Wamenhut Pantau Langsung Penanganan Karhutla di Riau

Senin, 21 Juli 2025 - 23:41 WIB
loading...
Wamenhut Pantau Langsung...
Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar. Foto/Kementerian Kehutanan
A A A
RIAU - Wakil Menteri Kehutanan (Wamenhut) Sulaiman Umar bersama Kepala BNPB dan jajaran kementerian/lembaga lainnya turun langsung meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah untuk mengakselerasi penanganan karhutla secara terpadu.

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memaksimalkan semua sumber daya dalam menanggulangi karhutla di wilayah tersebut. Dirjen Penegakan Hukum Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengungkapkan kondisi sebaran asap akibat karhutla saat ini terpantau membaik.

“Dari pantauan Satelit Himawari hasil analisis BMKG, memang sempat terdeteksi asap lintas batas pada 19 Juli 2025, terutama di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Namun, per 20 Juli 2025 asap lintas batas tersebut sudah tidak terdeteksi,” kata Dwi Januanto, Senin (21/7/2025).

Baca juga: Waspada Karhutla! BNPB Deteksi 2.102 Titik Api di Sumatera Selatan hingga Juli 2025



Dwi menjelaskan, faktor geografis dan arah angin dari tenggara atau barat daya ke barat laut/timur laut membuat wilayah Riau rentan terhadap potensi asap lintas batas, terutama saat musim kemarau.

Dirjen Dwi Januanto Nugroho menyampaikan, 120 personel Manggala Agni telah dikerahkan dari berbagai Balai Pengendalian Karhutla Wilayah Sumatera, termasuk Daops Dumai, Siak, Rengat, Pekanbaru, serta bantuan dari Jambi (Bukit Tempurung dan Sarolangun), dan Sumsel (Musi Banyuasin).

Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus memaksimalkan seluruh sumber daya dalam menanggulangi karhutla demi menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan mencegah dampak lebih luas baik nasional maupun lintas batas.

Wamenhut Sulaiman Umar menegaskan patroli pencegahan terus diintensifkan melalui Patroli Terpadu yang melibatkan unsur Manggala Agni, TNI, POLRI, serta Masyarakat Peduli Api (MPA). Patroli dilaksanakan di 9 posko desa yang tersebar di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, Indragiri Hilir, Kampar, Kepulauan Meranti, Pelalawan, dan Siak.

Selain itu, patroli mandiri juga dilakukan di 19 posko desa lainnya. Sebagai bagian dari mitigasi, pemerintah melalui BNPB, BMKG, dan mitra swasta telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebanyak 14 sortie dengan penyemaian 12.600 kg NaCl ke awan guna mengurangi risiko kekeringan pada lahan gambut.

OMC ini tidak hanya dilakukan di Riau, tapi juga di Sumatera Selatan, Jambi, Kalbar, Kalteng, Kalsel, dan Kaltim. Berdasarkan data Sistem Pemantauan Karhutla Kementerian Kehutanan (SiPongi) hingga 20 Juli 2025, Riau mencatat 4.449 hotspot dengan konsentrasi tertinggi di Rokan Hilir (1.767 titik), Rokan Hulu (1.114 titik), dan Dumai (333 titik).

Hotspot tertinggi terjadi pada Juli dengan 3.031 titik. Luas kebakaran hutan dan lahan periode Januari–Mei 2025 tercatat mencapai 751,08 hektare, dengan 96,23% terjadi di lahan gambut.

Dari total luas tersebut, 2,19% berada di tutupan hutan dan 97,81% di tutupan non-hutan. Sementara berdasarkan fungsi kawasan, 14,22% terjadi di kawasan hutan dan 85,78% di areal penggunaan lain (APL).

“Kondisi iklim dan cuaca di Provinsi Riau saat ini meminta perhatian kita bersama,” kata Sulaiman.

Dia menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan sinergi lintas sektor untuk mencegah karhutla semakin meluas. Di lapangan, upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama brigade Dinas Kehutanan, BPBD Riau, BPBD Rokan Hilir, serta dukungan dari TNI, Polri, RPK Pertamina Hulu Rokan, dan MPA.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Kemenhut Bongkar Perdagangan...
Kemenhut Bongkar Perdagangan 100 Satwa Dilindungi dari Papua, 2 Oknum Aparat Ditangkap
BNPB Petakan Karhutla...
BNPB Petakan Karhutla di Sejumlah Wilayah, Sumatera dan Kalimantan Mendominasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
15 Ribu Hektare Lahan...
15 Ribu Hektare Lahan Hangus Akibat Karhutla di Aceh dan Riau
Hadapi Kemarau 2026,...
Hadapi Kemarau 2026, Polda Sumsel Gandeng APHI Perkuat Pencegahan Karhutla
Kemenhut-YKAN Perkuat...
Kemenhut-YKAN Perkuat Transformasi Pengelolaan Hutan Berbasis Sains dan Data
Pendakian Gunung Meningkat,...
Pendakian Gunung Meningkat, Menhut Siapkan Pengaturan untuk Cegah Kecelakaan dan Sampah
El Nino Diprediksi Mulai...
El Nino Diprediksi Mulai Pertengahan 2026, BMKG: Waspada Potensi Karhutla
Rekomendasi
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
Sebaik-baikya Puasa...
Sebaik-baikya Puasa Setelah Ramadan, Ternyata Puasa Muharram!
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Berita Terkini
BMKG Catat 612 Gempa...
BMKG Catat 612 Gempa Susulan Guncang Sulteng usai Gempa Besar M6,7
Pegadaian Kanwil IX...
Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal Gratis di Dua Lokasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Besok Eksekusi Lahan...
Besok Eksekusi Lahan Hotel Sultan, Sejumlah Akses Menuju GBK Ditutup
Divonis 6 Tahun Penjara,...
Divonis 6 Tahun Penjara, Pengusaha Jambi Bengawan Kamto Tempuh Banding
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved