Viral Belasan Truk Sound Horeg Terjebak Persawahan Berlumpur di Malang
Senin, 30 Juni 2025 - 22:44 WIB
loading...
A
A
A
Salah satu pengusaha sound horeg Blizzard Audio sekaligus Ketua Paguyuban Sound Malang Bersatu, David Blizzard membenarkan adanya kendaraan memuat sound horeg terjebak lumpur tersebut.
Baca juga: Viral Sound Horeg Karnaval Getaran Suaranya Justru Rusak Rumah Penyewa
Ia adalah satu dari 20 peserta sound horeg yang digelar di area bekas perkebunan tebu Dusun Kasin Jogosalam, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
"Iya benar itu, saya ikut dalam acara itu. Saya bawa tiga truk, yang juga bawa sound system," ujar David saat dihubungi wartawan, Senin (30/6/2025).
David menjelaskan, setidaknya ada 20 sound horeg yang datang untuk memeriahkan agenda tahunan desa. Acaranya adalah pemberian santunan anak yatim yang ditutup dengan karnaval. Santunan digelar pada Jumat (27/6/2025), sore hingga malam hari.
Pada paginya truk yang membawa sound horeg terjebak tak bisa meninggalkan lokasi, dikarenakan tanah berubah jadi lumpur akibat guyuran hujan deras sehari sebelumnya.
Meski sempat terkendala oleh kondisi medan, acara santunan tetap berjalan lancar hingga selesai. Sabtu siang, evakuasi peralatan selesai, dan kegiatan dilanjutkan dengan karnaval yang meriah di hari yang sama.
Baca juga: Viral Sound Horeg Karnaval Getaran Suaranya Justru Rusak Rumah Penyewa
Ia adalah satu dari 20 peserta sound horeg yang digelar di area bekas perkebunan tebu Dusun Kasin Jogosalam, Desa Sepanjang, Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang.
"Iya benar itu, saya ikut dalam acara itu. Saya bawa tiga truk, yang juga bawa sound system," ujar David saat dihubungi wartawan, Senin (30/6/2025).
David menjelaskan, setidaknya ada 20 sound horeg yang datang untuk memeriahkan agenda tahunan desa. Acaranya adalah pemberian santunan anak yatim yang ditutup dengan karnaval. Santunan digelar pada Jumat (27/6/2025), sore hingga malam hari.
Pada paginya truk yang membawa sound horeg terjebak tak bisa meninggalkan lokasi, dikarenakan tanah berubah jadi lumpur akibat guyuran hujan deras sehari sebelumnya.
Meski sempat terkendala oleh kondisi medan, acara santunan tetap berjalan lancar hingga selesai. Sabtu siang, evakuasi peralatan selesai, dan kegiatan dilanjutkan dengan karnaval yang meriah di hari yang sama.
Lihat Juga :