Wujudkan Swasembada Pangan, Kepala NFA-Ketua Komisi IV Kunjungi Pengembangan Benih Padi
Jum'at, 04 Juli 2025 - 21:07 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo : Produksi Beras Nasional Naik, Ini Prestasi Nyata Bangsa
Data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi Indonesia terus mengalami eskalasi yang signifikan. Tercatat pada 2024 merupakan produktivitas padi tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Di 2024, produktivitas padi berada di 52,90 kuintal per hektare atau 5,3 ton per hektare. Sementara di tahun 2023 berada di 52,85 kuintal per hektare.
"Kita ingin SHS bisa bangkit kembali dan mampu menghasilkan benih-benih padi yang berkualitas, maka tentu akan berkontribusi terhadap kenaikan produksi nasional. Swasembada beras pun dapat tergapai. Akhirnya Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia seperti visi besar Bapak Presiden Prabowo yang beliau sampaikan di Rusia beberapa waktu yang lalu," kata Arief lagi.
Berkaitan dengan itu, dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2023 sampai 2025 yang disusun oleh The Food and Agriculture Organization (FAO), produksi beras Indonesia konsisten berada di peringkat 4 besar dunia. Dalam proyeksi 5 tahun terakhir, produksi beras Indonesia di 2025/2026 menjadi yang paling besar yakni di angka 35,6 juta ton.
Kendati begitu, menurut data FAO, produksi beras Indonesia sempat mengalami depresiasi. Di 2022/2023 pernah melejit hingga 35,1 juta ton. Namun di 2023/2024 dan 2024/2025 masing-masing mengalami deklinasi menjadi 34,6 juta ton dan 34,0 juta ton.
Oleh karena itu, jejak historis tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan hulu sampai hilir pangan Indonesia yang tentu salah satunya konkretisasi pusat benih nasional oleh pemerintah dengan BUMN.
Data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas padi Indonesia terus mengalami eskalasi yang signifikan. Tercatat pada 2024 merupakan produktivitas padi tertinggi dalam 7 tahun terakhir. Di 2024, produktivitas padi berada di 52,90 kuintal per hektare atau 5,3 ton per hektare. Sementara di tahun 2023 berada di 52,85 kuintal per hektare.
"Kita ingin SHS bisa bangkit kembali dan mampu menghasilkan benih-benih padi yang berkualitas, maka tentu akan berkontribusi terhadap kenaikan produksi nasional. Swasembada beras pun dapat tergapai. Akhirnya Indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia seperti visi besar Bapak Presiden Prabowo yang beliau sampaikan di Rusia beberapa waktu yang lalu," kata Arief lagi.
Berkaitan dengan itu, dalam laporan Food Outlook edisi Juni 2023 sampai 2025 yang disusun oleh The Food and Agriculture Organization (FAO), produksi beras Indonesia konsisten berada di peringkat 4 besar dunia. Dalam proyeksi 5 tahun terakhir, produksi beras Indonesia di 2025/2026 menjadi yang paling besar yakni di angka 35,6 juta ton.
Kendati begitu, menurut data FAO, produksi beras Indonesia sempat mengalami depresiasi. Di 2022/2023 pernah melejit hingga 35,1 juta ton. Namun di 2023/2024 dan 2024/2025 masing-masing mengalami deklinasi menjadi 34,6 juta ton dan 34,0 juta ton.
Oleh karena itu, jejak historis tersebut perlu diantisipasi dengan penguatan hulu sampai hilir pangan Indonesia yang tentu salah satunya konkretisasi pusat benih nasional oleh pemerintah dengan BUMN.
Lihat Juga :