Destinasi Wisata Kelas Dunia, Mesin Baru Penggerak Kemandirian Ekonomi Masyarakat Lombok

Kamis, 10 Juli 2025 - 19:54 WIB
loading...
Destinasi Wisata Kelas...
Lokasi destinasi wisata. Foto/Istimewa
A A A
LOMBOK BARAT - Sebuah destinasi wisata masa depan disiapkan oleh PT Marina Bay Group untuk memperkuat ekosistem ekonomi pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Destinasi wisata yang diberi nama Marina Bay City Lombok ini terletak di lahan seluas 200 hektare.

Destinasi wisata itu mengusung dua pilar visi bisnis, yakni mandiri dan berkelanjutan. Presiden Direktur Marina Bay Group Adrian Campbell menjelaskan bahwa kedua pilar itu adalah fondasi utama untuk mewujudkan ekosistem yang tidak hanya berdampak ekonomi secara bisnis, tapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Menurut dia, sebuah hal yang selama ini belum serius dipikirkan investor di sektor pariwisata. “Misi kami adalah mendorong pariwisata sebagai mesin baru yang menggerakkan ekonomi lokal, tapi sekaligus feasible secara bisnis. Dengan begitu akan tercipta multiplier effect ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dan bisnis,” kata Adrian dalam siaran pers, Kamis (10/7/2025).

Baca juga: Rekomendasi 4 Destinasi Wisata di Riau, Provinsi yang Populerkan Pacu Jalur



Adrian melanjutkan, melalui pilar mandiri, Marina Bay City akan mendayagunakan potensi ekonomi lokal penopang pariwisata, menyerap tenaga kerja lokal, dan mewujudkan infrastruktur terintegrasi untuk membentuk kemandirian ekonomi di kawasan destinasi. Dengan demikian akan terjadi dampak sosial-ekonomi yang progresif dan mampu merangsang perkembangan iklim bisnis serta investasi pariwisata secara signifikan di Lombok.

“Dampak langsung dari kehadiran Marina Bay City Lombok diperkirakan bisa menciptakan sekitar 1.000 lapangan kerja langsung selama fase konstruksi dan 2.000 pekerjaan operasional ketika kawasan mulai beroperasi. Selain itu, kami memperkirakan dampak tidak langsung dan induced employment mencapai 3.000 hingga 4.000 pekerjaan tambahan di sektor-sektor pendukung,” ujar Adrian.

Adrian menjelaskan pilar berkelanjutan adalah pengejawantahan dari model bisnis yang mengedepankan keramahan lingkungan, dukungan pada budaya lokal, dan investasi berdampak (impact investment) seperti melalui peningkatan keterampilan bagi masyarakat lokal. Untuk merealisasikan semua rencana tersebut, Marina Bay City Lombok bernilai investasi mencapai sekitar Rp32,5 triliun.

Dari nilai tersebut diperkirakan akan memberikan kontribusi pendapatan signifikan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, khususnya di Nusa Tenggara Barat. “Marina Bay City Lombok dirancang untuk menjadi destinasi wisata marina kelas dunia yang tidak hanya bisa menjadi kebanggaan masyarakat Lombok dan Indonesia, tapi juga berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional. Menjadi new engine of growth,” tegas Adrian.

“Prinsip kami adalah mewujudkan pariwisata yang mengedepankan people (masyarakat), planet (lingkungan), dan prosperity (kesejahteraan masyarakat lokal) sebagai prasyarat utama bisnis wisata kelas dunia,” pungkasnya.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Wakil Ketua Komisi VII:...
Wakil Ketua Komisi VII: Gelaran Tona Sian Huta Angkat Opera Batak ke Panggung Nasional
Libur Panjang, Monas...
Libur Panjang, Monas Diserbu 4.009 Pengunjung, 129 di Antaranya Wisatawan Mancanegara
BPODT Sebut Infrastruktur...
BPODT Sebut Infrastruktur dan Regulasi Kunci Pengembangan Destinasi Danau Toba
The Maritime Circle,...
The Maritime Circle, Cara Baru Menikmati Kepemilikan Yacht di Bali
Kemenpar: Program Mudik...
Kemenpar: Program Mudik ke Jakarta Pemprov DKI Berdampak Positif bagi Pariwisata
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Dirjen Imigrasi Minta...
Dirjen Imigrasi Minta Rencana Perluasan Bebas Visa Ditinjau Kembali
Indonesia Raih Peringkat...
Indonesia Raih Peringkat 2 Dunia Destinasi Wisata Ramah Muslim Versi GMTI 2026
Rekomendasi
Gol Jonathan Tah Dibatalkan,...
Gol Jonathan Tah Dibatalkan, VAR Rampas Mimpi Jerman?
Sundulan Issa Diop Paksa...
Sundulan Issa Diop Paksa Laga Belanda vs Maroko Lanjut ke Extra Time
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
Presiden Erdogan Ingin...
Presiden Erdogan Ingin Membentuk Tatanan Dunia Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved