaksanakan saran Arya Wiraraja. Karenanya, Jayakatwang mengirim pasukan kecil yang dipimpin Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari dari utara. Mendengar kabar itu, Kertanagara mengirim pasukannya yang dipimpin Dyah Wijaya atau Raden Wijaya menantunya untuk menghadapi pasukan Jaran Guyang.
Baca juga: Guru Spiritual Kertanagara Beri Peringatan soal Serangan Kediri sebelum Kerajaan Singasari Hancur Diserang
Oleh Dyah Wijaya, pasukan kecil Jaran Guyang yang hanya bersifat pancingan supaya mengetahui pertahanan kota Singasari benar-benar kosong itu berhasil ditaklukkan. Kendati kalah misi untuk mengetahui kelemahan Singasari sudah dikantongi oleh Jayakatwang.
Kemudian ia mengirimkan pasukan kedua dari arah selatan. Serangan tak terduga ke jantung Ibu Kota Singasari ini dipimpin oleh Patih Kebo Mundarang. Pada serangan tak terduga tersebut penguasa Singasari itu berhasil dibunuh bersama Mahapatih Mpu Raganata, Patih Kebo Anengah, Panji Aragani, dan Wirakerti, yang merupakan para pejabat strategis di Kerajaan Singasari.
Arya Wiraraja pula yang akhirnya memberikan bisikan ke Jayakatwang yang juga tidak suka dengan Kertanagara untuk memberontak. Arya Wiraraja sendiri dahulunya merupakan pejabat tinggi di Istana Singasari. Tetapi beberapa kali kebijakan dan pendapatnya berseberangan dengan Kertanagara yang menjadi raja.
Alhasil itu membuat Arya Wiraraja juga dimutasi jabatannya menjadi Adipati di Madura. Di sisi lain, dendam Jayakatwang diketahui betul oleh Arya Wiraraja. Jayakatwang memang yang menjabat sebagai Bupati Gelang-gelang masih menyimpan dendam dari leluhurnya Kertajaya yang telah dikalahkan oleh leluhur Kertanagara, yakni Ken Arok.
Baca juga: Kesalahan Strategi Perang Bikin 600 Prajurit Kerajaan Singasari Dihabisi Ribuan Tentara Kediri
Suatu ketika Jayakatwang menerima kedatangan anak dari Arya Wiraraja, Wirondaya sebagaimana dikutip dari "Hitam Putih Kekuasaan Raja-raja Jawa: Intrik, Konspirasi Perebutan Harta, Tahta, dan Wanita" dikutip SindoNews, Rabu (23/7/2025). Wirondaya bertemu Jayakatwang untuk menyampaikan pesan surat dari ayahnya.
Surat itu berisi anjuran agar Jayakatwang melakukan pemberontakan karena Singhasari sedang dalam keadaan kosong, ditinggal sebagian besar pasukannya ke luar Jawa. Jayakatwang melaksanakan saran Arya Wiraraja. Karenanya, Jayakatwang mengirim pasukan kecil yang dipimpin Jaran Guyang untuk menyerbu Singasari dari utara. Mendengar kabar itu, Kertanagara mengirim pasukannya yang dipimpin Dyah Wijaya atau Raden Wijaya menantunya untuk menghadapi pasukan Jaran Guyang.
Baca juga: Guru Spiritual Kertanagara Beri Peringatan soal Serangan Kediri sebelum Kerajaan Singasari Hancur Diserang
Oleh Dyah Wijaya, pasukan kecil Jaran Guyang yang hanya bersifat pancingan supaya mengetahui pertahanan kota Singasari benar-benar kosong itu berhasil ditaklukkan. Kendati kalah misi untuk mengetahui kelemahan Singasari sudah dikantongi oleh Jayakatwang.
Kemudian ia mengirimkan pasukan kedua dari arah selatan. Serangan tak terduga ke jantung Ibu Kota Singasari ini dipimpin oleh Patih Kebo Mundarang. Pada serangan tak terduga tersebut penguasa Singasari itu berhasil dibunuh bersama Mahapatih Mpu Raganata, Patih Kebo Anengah, Panji Aragani, dan Wirakerti, yang merupakan para pejabat strategis di Kerajaan Singasari.
(cip)
Lihat Juga :