Serda Gijadi Dihukum Mati Akibat Menembak Jenderal Ahmad Yani Dalam Tragedi G30S/PKI

Senin, 21 Juli 2025 - 08:26 WIB
loading...
Serda Gijadi Dihukum...
Serda Gijadi dihukum mati karena terlibat dalam peristiwa G30S/PKI. Ia merupakan prajurit Cakrabirawa yang menembak mati Letnan Jenderal Ahmad Yani. Foto/Ist
A A A
NAMA Serda Gijadi bin Wignjosukardjo tercatat sebagai salah satu pelaku utama dalam peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI). Iamerupakanprajurit Cakrabirawa yang secara langsung menembak mati Letnan Jenderal (Letjen) Ahmad Yani, salah satu tokoh penting TNI AD kala itu.

Gijadi adalah anggota Kompi B, Batalyon Kawal Kehormatan I yang tergabung dalam pasukan elit pengawal Presiden Soekarno. Ia bersama sejumlah prajurit lainnya mendapat perintah untuk menculik Ahmad Yani, dengan opsi “hidup atau mati”.

Baca juga: 10 Pahlawan Revolusi Korban Kekejaman G30S/PKI

Aksi penjemputan berlangsung pada 1 Oktober 1965 pukul 04.00 dini hari di rumah Jenderal Ahmad Yani, Menteng, Jakarta. Saat itu, Yani disebut menolak dibawa dan sempat melawan.



“Saya melihat dan mengingat perintah ‘hidup atau mati’, maka saya lepaskan tembakan,” ujar Gijadi dalam persidangan di Mahkamah Militer Luar Biasa (Mahmilub).

Ia menembak Yani sebanyak tujuh kali menggunakan senapan Thompson. Akibatnya Ahmad Yani tewas di tempat.

Divonis Mati, Dieksekusi 20 Tahun Kemudian


Serda Gijadi ditangkap hanya tiga hari setelah kudeta gagal, pada 4 Oktober 1965. Ia diadili oleh Mahmilub dan dinyatakan bersalah atas pembunuhan Ahmad Yani. Pada 16 April 1968, pengadilan menjatuhkan vonis hukuman mati.

Baca juga: Mengenal Resimen Cakrabirawa, Pelindung Presiden yang Terlibat G30S/PKI

Namun, eksekusi terhadap Gijadi tidak dilakukan segera. Ia baru dihukum mati secara resmi pada Oktober 1988, bersama tiga tersangka lainnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Anggota KKB Pelaku Pembakaran...
Anggota KKB Pelaku Pembakaran Perumahan Pemkab dan Penembakan Pesawat Ditangkap
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Rekomendasi
GNB Bahas RUU Polri...
GNB Bahas RUU Polri saat Bertemu Megawati
BAZNAS DKI Jakarta Buka...
BAZNAS DKI Jakarta Buka Lowongan Kerja, Ini Syarat dan Posisi yang Dibuka
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
Berita Terkini
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bersama Ewindo Perkuat Pengembangan Pertanian Perkotaan
Tak Punya Izin, DPRD...
Tak Punya Izin, DPRD Kota Bogor Desak Pembangunan Hotel Prima Katulampa Dihentikan
Diresmikan Pramono dan...
Diresmikan Pramono dan Dudy, Stasiun JIS Resmi Beroperasi
Sahroni Desak Polisi...
Sahroni Desak Polisi Tangkap Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Wanita di Bandung: Hukum Berat!
Wisata Berbasis Budaya,...
Wisata Berbasis Budaya, Tabanan Gelar Parade Gebogan dan Baleganjur
BTS Pilih Konser di...
BTS Pilih Konser di GBK Ketimbang JIS, Pramono: Yang Penting Pajaknya Masuk Jakarta
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved