Program Swasembada Pangan di Bandar Lampung Ciptakan Kemandirian Pangan
Selasa, 22 Juli 2025 - 07:10 WIB
loading...
A
A
A
"Kelompok tani kami, berfokus pada 2 program pertanian yakni komoditas kopi dan padi. Kelompok tani kami secara teknis telah terlibat aktif dalam program swasembada pangan," katanya.
Dengan Program Swasembada Pangan ini, hasil pertanian akan terjual dengan harga yang tinggi, karena tidak adanya persaingan hasil pertanian yang berasal dari impor. Hal tersebut berdampak positif terhadap hasil produksi pertanian di kelompok tani kami yang terus meningkat.
"Hingga saat ini, kami telah menerima bantuan dari pemerintah antara lain pemberian benih, pupuk, alat traktor, pelatihan untuk peningkatan SDM dan bantuan lainnya dalam rangka percepatan program swasembada pangan".
Teguh menjelaskan, untuk berjalannya Program Swasembada Pangan koordinasi yang dilakukan dinas pertanian baik di kabupaten/kota maupun provinsi di Lampung dengan kelompok tani sangat baik. Dinas dan pemerintah daerah sangat mensupport kelompok tani dalam kegiatan pelaksanaan Program Swasembada Pangan.
"Program ini berdampak positif terhadap kesejahteraan petani karena pemerintah telah menjamin Hargra Eceran Tertinggi (HET) yang lebih tinggi dari harga biasanya sebelum ditentukan. Kemudian dampak lain yakni kepastian penjualan karena tidak ada persaingan dari hasil pertanian dari luar atau impor," ungkapnya.
Sementara terkait kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program swasembada pangan antara lain adanya hama yang semakin kuat sehingga harus menggunakan obat-obatan dan pupuk dengan dosis tinggi yang seiring waktu menyebabkan tanah menjadi tidak subur.
"Oleh karenanya kami berharap akan keberlanjutan program swasembada pangan kedepannya untuk terus dievaluasi, serta adanya pemberian dan pendampingan dari pihak-pihak terkait kepada kelompok tani untuk mencapai percepatan swasembada pangan. Mengingat, apabila swasembada pangan sudah tercapai, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan terjamin," jelasnya.
Dengan Program Swasembada Pangan ini, hasil pertanian akan terjual dengan harga yang tinggi, karena tidak adanya persaingan hasil pertanian yang berasal dari impor. Hal tersebut berdampak positif terhadap hasil produksi pertanian di kelompok tani kami yang terus meningkat.
"Hingga saat ini, kami telah menerima bantuan dari pemerintah antara lain pemberian benih, pupuk, alat traktor, pelatihan untuk peningkatan SDM dan bantuan lainnya dalam rangka percepatan program swasembada pangan".
Teguh menjelaskan, untuk berjalannya Program Swasembada Pangan koordinasi yang dilakukan dinas pertanian baik di kabupaten/kota maupun provinsi di Lampung dengan kelompok tani sangat baik. Dinas dan pemerintah daerah sangat mensupport kelompok tani dalam kegiatan pelaksanaan Program Swasembada Pangan.
"Program ini berdampak positif terhadap kesejahteraan petani karena pemerintah telah menjamin Hargra Eceran Tertinggi (HET) yang lebih tinggi dari harga biasanya sebelum ditentukan. Kemudian dampak lain yakni kepastian penjualan karena tidak ada persaingan dari hasil pertanian dari luar atau impor," ungkapnya.
Sementara terkait kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program swasembada pangan antara lain adanya hama yang semakin kuat sehingga harus menggunakan obat-obatan dan pupuk dengan dosis tinggi yang seiring waktu menyebabkan tanah menjadi tidak subur.
"Oleh karenanya kami berharap akan keberlanjutan program swasembada pangan kedepannya untuk terus dievaluasi, serta adanya pemberian dan pendampingan dari pihak-pihak terkait kepada kelompok tani untuk mencapai percepatan swasembada pangan. Mengingat, apabila swasembada pangan sudah tercapai, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan terjamin," jelasnya.
(shf)
Lihat Juga :