Almarhum Arya Daru Pernah Jadi Saksi Kasus TPPO, Eks Wakil Dubes Bicara Kehadiran Negara Lindungi Diplomat
Jum'at, 18 Juli 2025 - 14:52 WIB
loading...
Mantan Wakil Duta Besar (Dubes) RI di Manila Dodo Sudrajat dalam Podcast To the Point Aja. Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Kematian Arya Daru Pangayunan atau ADP (39), diplomat mula Kementerian Luar Negeri (Kemlu) yang ditemukan tewas terlilit lakban di kamar kosnya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 8 Juli 2025 masih menjadi misteri. Seminggu lebih berselang, penyebab kematian ADP belum dipastikan.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut janggal tewasnya Arya Daru Pangarunan yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, ADP tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Baca juga: Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Pakar Mikro Ekspresi: Potensi Bunuh Diri Kecil
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun janggal akan kematian ADP. Apalagi, kata dia, karier ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, ADP pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian ADP tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
Baca juga: Di Balik Misteri Kematian Tak Wajar Arya Daru Pangayunan, Ancaman Diplomat Ternyata Ada!
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Sementara itu, Mantan Wakil Duta Besar (Dubes) RI di Manila Dodo Sudrajat bicara kehadiran negara melindungi aparatur sipil negara (ASN) termasuk diplomat. “Upaya-upaya perlindungan terhadap aparat sipil negara ya ASN. Kalau tentara kan memang tugasnya dan sudah melindung diri, polisi juga,” kata Dodo dalam Podcast To the Point Aja di YouTube SindoNews dikutip pada Jumat (18/7/2025).
“Tapi aparat sipil bukan hanya saja ASN Kemlu yang bersingkungan dengan isu-isu sensitif, isu-isu yang berbahaya, isu-isu yang bisa menangkap respons bahaya, ancaman dari pelakunya apabila dia ketahuan menangani itu sepertinya ya perlu ada kehadiran negara memperkuat sesuatu yang sudah baik ini,” sambungnya.
Dia mengaku sering menekankan kepada teman-teman dan atasannya bahwa kasus TPPO online scamming itu tidak hanya mengancam kepada yang menangani. “Apalagi kalau merugikan ini, tetapi juga itu mengganggu ketahanan nasional suatu negara,” kata Dodo.
Anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut janggal tewasnya Arya Daru Pangarunan yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, ADP tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Baca juga: Misteri Kematian Diplomat Arya Daru, Pakar Mikro Ekspresi: Potensi Bunuh Diri Kecil
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini pun janggal akan kematian ADP. Apalagi, kata dia, karier ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, ADP pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian ADP tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
Baca juga: Di Balik Misteri Kematian Tak Wajar Arya Daru Pangayunan, Ancaman Diplomat Ternyata Ada!
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Sementara itu, Mantan Wakil Duta Besar (Dubes) RI di Manila Dodo Sudrajat bicara kehadiran negara melindungi aparatur sipil negara (ASN) termasuk diplomat. “Upaya-upaya perlindungan terhadap aparat sipil negara ya ASN. Kalau tentara kan memang tugasnya dan sudah melindung diri, polisi juga,” kata Dodo dalam Podcast To the Point Aja di YouTube SindoNews dikutip pada Jumat (18/7/2025).
“Tapi aparat sipil bukan hanya saja ASN Kemlu yang bersingkungan dengan isu-isu sensitif, isu-isu yang berbahaya, isu-isu yang bisa menangkap respons bahaya, ancaman dari pelakunya apabila dia ketahuan menangani itu sepertinya ya perlu ada kehadiran negara memperkuat sesuatu yang sudah baik ini,” sambungnya.
Dia mengaku sering menekankan kepada teman-teman dan atasannya bahwa kasus TPPO online scamming itu tidak hanya mengancam kepada yang menangani. “Apalagi kalau merugikan ini, tetapi juga itu mengganggu ketahanan nasional suatu negara,” kata Dodo.
(rca)
Lihat Juga :