Kisah Untung Suropati Dibuang Mataram usai Habisi Nyawa Kapten VOC Belanda
Rabu, 23 Juli 2025 - 06:35 WIB
loading...
Untung Suropati berhasil membunuh Kapten pasukan VOC Belanda. Foto/SindoNews
A
A
A
SEMARANG - Kapten pasukan VOC Belanda yang tewas dibunuh oleh Untung Suropati membuat Kerajaan Mataram gusar. Pasalnya kerajaan sedang memiliki hubungan dengan VOC Belanda, sehingga bila tahu yang membunuh Kapten Tack adalah Untung Suropati memberikan efek panjang.
Alhasil Sultan Amangkurat II yang berkuasa kala itu membuat skenario membuang Untung Surapati demi tidak ketahuan VOC Belanda. Sebab terbunuhnya Kapten VOC itu membuat masalah pada utang Sultan Amangkurat II ke VOC pascapenumpasan pemberontakan Trunajaya.
Sunan Amangkurat II akhirnya membuang Untung Surapati dari bumi Kartasura dengan cara halus. Di mana Sunan Amangkurat II kemudian menobatkan Untung Surapati sebagai adipati di Pasuruhan bergelar Wiranagara.
Baca juga: Hubungan Kekeluargaan Kerajaan Mataram dan Sunda Dikarenakan Sosok Sanjaya
Siasat ini dilakukan ditujukan untuk meyakinkan pada VOC bahwa Sunan Amangkurat II ingin menangkap Untung Surapati yang akan memberontak terhadap Kartasura, dan telah membunuh Kapten Tack, sebagaimana dikutip di buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" karya Sri Wintala Achmad.
Patih Anrangkusuma pun turut dibuang ke Pasuruhan oleh Sunan Amangkurat II. Sebab Patih Anrangkusuma lah yang juga turut membantu Untung Surapati di garis terdepan melawan VOC di bawah pimpinan Kapten Tack.
Baca juga: Kisah Pengangkatan Raja Mataram oleh Senopati dari Wangsit Berujung Malapetaka
Konon momen pembuangan kedua tokoh penting di Kasunanan Kartasura ini digambarkan pada Babad Trunajaya Surapati, dimana Sunan Amangkurat II bertitah kepada Untung Surapati yang mengatakan, Pasuruhan dihadiahkan khusus untuk Untung Surapati. Sambil menyembah kepada raja, Untung Surapati mengucapkan terima kasih kepada Sunan Amangkurat II.
Serupa dengan Untung Surapati, pelepasan Patih Anrangkusuma ke Pasuruhan untuk mendampingi Untung Surapati juga lansung dititahkan Sunan Amangkurat II. Peristiwa ini juga digambarkan pada Babad Trunajaya Surapati. Anrangkusuma yang menerima permintaan raja, kemudian menyembah dan siap menjalankan perintah Sunan Amangkurat II. Sesudah Anrangkusuma mendampingi pemerintahan Untung Surapati di Pasuruhan, Arya Sindurreja sebagai patih di Kartasura.
Sesudah pengangkatan Untung Surapati sebagai adipati, Sunan Amangkurat II memerintahkan pada putra menantu Patih Anrangkusuma untuk membuat kekacauan di sepanjang jalan dari Kartasura ke Pasuruhan. Hal ini dimaksudkan agar pengejaran pasukan gabungan Madura Surabaya, terhadap Untung Surapati serta Patih Anrangkusuma, tersebut tidak dicurigai oleh VOC sebagai sandiwara belaka.
Konon saat berada di Pasuruhan, Untung Surapati yang dikenal dengan Tumenggung Wiranagara berhasil menaklukkan sejumlah wilayah di Jawa Timur. Beberapa daerah di Jawa Timur misalnya Bangil, Probolinggo, Pajarakan, Japanan, Wirasaba, Daha, Srengat, Ngantang, dan daerah timur laut di Gunung Wilis.
Alhasil Sultan Amangkurat II yang berkuasa kala itu membuat skenario membuang Untung Surapati demi tidak ketahuan VOC Belanda. Sebab terbunuhnya Kapten VOC itu membuat masalah pada utang Sultan Amangkurat II ke VOC pascapenumpasan pemberontakan Trunajaya.
Sunan Amangkurat II akhirnya membuang Untung Surapati dari bumi Kartasura dengan cara halus. Di mana Sunan Amangkurat II kemudian menobatkan Untung Surapati sebagai adipati di Pasuruhan bergelar Wiranagara.
Baca juga: Hubungan Kekeluargaan Kerajaan Mataram dan Sunda Dikarenakan Sosok Sanjaya
Siasat ini dilakukan ditujukan untuk meyakinkan pada VOC bahwa Sunan Amangkurat II ingin menangkap Untung Surapati yang akan memberontak terhadap Kartasura, dan telah membunuh Kapten Tack, sebagaimana dikutip di buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" karya Sri Wintala Achmad.
Patih Anrangkusuma pun turut dibuang ke Pasuruhan oleh Sunan Amangkurat II. Sebab Patih Anrangkusuma lah yang juga turut membantu Untung Surapati di garis terdepan melawan VOC di bawah pimpinan Kapten Tack.
Baca juga: Kisah Pengangkatan Raja Mataram oleh Senopati dari Wangsit Berujung Malapetaka
Konon momen pembuangan kedua tokoh penting di Kasunanan Kartasura ini digambarkan pada Babad Trunajaya Surapati, dimana Sunan Amangkurat II bertitah kepada Untung Surapati yang mengatakan, Pasuruhan dihadiahkan khusus untuk Untung Surapati. Sambil menyembah kepada raja, Untung Surapati mengucapkan terima kasih kepada Sunan Amangkurat II.
Serupa dengan Untung Surapati, pelepasan Patih Anrangkusuma ke Pasuruhan untuk mendampingi Untung Surapati juga lansung dititahkan Sunan Amangkurat II. Peristiwa ini juga digambarkan pada Babad Trunajaya Surapati. Anrangkusuma yang menerima permintaan raja, kemudian menyembah dan siap menjalankan perintah Sunan Amangkurat II. Sesudah Anrangkusuma mendampingi pemerintahan Untung Surapati di Pasuruhan, Arya Sindurreja sebagai patih di Kartasura.
Sesudah pengangkatan Untung Surapati sebagai adipati, Sunan Amangkurat II memerintahkan pada putra menantu Patih Anrangkusuma untuk membuat kekacauan di sepanjang jalan dari Kartasura ke Pasuruhan. Hal ini dimaksudkan agar pengejaran pasukan gabungan Madura Surabaya, terhadap Untung Surapati serta Patih Anrangkusuma, tersebut tidak dicurigai oleh VOC sebagai sandiwara belaka.
Konon saat berada di Pasuruhan, Untung Surapati yang dikenal dengan Tumenggung Wiranagara berhasil menaklukkan sejumlah wilayah di Jawa Timur. Beberapa daerah di Jawa Timur misalnya Bangil, Probolinggo, Pajarakan, Japanan, Wirasaba, Daha, Srengat, Ngantang, dan daerah timur laut di Gunung Wilis.
(cip)
Lihat Juga :