Gara-gara Listrik Jebakan Tikus, Petani di Mojokerto Tewas
Rabu, 09 September 2020 - 20:31 WIB
loading...
Petugas saat melakukan pemeriksaan panel listrik jebakan tikus yang merenggut nyawa seorang petani di Mojokerto.Foto: SINDOnews/Tritus Julan.
A
A
A
MOJOKERTO - Tikram, petani asal Dusun Wates, Desa Watesnegiro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto , ditemukan tewas mengenaskan. Kakek tua berusia 68 tahun itu diduga meregang nyawa usai tersengat listrik jebakan tikus di area persawahan miliknya sendiri.
Kanit Reskrim Polsek Ngoro Ipda Selimat mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa oleh tetangganya yang juga sesama petani. Saat itu, Suyono dan Liadi, mendapat jadwal jaga memantau aliran listrik jebakan tikus di area persawahan milik warga setempat.
"Korban ditemukan dalam keadan meninggal dengan posisi tengkurap dan terlilit kabel di area sawah miliknya. Patut diduga, korban tersengat aliran listrik jebakan tikus," kata Selimat, Rabu (9/9/2020).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas kepolisian, malam itu sebenarnya Tikram beserta Suyono dan Liadi mendapat giliran menjaga aliran listrik jebakan tikus di sawah. Ketiganya ketika itu hendak melakukan pengecekan ke sawah.
"Sebelumya korban ini sudah diingatkan oleh dua rekannya kalau mengecek bersama-sama saja. Namun korban ngotot untuk berangkat sendiri. Sebab korban ini mendapat jadwal jaga," imbuh Selimat.
Kanit Reskrim Polsek Ngoro Ipda Selimat mengatakan, korban ditemukan tak bernyawa oleh tetangganya yang juga sesama petani. Saat itu, Suyono dan Liadi, mendapat jadwal jaga memantau aliran listrik jebakan tikus di area persawahan milik warga setempat.
"Korban ditemukan dalam keadan meninggal dengan posisi tengkurap dan terlilit kabel di area sawah miliknya. Patut diduga, korban tersengat aliran listrik jebakan tikus," kata Selimat, Rabu (9/9/2020).
Berdasarkan keterangan yang dihimpun petugas kepolisian, malam itu sebenarnya Tikram beserta Suyono dan Liadi mendapat giliran menjaga aliran listrik jebakan tikus di sawah. Ketiganya ketika itu hendak melakukan pengecekan ke sawah.
"Sebelumya korban ini sudah diingatkan oleh dua rekannya kalau mengecek bersama-sama saja. Namun korban ngotot untuk berangkat sendiri. Sebab korban ini mendapat jadwal jaga," imbuh Selimat.
Lihat Juga :