TNI Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara Cari 30 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya
Jum'at, 04 Juli 2025 - 11:22 WIB
loading...
TNI mengerahkan unsur laut dan udara serta memimpin operasi pencarian dan pertolongan (SAR) penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali. Foto/Basarnas
A
A
A
JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Komando Armada II (Koarmada II) merespons cepat insiden tenggelamnya kapal feri KMP Tunu Pratama Jaya di perairan Selat Bali pada Rabu malam, 2 Juli 2025. Dengan mengerahkan berbagai unsur laut dan udara, TNI memimpin operasi pencarian dan pertolongan (SAR) untuk menyelamatkan puluhan penumpang yang dilaporkan tenggelam akibat cuaca buruk.
![TNI Kerahkan Kekuatan Laut dan Udara Cari 30 Penumpang KMP Tunu Pratama Jaya]()
Foto/Ist
Koarmada II menerjunkan kekuatan penuh yang meliputi KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu Pesawat Udara CN 235, dua unit Kapal Angkatan Laut (Kal), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dukungan tim penyelam dan pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Baca juga: Mencekam! Kesaksian Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya, Cuma 3 Menit Kapal Langsung Tenggelam
Operasi SAR ini dipimpin langsung oleh Danguspurla Koarmada II dan dilakukan dalam kerja sama erat dengan instansi terkait lainnya.
Hingga saat ini, dari total penumpang dan awak kapal, tercatat 35 orang berhasil diselamatkan, di mana 6 di antaranya dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 30 orang penumpang kapal lainnya masih hilang dalam pencarian intensif.
Proses evakuasi terus berlangsung dengan prioritas utama pada keselamatan korban dan personel SAR yang bertugas di lapangan.
Baca juga: Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 35 Penumpang Ditemukan, 30 Orang Masih Hilang
Meskipun kondisi laut yang kurang bersahabat menjadi tantangan utama, TNI tetap berkomitmen maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
"TNI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan," katanya.
"Misi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama TNI, dan kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait secara maksimal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses penyelamatan, serta keselamatan seluruh korban dan personel yang sedang bertugas di lapangan," lanjutnya.

Foto/Ist
Koarmada II menerjunkan kekuatan penuh yang meliputi KRI Teluk Ende (TLE-517), KRI Tongkol (TKL-813), satu Pesawat Udara CN 235, dua unit Kapal Angkatan Laut (Kal), satu unit Rigid Inflatable Boat (RIB), serta dukungan tim penyelam dan pasukan elit Komando Pasukan Katak (Kopaska).
Baca juga: Mencekam! Kesaksian Korban Selamat KMP Tunu Pratama Jaya, Cuma 3 Menit Kapal Langsung Tenggelam
Operasi SAR ini dipimpin langsung oleh Danguspurla Koarmada II dan dilakukan dalam kerja sama erat dengan instansi terkait lainnya.
Hingga saat ini, dari total penumpang dan awak kapal, tercatat 35 orang berhasil diselamatkan, di mana 6 di antaranya dalam kondisi meninggal dunia. Sementara 30 orang penumpang kapal lainnya masih hilang dalam pencarian intensif.
Proses evakuasi terus berlangsung dengan prioritas utama pada keselamatan korban dan personel SAR yang bertugas di lapangan.
Baca juga: Update Korban KMP Tunu Pratama Jaya: 35 Penumpang Ditemukan, 30 Orang Masih Hilang
Meskipun kondisi laut yang kurang bersahabat menjadi tantangan utama, TNI tetap berkomitmen maksimal dalam menjalankan misi kemanusiaan ini.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Kristomei Sianturi menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban.
"TNI menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia dalam musibah tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya. Kami terus berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dan evakuasi hingga seluruh korban berhasil ditemukan," katanya.
"Misi kemanusiaan ini menjadi prioritas utama TNI, dan kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pihak terkait secara maksimal. Kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendoakan kelancaran proses penyelamatan, serta keselamatan seluruh korban dan personel yang sedang bertugas di lapangan," lanjutnya.
(shf)
Lihat Juga :