Benih Jagung Pasuruan Tembus Pasar Meksiko
Senin, 07 Juli 2025 - 13:13 WIB
loading...
A
A
A
Keberhasilan menembus pasar Meksiko membuka peluang ekspansi ke negara lain di Asia, Amerika Latin, dan Afrika. Advanta optimistis Indonesia bisa menjadi pemain utama di industri benih global, asalkan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas petani terus diperkuat. “Kami akan terus memperluas riset dan kemitraan strategis untuk mendukung pertanian Indonesia agar bisa tumbuh bersama pasar global,” tambahnya.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, penggunaan benih unggul seperti yang dikembangkan Advanta sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, sektor jagung di Pasuruan memang memiliki potensi besar, dengan luas panen tahun 2024 mencapai 41.925 hektare. Baca juga: Kisah Inspiratif Perjuangan Petani Lada di Purbalingga Menembus Pasar Internasional
Produktivitas rata-rata saat ini sekitar 6,63 ton per hektare, dengan total produksi mencapai 277.334 ton. ”Kalau teknik budidayanya tepat, baik dosis, waktu, maupun penempatannya, saya yakin bisa naik ke 7 atau bahkan 8 ton per hektare,” katanya.
Ia juga menambahkan potensi petani di Pasuruan untuk menjadi penangkar benih sangat besar. Pemerintah daerah kini tengah memetakan lahan dan kelompok tani yang siap berperan. Salah satu program yang mendukung hal ini adalah Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) dari Kementerian Pertanian RI, yang telah berjalan di Kecamatan Wonorejo dan Sukorejo.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pasuruan, Lilik Widji Asri mengatakan, penggunaan benih unggul seperti yang dikembangkan Advanta sangat penting untuk meningkatkan produktivitas. Menurutnya, sektor jagung di Pasuruan memang memiliki potensi besar, dengan luas panen tahun 2024 mencapai 41.925 hektare. Baca juga: Kisah Inspiratif Perjuangan Petani Lada di Purbalingga Menembus Pasar Internasional
Produktivitas rata-rata saat ini sekitar 6,63 ton per hektare, dengan total produksi mencapai 277.334 ton. ”Kalau teknik budidayanya tepat, baik dosis, waktu, maupun penempatannya, saya yakin bisa naik ke 7 atau bahkan 8 ton per hektare,” katanya.
Ia juga menambahkan potensi petani di Pasuruan untuk menjadi penangkar benih sangat besar. Pemerintah daerah kini tengah memetakan lahan dan kelompok tani yang siap berperan. Salah satu program yang mendukung hal ini adalah Program ICARE (Integrated Corporation of Agricultural Resources Empowerment) dari Kementerian Pertanian RI, yang telah berjalan di Kecamatan Wonorejo dan Sukorejo.
(poe)
Lihat Juga :