Gubernur Banten Andra Soni: Sekolah Gratis Pintu Masuk Menuju Masyarakat Sejahtera
Kamis, 10 Juli 2025 - 16:49 WIB
loading...
Gubernur Provinsi Banten Andra Soni berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten. Foto/istimewa
A
A
A
BANTEN - Gubernur Provinsi Banten Andra Soni berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan akses pendidikan di Provinsi Banten. Sebab sekolah merupakan pintu gerbang menuju masyarakat sejahtera.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi – Saatnya Merealisasikan Janji Sekolah Gratis” yang diselenggarakan PT Indonesia Digital Pos (IDP) di Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa, 8 Juli 2025.
“Sekolah gratis adalah pintu masuk menuju masyarakat Banten yang maju dan sejahtera. Kini saatnya kita wujudkan bersama,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Gubernur Banten Terpilih Andra Soni Ngotot Jalankan Sekolah Gratis
Menurut Andra, Program Sekolah Gratis diluncurkan Pemprov Banten pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Peluncuran teresbut merupakan tonggak penting dalam pembangunan manusia yang berkeadilan sosial. “Program sekolah gratis bukan hanya janji politik, ini adalah amanat moral," katanya.
Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan diskusi ini. "Kita ingin anak-anak Banten punya masa depan yang setara,” ujarnya.
Baca juga: Hakim MK Ingatkan Penerapan Pendidikan Dasar Gratis Tak Boleh Diskriminatif
Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten akan fokus pada pembangunan sekolah baru serta relokasi fasilitas pendidikan ke daerah-daerah yang masih kekurangan akses. “Kami ingin tidak ada lagi anak-anak yang harus berjalan jauh hanya untuk bersekolah. Pemerataan ini menjadi target utama kami ke depan,” jelasnya.
“Semua pihak sepakat bahwa program ini harus dijaga keberlanjutannya sebagai bagian dari upaya menciptakan Provinsi Banten yang lebih inklusif dan bebas dari korupsi di sektor pendidikan,” katanya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Lukman mengungkapkan hingga saat ini terdapat 811 sekolah swasta yang telah terdaftar dalam Program Sekolah Gratis. Program ini mencakup SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta di seluruh Provinsi Banten.
Data 2024 menunjukkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 16–18 tahun di Banten baru mencapai 71,91%, masih di bawah rata-rata nasional. Rata-rata lama sekolah di Banten tercatat 9 tahun 23 bulan, jauh tertinggal dari harapan nasional. Bahkan, sebanyak 13.684 siswa tercatat tidak melanjutkan pendidikan setelah jenjang SMP tahun ini.
“Sekolah gratis di sekolah swasta menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Ini juga bentuk nyata keadilan sosial yang ingin kami wujudkan,” kata Lukman.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, dalam forum tersebut menegaskan dukungan penuh dari seluruh fraksi DPRD terhadap program sekolah gratis ini.
"Kita akan bahas anggarannya dalam waktu dekat. Kami dari DPRD siap mengawal dari sisi legislasi dan pengawasan agar program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” jelas Yudi.
Menurutnya, program sekolah gratis bukan hanya menghapus beban biaya pendidikan. "Kami membuka kesempatan bagi seluruh anak di Banten, khususnya mereka dari keluarga kurang mampu, untuk tetap bisa belajar dan berkembang," pungkasnya.
Dirut PT Indonesia Digital Pos, Sumber Rajasa Ginting menyatakan program sekolah gratis yang dicetuskan Gubernur Andra Soni bukan sekadar janji kampanye tapi tercetus dari hati yang tulus.
"Menarik janji ini diucapkan jauh sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan dasar gratis (SD dan SMP) di sekolah negeri maupun swasta," katanya.
Selain itu, MK hanya memutuskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa dipungut biaya, tapi Provinsi Banten lebih keren lagi.
"Karena lewat kebijakan Pak Gubernur Banten tak hanya memberikan sekolah gratis di tingkat SD dan SMP, tapi lebih maju yakni hingga tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan," katanya.
Sumber Ginting menyatakan sangat menghargai komitmen Gubernur dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua masyarakat di Banten melalui program sekolah gratis ini.
Hal itu disampaikan Andra Soni saat resmi membuka Focus Group Discussion (FGD) bertema “Banten Maju, Adil Merata, dan Tidak Korupsi – Saatnya Merealisasikan Janji Sekolah Gratis” yang diselenggarakan PT Indonesia Digital Pos (IDP) di Serpong, Kota Tangerang Selatan, pada Selasa, 8 Juli 2025.
