Program Swasembada Pangan di Bandar Lampung Ciptakan Kemandirian Pangan

Selasa, 22 Juli 2025 - 07:10 WIB
loading...
Program Swasembada Pangan...
Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo, mengatakan, pemerintah akan terus mengembangkan Program Swasembada Pangan secara berkelanjutan. Foto/Ist
A A A
BANDAR LAMPUNG - Pemerintah terus menggenjot Program Swasembada Pangan. Langkah itu dinilai dapat mewujudkan kemandirian pangan nasional . Terkait dengan hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung komitmen mendukung penuh program tersebut.

Kepala Dinas Pangan Kota Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo, mengatakan, pemerintah akan terus mengembangkan Program Swasembada Pangan secara berkelanjutan. Hal ini sangat penting dalam rangka memastikan agar kebutuhan pangan nasional ini mampu dipenuhi oleh produksi dalam negeri.

Baca juga: Prabowo Optimistis Wujudkan Swasembada Pangan

"Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 270 juta jiwa berimplikasi pada meningkatnya kebutuhan pangan dari waktu ke waktu. Tentu ini sangat penting agar kita memastikan ketergantungan impor pada beberapa komoditas pangan dapat ditekan," ujarnya, Senin (21/7/2025).



Pemerintah pusat telah meluncurkan strategi dan skema kebijakan guna membangun kemandirian produktivitas pangan utamanya melalui program swasembada pangan.

"Oleh karena itu, kami turut berkomitmen mendukung dan mengembangkan program swasembada pangan di daerah secara berkelanjutan," katanya.

Wilayah Bandar Lampung dengan segala keterbatasan karena perkotaan yang bukan wilayah produksi, ada konsekuensi semakin berkurangnya lahan-lahan produksi pertanian karena alih fungsi lahan.

Baca juga: Target Swasembada Pangan 2027 Diyakini Mampu Diwujudkan

"Tetapi, keterbatasan ini tidak mengurangi semangat untuk melakukan berbagai inovasi-inovasi untuk mengatasi keterbatasan tersebut," ujarnya.

Di antaranya Program Urban Farming yakni pertanian atau peternakan di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan lahan terbatas untuk menghasilkan bahan pangan. Kemudian program vertikultur yakni sistem budidaya pertanian yang dilakukan secara vertikal atau bertingkat untuk memanfaatkan ruang terbatas dengan menanam tanaman secara bertingkat.

Terdapat juga program inovasi untuk pemanfaatan lahan pekarangan, pengembangan pangan lokal, serta gerakan stop boros pangan.

"Langkah-langkah yang telah dilakukan Pemkot Bandar Lampung dalam upaya meningkatkan produktivitas pertanian, diharapkan mampu berimplikasi dalam mengembangkan Program Swasembada Pangan di daerah. Sehingga ke depannya hasil produksi pertanian lokal mampu memenuhi kebutuhan pangan secara nasional. Dengan demikian, akan terbentuk kemandirian pangan nasional yang mampu menekan impor pada komoditas tertentu", urainya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Karya Giri Jaya Lampung Teguh Yuhono mengatakan, Program Swasembada Pangan yang dicanangkan Pemerintah bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat baik petaninya sendiri maupun Non petani.

"Kelompok tani kami, berfokus pada 2 program pertanian yakni komoditas kopi dan padi. Kelompok tani kami secara teknis telah terlibat aktif dalam program swasembada pangan," katanya.

Dengan Program Swasembada Pangan ini, hasil pertanian akan terjual dengan harga yang tinggi, karena tidak adanya persaingan hasil pertanian yang berasal dari impor. Hal tersebut berdampak positif terhadap hasil produksi pertanian di kelompok tani kami yang terus meningkat.

"Hingga saat ini, kami telah menerima bantuan dari pemerintah antara lain pemberian benih, pupuk, alat traktor, pelatihan untuk peningkatan SDM dan bantuan lainnya dalam rangka percepatan program swasembada pangan".

Teguh menjelaskan, untuk berjalannya Program Swasembada Pangan koordinasi yang dilakukan dinas pertanian baik di kabupaten/kota maupun provinsi di Lampung dengan kelompok tani sangat baik. Dinas dan pemerintah daerah sangat mensupport kelompok tani dalam kegiatan pelaksanaan Program Swasembada Pangan.

"Program ini berdampak positif terhadap kesejahteraan petani karena pemerintah telah menjamin Hargra Eceran Tertinggi (HET) yang lebih tinggi dari harga biasanya sebelum ditentukan. Kemudian dampak lain yakni kepastian penjualan karena tidak ada persaingan dari hasil pertanian dari luar atau impor," ungkapnya.

Sementara terkait kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan program swasembada pangan antara lain adanya hama yang semakin kuat sehingga harus menggunakan obat-obatan dan pupuk dengan dosis tinggi yang seiring waktu menyebabkan tanah menjadi tidak subur.

"Oleh karenanya kami berharap akan keberlanjutan program swasembada pangan kedepannya untuk terus dievaluasi, serta adanya pemberian dan pendampingan dari pihak-pihak terkait kepada kelompok tani untuk mencapai percepatan swasembada pangan. Mengingat, apabila swasembada pangan sudah tercapai, maka tingkat kesejahteraan masyarakat akan terjamin," jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Pemprov Papua Selatan:...
Pemprov Papua Selatan: PSN Wanam Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan
Peneliti MPSI: PSN Wanam...
Peneliti MPSI: PSN Wanam Jadi Penggerak Kemajuan Papua Selatan dan Ketahanan Pangan
Gelar Rakernas di Yogyakarta,...
Gelar Rakernas di Yogyakarta, APJI Perkuat Kolaborasi dan Profesionalisme
Pembudidaya Ikan Bioflok...
Pembudidaya Ikan Bioflok Karawang Sukses Wujudkan Asta Cita Presiden Prabowo
Gerakan Musyawarah Revitalisasi...
Gerakan Musyawarah Revitalisasi Pangan Lokal Digagas di Cinere
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Program CID
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
Rekomendasi
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Megah di Panggung, Sepi...
Megah di Panggung, Sepi di Tribun: Potret Pembukaan Piala Dunia 2026 di Kanada
Berita Terkini
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved