Dosen dan Mahasiswa FEB UWKS Latih Warga Gresik Bikin Laporan Keuangan BUMDes
Rabu, 09 Juli 2025 - 20:01 WIB
loading...
Dosen dan mahasiswa FEB UWKS memberi pelatihan membuat laporan keuangan BUMDes di Desa Balongtunjung, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik, Selasa (8/7/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
GRESIK - Dosen dan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya ( UWKS ) memberi pelatihan membuat laporan keuangan Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) di Desa Balongtunjung, Kecamatan Benjeng, Kabupaten Gresik. Penyusunan laporan keuangan BUMDes penting dipahami dan dilakukan karena laporan itu sebagai bentuk pertanggungjawaban atas anggaran negara yang sudah diterima desa.
"Mereka harus melaporkan semua dana desa yang diterima. Nah, BUMDes ini juga laporannya harus transparan dan akuntabel. Kita ajari itu semua," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FEB UWKS, James Tumewu, Selasa (8/7/2025). Baca juga: UWKS Kukuhkan 3 Guru Besar, Rektor: Amanah dan Berikan Manfaat untuk Masyarakat
Kepala Desa Balongtunjung, Eko Budianto mengaku sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki desa belum memadai. Untuk memberikan mendatangkan pengajar, kemampuan keuangan desa masih belum mampu. "Sehingga ketika dosen dan mahasiswa FEB UWKS datang ke desa kami, kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ini sangat bermanfaat," ungkapnya.
Diakui Eko, pelaporan keuangan BUMDes selama ini menjadi kendala. Apalagi 90% warganya memang bekerja sebagai petani, sehingga pendidikan dan pengetahuan warga juga tidak terlalu tinggi. "Sehingga kami ini kesulitan mencari SDM unggul yang bisa melakukan pelaporan keuangan dengan baik. Alhamdulillah UWKS hadir di desa kami" tuturnya.
Selain pelatihan pelaporan keuangan, lima dosen yakni James Tumewu, Siti Asiah Murni, Akhmad Zainuddin, Lilik Pirmaningsih dan Yanis Ulul A'zmi FEB UWKS dibantu beberapa mahasiswa juga memberikan pelatihan mengolah minyak jelantah itu menjadi barang bernilai, yakni lilin aroma terapi. Pelatihan ini selain karena masyarakat desa yang banyak menghasilkan minyak jelantah, juga untuk mengatasi problem banyaknya nyamuk.
"Mereka harus melaporkan semua dana desa yang diterima. Nah, BUMDes ini juga laporannya harus transparan dan akuntabel. Kita ajari itu semua," kata Ketua Tim Pengabdian Masyarakat FEB UWKS, James Tumewu, Selasa (8/7/2025). Baca juga: UWKS Kukuhkan 3 Guru Besar, Rektor: Amanah dan Berikan Manfaat untuk Masyarakat
Kepala Desa Balongtunjung, Eko Budianto mengaku sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki desa belum memadai. Untuk memberikan mendatangkan pengajar, kemampuan keuangan desa masih belum mampu. "Sehingga ketika dosen dan mahasiswa FEB UWKS datang ke desa kami, kami hanya bisa mengucapkan terima kasih yang tak terhingga. Ini sangat bermanfaat," ungkapnya.
Diakui Eko, pelaporan keuangan BUMDes selama ini menjadi kendala. Apalagi 90% warganya memang bekerja sebagai petani, sehingga pendidikan dan pengetahuan warga juga tidak terlalu tinggi. "Sehingga kami ini kesulitan mencari SDM unggul yang bisa melakukan pelaporan keuangan dengan baik. Alhamdulillah UWKS hadir di desa kami" tuturnya.
Selain pelatihan pelaporan keuangan, lima dosen yakni James Tumewu, Siti Asiah Murni, Akhmad Zainuddin, Lilik Pirmaningsih dan Yanis Ulul A'zmi FEB UWKS dibantu beberapa mahasiswa juga memberikan pelatihan mengolah minyak jelantah itu menjadi barang bernilai, yakni lilin aroma terapi. Pelatihan ini selain karena masyarakat desa yang banyak menghasilkan minyak jelantah, juga untuk mengatasi problem banyaknya nyamuk.
Lihat Juga :