Ratusan Rumah di Kebon Pala Terendam Banjir Lebih dari 2 Meter, Warga Mengungsi
Minggu, 06 Juli 2025 - 09:19 WIB
loading...
Warga berjalan melintasi banjir di kawasan Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, Senin (3/3/2025). Foto/Aldhi Chandra
A
A
A
JAKARTA - Ratusan rumah di dua Rukun Warga (RW) di kawasan Kebon Pala dan Tanah Rendah, Jatinegara, Jakarta Timur , pada Minggu (6/7/2025) pagi ini terendam banjir dengan ketinggian lebih dari dua meter. Banjir ini disebabkan oleh meluapnya aliran Kali Ciliwung yang melintasi permukiman.
Sebagian warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mencari perlindungan.
Baca juga: Longsor Landa Puncak Bogor, 1 Tewas dan 2 Korban Masih Dicari
Warga pun berupaya mengamankan sepeda motor mereka dari genangan. Akibat tingginya banjir, aktivitas warga di lokasi tersebut lumpuh total.
Beberapa warga terpaksa menerobos banjir demi bisa keluar dari rumah mereka untuk mencari kebutuhan atau menuju lokasi yang lebih aman. Banjir setinggi lebih dari dua meter ini merupakan dampak dari luapan Kali Ciliwung yang tidak mampu menampung tingginya debit air.
Debit air ini meningkat drastis setelah mendapat kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor. "Sebagian warga tetap bertahan di lantai dua rumah mereka," ujar Jhoni, salah seorang warga setempat.
Warga berharap agar ada langkah konkret dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur, untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda lingkungan mereka. Mereka mendambakan solusi jangka panjang agar tidak terus-menerus menjadi korban banjir setiap kali debit air Kali Ciliwung meningkat.
Sebagian warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih tinggi untuk mencari perlindungan.
Baca juga: Longsor Landa Puncak Bogor, 1 Tewas dan 2 Korban Masih Dicari
Kondisi Terkini dan Dampak Banjir
Beginilah kondisi banjir yang merendam ratusan rumah di Kebon Pala dan Tanah Rendah, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Minggu pagi ini. Terlihat beberapa kendaraan roda dua milik warga terendam air.Warga pun berupaya mengamankan sepeda motor mereka dari genangan. Akibat tingginya banjir, aktivitas warga di lokasi tersebut lumpuh total.
Beberapa warga terpaksa menerobos banjir demi bisa keluar dari rumah mereka untuk mencari kebutuhan atau menuju lokasi yang lebih aman. Banjir setinggi lebih dari dua meter ini merupakan dampak dari luapan Kali Ciliwung yang tidak mampu menampung tingginya debit air.
Debit air ini meningkat drastis setelah mendapat kiriman dari Bendungan Katulampa, Bogor. "Sebagian warga tetap bertahan di lantai dua rumah mereka," ujar Jhoni, salah seorang warga setempat.
Warga berharap agar ada langkah konkret dari pemerintah provinsi, khususnya Gubernur, untuk mengatasi permasalahan banjir yang kerap melanda lingkungan mereka. Mereka mendambakan solusi jangka panjang agar tidak terus-menerus menjadi korban banjir setiap kali debit air Kali Ciliwung meningkat.
(rca)
Lihat Juga :