Disaksikan Menko PM, BAZNAS Salurkan Bantuan Zmart Pesantren di Jatim
Rabu, 16 Juli 2025 - 10:15 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Prof. Noor menegaskan, program Zmart Pesantren akan terus diperluas karena dinilai sangat relevan dengan upaya pemerintah dalam memberdayakan masyarakat dan santri.
“Kami juga memiliki program, ZChicken, Zmart, Z-Auto, Z-Coffee, Santripreneur, dan program-program lainnya. Sekarang, kami menyerahkan Zmart Pesantren. Di Jawa Tengah sudah kami salurkan ke 10 pesantren, dan di Jawa Timur juga akan kami salurkan ke 10 pesantren. Masing-masing pesantren menerima bantuan Rp50 juta yang bisa digunakan untuk minimarket yang berada di kawasan pesantren. Jika berkembang, akan kami tambah lagi,” ujarnya.
Bantuan ZMart untuk 10 Pesantren di Jawa Timur yang disalurkan BAZNAS RI berasal dari dana zakat, dengan total nilai Rp500 juta.
“Melalui Zmart Pesantren, para santri akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan ritel. Ini menjadi bekal keterampilan berwirausaha yang sangat penting di era sekarang. Mudah-mudahan ke depan kami dapat terus berkembang, dan membantu lebih banyak lagi pesantren-pesantren di Indonesia” jelas Kiai Noor.
BAZNAS RI menargetkan 20 Zmart Pesantren dapat beroperasi di tahun 2025, tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan dilakukan langsung oleh pesantren dengan dukungan BAZNAS RI dari sisi modal usaha dan pelatihan kewirausahaan. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan pendapatan lembaga dan memberdayakan para santri secara berkelanjutan.
“Kami juga memiliki program, ZChicken, Zmart, Z-Auto, Z-Coffee, Santripreneur, dan program-program lainnya. Sekarang, kami menyerahkan Zmart Pesantren. Di Jawa Tengah sudah kami salurkan ke 10 pesantren, dan di Jawa Timur juga akan kami salurkan ke 10 pesantren. Masing-masing pesantren menerima bantuan Rp50 juta yang bisa digunakan untuk minimarket yang berada di kawasan pesantren. Jika berkembang, akan kami tambah lagi,” ujarnya.
Bantuan ZMart untuk 10 Pesantren di Jawa Timur yang disalurkan BAZNAS RI berasal dari dana zakat, dengan total nilai Rp500 juta.
“Melalui Zmart Pesantren, para santri akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan ritel. Ini menjadi bekal keterampilan berwirausaha yang sangat penting di era sekarang. Mudah-mudahan ke depan kami dapat terus berkembang, dan membantu lebih banyak lagi pesantren-pesantren di Indonesia” jelas Kiai Noor.
BAZNAS RI menargetkan 20 Zmart Pesantren dapat beroperasi di tahun 2025, tersebar di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur. Dalam pelaksanaannya, pengelolaan dilakukan langsung oleh pesantren dengan dukungan BAZNAS RI dari sisi modal usaha dan pelatihan kewirausahaan. Diharapkan, program ini dapat meningkatkan pendapatan lembaga dan memberdayakan para santri secara berkelanjutan.
(aik)
Lihat Juga :