Kapolri Perintahkan Anggota Maksimal Usut Penyebab Tewasnya Diplomat Kemlu
Jum'at, 11 Juli 2025 - 11:50 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Polda Metro Jaya Ambil Alih Penyelidikan Tewasnya Diplomat Kemlu, Kapolda: Mungkin Seminggu Lagi Selesai
Saat kamar dicek, penjaga menemukan tubuh korban dalam posisi mencurigakan. Polisi telah membawa jenazah untuk keperluan autopsi.
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut ada kejanggalan dalam kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangarunan (ADP) yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, ADP tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini pun menyebut ada kejanggalan dalam kematian ADP. Apalagi, kata dia, karir ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, ADP pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian ADP tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Atas dasar itu, ia meminta aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan membongkar motif pembunuhan ADP.
Saat kamar dicek, penjaga menemukan tubuh korban dalam posisi mencurigakan. Polisi telah membawa jenazah untuk keperluan autopsi.
Ada Kejanggalan
Sebelumnya, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin menyebut ada kejanggalan dalam kasus tewasnya diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Arya Daru Pangarunan (ADP) yang ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi kepala terlilit lakban. Ia yakin, ADP tewas karena mendapat tindakan kekerasan atau dibunuh.
"Pertama kita mengucapkan turut berduka cita ya dan bela sungkawa atas meninggalnya yang bersangkutan," kata Hasanuddin saat dihubungi, Jumat (11/7/2025).
Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) ini pun menyebut ada kejanggalan dalam kematian ADP. Apalagi, kata dia, karir ADP terbilang bagus di Direktorat Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu.
Bahkan, kata dia, ADP pernah menjadi saksi kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan tengah persiapan untuk dimutasi ke Eropa. Untuk itu, ia yakin, kematian ADP tak dilakukan dengan bunuh diri.
"Dengan posisi itu, dia sedang persiapan, sudah membeli perlengkapan untuk di pos baru nanti," kata Hasanuddin.
"Jadi rasanya tidak mungkin dia bunuh diri. Dilihat dari posisi jenazah, ada kemungkinan ada tindakan kekerasan, dibunuh," ujar Hasanuddin.
Atas dasar itu, ia meminta aparat kepolisian untuk menangkap pelaku dan membongkar motif pembunuhan ADP.
Lihat Juga :