“Sekolah gratis adalah pintu masuk menuju masyarakat Banten yang maju dan sejahtera. Kini saatnya kita wujudkan bersama,” ujarnya, Kamis (10/7/2025).
Baca juga: Efisiensi Anggaran, Gubernur Banten Terpilih Andra Soni Ngotot Jalankan Sekolah Gratis
Menurut Andra, Program Sekolah Gratis diluncurkan Pemprov Banten pada 2 Mei 2025 bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional. Peluncuran teresbut merupakan tonggak penting dalam pembangunan manusia yang berkeadilan sosial. “Program sekolah gratis bukan hanya janji politik, ini adalah amanat moral," katanya.
Andra Soni menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan diskusi ini. "Kita ingin anak-anak Banten punya masa depan yang setara,” ujarnya.
Baca juga: Hakim MK Ingatkan Penerapan Pendidikan Dasar Gratis Tak Boleh Diskriminatif
Andra Soni menegaskan, Pemprov Banten akan fokus pada pembangunan sekolah baru serta relokasi fasilitas pendidikan ke daerah-daerah yang masih kekurangan akses. “Kami ingin tidak ada lagi anak-anak yang harus berjalan jauh hanya untuk bersekolah. Pemerataan ini menjadi target utama kami ke depan,” jelasnya.
“Semua pihak sepakat bahwa program ini harus dijaga keberlanjutannya sebagai bagian dari upaya menciptakan Provinsi Banten yang lebih inklusif dan bebas dari korupsi di sektor pendidikan,” katanya.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Lukman mengungkapkan hingga saat ini terdapat 811 sekolah swasta yang telah terdaftar dalam Program Sekolah Gratis. Program ini mencakup SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKh) swasta di seluruh Provinsi Banten.
Data 2024 menunjukkan Angka Partisipasi Sekolah (APS) untuk usia 16–18 tahun di Banten baru mencapai 71,91%, masih di bawah rata-rata nasional. Rata-rata lama sekolah di Banten tercatat 9 tahun 23 bulan, jauh tertinggal dari harapan nasional. Bahkan, sebanyak 13.684 siswa tercatat tidak melanjutkan pendidikan setelah jenjang SMP tahun ini.
“Sekolah gratis di sekolah swasta menjadi solusi atas keterbatasan daya tampung sekolah negeri. Ini juga bentuk nyata keadilan sosial yang ingin kami wujudkan,” kata Lukman.
Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten Yudi Budi Wibowo, dalam forum tersebut menegaskan dukungan penuh dari seluruh fraksi DPRD terhadap program sekolah gratis ini.
"Kita akan bahas anggarannya dalam waktu dekat. Kami dari DPRD siap mengawal dari sisi legislasi dan pengawasan agar program ini berjalan dengan baik dan tepat sasaran,” jelas Yudi.
Menurutnya, program sekolah gratis bukan hanya menghapus beban biaya pendidikan. "Kami membuka kesempatan bagi seluruh anak di Banten, khususnya mereka dari keluarga kurang mampu, untuk tetap bisa belajar dan berkembang," pungkasnya.
Dirut PT Indonesia Digital Pos, Sumber Rajasa Ginting menyatakan program sekolah gratis yang dicetuskan Gubernur Andra Soni bukan sekadar janji kampanye tapi tercetus dari hati yang tulus.
"Menarik janji ini diucapkan jauh sebelum Mahkamah Konstitusi (MK) mewajibkan pemerintah menyediakan pendidikan dasar gratis (SD dan SMP) di sekolah negeri maupun swasta," katanya.
Selain itu, MK hanya memutuskan pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus menjamin terselenggaranya wajib belajar minimal pada jenjang pendidikan dasar tanpa dipungut biaya, tapi Provinsi Banten lebih keren lagi.
"Karena lewat kebijakan Pak Gubernur Banten tak hanya memberikan sekolah gratis di tingkat SD dan SMP, tapi lebih maju yakni hingga tingkat sekolah menengah atas dan kejuruan," katanya.
Sumber Ginting menyatakan sangat menghargai komitmen Gubernur dalam meningkatkan akses pendidikan bagi semua masyarakat di Banten melalui program sekolah gratis ini.
(cip)
Lihat Juga :