Ajarkan Pelaku UMKM di Bandung Buat Aneka Kue Viral, Sandiaga: Waktunya IRT Dapat Cuan
Sabtu, 19 Juli 2025 - 18:06 WIB
loading...
Pelatihan pelaku UMKM di Creative Hub Bandung, Jalan Laswi Nomor 7, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (17/7/2025). Foto: Ist
A
A
A
BANDUNG - Suasana penuh semangat dan aroma harum kue-kue kekinian memenuhi ruangan Creative Hub Bandung, Jalan Laswi Nomor 7, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung, Kamis (17/7/2025). Di lokasi ini, puluhan pelaku UMKM mengikuti pelatihan bertajuk 'Pelatihan Produk Baking Viral: Asah Kemampuan, Raih Cuan'.
Acara yang digelar berkat kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan SKIES Indonesia ini diikuti 50 pelaku UMKM, mayoritas dari kalangan ibu rumah tangga (IRT). Dengan harapan besar untuk bisa mandiri secara ekonomi, mereka datang dengan tekad belajar, berkembang, dan menjemput peluang baru.
Para peserta tidak hanya belajar teknik membuat produk yang lezat dan menarik, tetapi juga diajarkan cara menetapkan harga jual yang kompetitif dan memasarkan produk mereka secara digital.
Pendiri Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengungkapkan pelatihan ini menyasar kelompok ibu rumah tangga, yang sebelumnya belum memiliki penghasilan.
Sejak tak lagi berada di lingkaran pemerintahan, Sandiaga kini memang lebih fokus menggelorakan gerakan kewirausahaan. Dia lebih luwes menjangkau para pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga agar lebih berdaya.
"Mayoritas peserta adalah ibu rumah tangga. Ini waktunya ibu rumah tangga dapat cuan," ungkap Sandiaga Uno, Jumat (18/7/2025).
"Program ini melatih mereka agar bisa mandiri, tidak hanya secara finansial, tetapi juga secara mental, karena mereka didorong untuk percaya pada kemampuannya sendiri," ucapnya.
Founder SKIES Indonesia Ida Noor menambahkan pelatihan ini tidak berhenti di dapur saja. Para peserta bahkan ditantang dalam sales challenge yakni menjual produk yang mereka buat saat pelatihan berlangsung.
Hasilnya mengejutkan, beberapa peserta langsung mendapatkan open purchase order (PO) hingga 100 paket bolu viral. “Ini bukti nyata bahwa produk buatan tangan mereka punya potensi pasar. Kita hanya perlu mendampingi dan memperkuat strategi penjualannya,” ujarnya.
Dalam sesi lanjutan, peserta akan mendapatkan bimbingan personal dalam berbagai aspek usaha, mulai dari produksi berkelanjutan, pembuatan konten promosi yang menarik, hingga strategi digital marketing yang efektif.
“Sesi ini penting agar peserta tidak hanya jago di dapur, tapi juga siap bersaing di pasar. Mereka akan diajak berdiskusi, menyampaikan kendala, hingga mencari solusi langsung dari para mentor,” katanya.
Acara yang digelar berkat kolaborasi Yayasan Indonesia Setara (YIS) dan SKIES Indonesia ini diikuti 50 pelaku UMKM, mayoritas dari kalangan ibu rumah tangga (IRT). Dengan harapan besar untuk bisa mandiri secara ekonomi, mereka datang dengan tekad belajar, berkembang, dan menjemput peluang baru.
Para peserta tidak hanya belajar teknik membuat produk yang lezat dan menarik, tetapi juga diajarkan cara menetapkan harga jual yang kompetitif dan memasarkan produk mereka secara digital.
Pendiri Yayasan Indonesia Setara (YIS) Sandiaga Uno mengungkapkan pelatihan ini menyasar kelompok ibu rumah tangga, yang sebelumnya belum memiliki penghasilan.
Sejak tak lagi berada di lingkaran pemerintahan, Sandiaga kini memang lebih fokus menggelorakan gerakan kewirausahaan. Dia lebih luwes menjangkau para pelaku UMKM, khususnya ibu rumah tangga agar lebih berdaya.
"Mayoritas peserta adalah ibu rumah tangga. Ini waktunya ibu rumah tangga dapat cuan," ungkap Sandiaga Uno, Jumat (18/7/2025).
"Program ini melatih mereka agar bisa mandiri, tidak hanya secara finansial, tetapi juga secara mental, karena mereka didorong untuk percaya pada kemampuannya sendiri," ucapnya.
Founder SKIES Indonesia Ida Noor menambahkan pelatihan ini tidak berhenti di dapur saja. Para peserta bahkan ditantang dalam sales challenge yakni menjual produk yang mereka buat saat pelatihan berlangsung.
Hasilnya mengejutkan, beberapa peserta langsung mendapatkan open purchase order (PO) hingga 100 paket bolu viral. “Ini bukti nyata bahwa produk buatan tangan mereka punya potensi pasar. Kita hanya perlu mendampingi dan memperkuat strategi penjualannya,” ujarnya.
Dalam sesi lanjutan, peserta akan mendapatkan bimbingan personal dalam berbagai aspek usaha, mulai dari produksi berkelanjutan, pembuatan konten promosi yang menarik, hingga strategi digital marketing yang efektif.
“Sesi ini penting agar peserta tidak hanya jago di dapur, tapi juga siap bersaing di pasar. Mereka akan diajak berdiskusi, menyampaikan kendala, hingga mencari solusi langsung dari para mentor,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :