Destinasi Wisata Kelas Dunia, Mesin Baru Penggerak Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lombok
Kamis, 10 Juli 2025 - 19:54 WIB
loading...
A
A
A
Adrian melanjutkan, melalui pilar mandiri, Marina Bay City akan mendayagunakan potensi ekonomi lokal penopang pariwisata, menyerap tenaga kerja lokal, dan mewujudkan infrastruktur terintegrasi untuk membentuk kemandirian ekonomi di kawasan destinasi. Dengan demikian akan terjadi dampak sosial-ekonomi yang progresif dan mampu merangsang perkembangan iklim bisnis serta investasi pariwisata secara signifikan di Lombok.
“Dampak langsung dari kehadiran Marina Bay City Lombok diperkirakan bisa menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung selama fase konstruksi dan 2.000 pekerjaan operasional ketika kawasan mulai beroperasi. Selain itu, kami memperkirakan dampak tidak langsung dan induced employment mencapai 3.000 hingga 4.000 pekerjaan tambahan di sektor-sektor pendukung,” ujar Adrian.
Adrian menjelaskan pilar berkelanjutan adalah pengejawantahan dari model bisnis yang mengedepankan keramahan lingkungan, dukungan pada budaya lokal, dan investasi berdampak (impact investment) seperti melalui peningkatan keterampilan bagi masyarakat lokal. Untuk merealisasikan semua rencana tersebut, Marina Bay City Lombok bernilai investasi mencapai sekitar Rp32,5 triliun.
Dari nilai tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat. “Marina Bay City Lombok dirancang untuk menjadi destinasi wisata marina kelas dunia yang tidak hanya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Lombok dan Indonesia, tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Menjadi new engine of growth,” tegas Adrian.
“Prinsip kami adalah mewujudkan pariwisata yang mengedepankan people (masyarakat), planet (lingkungan), dan prosperity (kesejahteraan masyarakat lokal) sebagai prasyarat utama bisnis wisata kelas dunia,” pungkasnya.
“Dampak langsung dari kehadiran Marina Bay City Lombok diperkirakan bisa menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung selama fase konstruksi dan 2.000 pekerjaan operasional ketika kawasan mulai beroperasi. Selain itu, kami memperkirakan dampak tidak langsung dan induced employment mencapai 3.000 hingga 4.000 pekerjaan tambahan di sektor-sektor pendukung,” ujar Adrian.
Adrian menjelaskan pilar berkelanjutan adalah pengejawantahan dari model bisnis yang mengedepankan keramahan lingkungan, dukungan pada budaya lokal, dan investasi berdampak (impact investment) seperti melalui peningkatan keterampilan bagi masyarakat lokal. Untuk merealisasikan semua rencana tersebut, Marina Bay City Lombok bernilai investasi mencapai sekitar Rp32,5 triliun.
Dari nilai tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat. “Marina Bay City Lombok dirancang untuk menjadi destinasi wisata marina kelas dunia yang tidak hanya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Lombok dan Indonesia, tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Menjadi new engine of growth,” tegas Adrian.
“Prinsip kami adalah mewujudkan pariwisata yang mengedepankan people (masyarakat), planet (lingkungan), dan prosperity (kesejahteraan masyarakat lokal) sebagai prasyarat utama bisnis wisata kelas dunia,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :