Asuransi Lingkungan Didorong Jadi Instrumen Strategis untuk Mitigasi Kerusakan Alam

Senin, 30 Juni 2025 - 15:32 WIB
loading...
Asuransi Lingkungan...
Indonesia Re Institute menggelar iLearn Thematic Webinar bertajuk Beyond Greenwashing: How Environmental Insurance Can Truly Drive Sustainability di Jakarta. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Kerusakan lingkungan akibat pencemaran limbah industri, kebocoran minyak, hingga tumpahan bahan kimia tak hanya menimbulkan dampak ekologis, tapi juga menyisakan kerugian finansial yang signifikan. Semua itu meninggalkan jejak kehancuran dan memerlukan waktu panjang untuk dipulihkan.

Ironisnya, kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya instrumen mitigasi seperti Asuransi Lingkungan Hidup (ALH) masih tergolong rendah. Padahal, ALH berfungsi tidak hanya sebagai perlindungan finansial, tetapi juga menjadi bukti nyata komitmen terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga: OJK Rilis Skema Co-Payment Asuransi Kesehatan, Berikut Manfaatnya

Terkait pentingnya ALH, Indonesia Re melalui Indonesia Re Institute menggelar iLearn Thematic Webinar bertajuk “Beyond Greenwashing: How Environmental Insurance Can Truly Drive Sustainability”. Acara ini mempertemukan para pemangku kepentingan dari sektor perasuransian, pemerintahan, organisasi lingkungan, hingga lembaga pelaporan keberlanjutan.



Direktur Manajemen Risiko, Kepatuhan, SDM dan Corporate Secretary Indonesia Re, Robbi Yanuar Walid menyoroti pentingnya transparansi dan tanggung jawab sosial lingkungan dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor keuangan.

“Pelaporan keberlanjutan saat ini bukan lagi sekadar kewajiban kepatuhan, tetapi menjadi strategi utama membangun kepercayaan. Di tengah maraknya praktik greenwashing, validasi data dan instrumen seperti ALH menjadi penting,” tegasnya di Jakarta, Senin (30/6/2025).

Baca juga: Aturan Baru OJK, Peserta Asuransi Wajib Bayar 10 Persen Biaya Berobat

Robbi menekankan keberlanjutan sejati memerlukan sistem yang objektif dan terukur, bukan sekadar narasi pemasaran.

Senada, Kepala Divisi TJSL & ESG Indonesia Re, Mardian Adhitya menyatakan, prinsip ESG kini menjadi keharusan global untuk menghadapi krisis iklim dan sosial. Indonesia Re pun telah terlibat dalam pengembangan produk-produk inovatif, seperti asuransi parametrik untuk bencana, mendukung taksonomi hijau OJK, serta program-program edukasi dan efisiensi energi.

“Industri asuransi punya posisi unik sebagai penyaring risiko dan verifikator keberlanjutan. ALH bisa menjadi jembatan antara komitmen dan aksi nyata,” ujarnya.

Direktur Penghimpunan dan Pengembangan Dana BPDLH, Endah Tri Kurniawati menekankan, ALH dapat digunakan untuk melindungi aset ekosistem seperti terumbu karang dan sektor pertanian melalui skema asuransi parametrik. Endah juga mendorong pembentukan dana bersama (pooling fund) untuk sektor wisata dan pelayaran.

“Tantangan utama bukan hanya siapa yang membayar premi, tapi bagaimana memastikan dana klaim digunakan secara akuntabel untuk restorasi,” ujarnya.

Koalisi Ekonomi Membumi (KEM) Okky Arifiandi mengingatkan krisis iklim sudah terjadi dan menuntut respons nyata. Okky menyayangkan minimnya regulasi yang mewajibkan ALH serta rendahnya permintaan pasar terhadap produk ini.

“Asuransi lingkungan adalah instrumen konkret ESG, sekaligus penerapan prinsip polluter pays. Ini adalah cara memperkuat ketahanan komunitas dari bencana ekologis,” katanya.

KEM juga menyoroti pentingnya dukungan Lembaga Jasa Keuangan terhadap bioekonomi lokal dan investasi hijau.

ASEAN Network Regional Program Manager Global Reporting Initiative (GRI) Lany Harijanti menegaskan, pelaporan tidak boleh hanya berisi angka, tetapi harus mencerminkan dampak dan tindakan.

“Indonesia Re perlu memperluas fokus pelaporan dari hanya operasional internal ke portofolio produk dan investasi, karena di situlah dampak lingkungannya paling besar,” jelasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Pembangunan...
Perkuat Pembangunan Daerah, Askrindo Jalin Sinergi Strategis dengan Kabupaten Soppeng
Hari Lingkungan Hidup,...
Hari Lingkungan Hidup, Masyarakat Tangerang Pelajari Kelola Minyak Jelantah
Menuju Penghentian Total...
Menuju Penghentian Total Open Dumping, Wamen LH Dorong Pemilahan Sampah dari Hulu
Pramono Larang Tempat...
Pramono Larang Tempat Penampungan Sementara Sampah di Badan Sungai
BRI Insurance Bayarkan...
BRI Insurance Bayarkan Klaim Alat Berat Rp1,4 Miliar di Pinrang
Kebijakan Presiden Cabut...
Kebijakan Presiden Cabut Izin Perusahaan Tunjukkan Keberpihakan pada Lingkungan
Indonesia Berkomitmen...
Indonesia Berkomitmen dalam Transisi Energi Melindungi Lingkungan dan Pekerja
Tren Industri Olahraga...
Tren Industri Olahraga Jadi Peluang Bisnis Asuransi
Pembangunan Tanpa Ekologi:...
Pembangunan Tanpa Ekologi: Keteledoran yang Harus Dibayar Mahal
Rekomendasi
Pahami Prosedur Pemisahan...
Pahami Prosedur Pemisahan dah Pecah Sertifikat Tanah, Berikut Syaratnya
Jadwal Babak 32 Besar...
Jadwal Babak 32 Besar Piala Dunia 2026: Brasil Jumpa Jepang, Argentina Ditantang Cape Verde
Potongan Aplikator 8%...
Potongan Aplikator 8% Hanya untuk Ojol Bukan Taksi Online, Begini Kata Menhub
Berita Terkini
Cegah Stunting lewat...
Cegah Stunting lewat Program Genting, Menteri Wihaji Salurkan Bantuan RTLH di Sleman
Jelang Hari Bhayangkara...
Jelang Hari Bhayangkara Ke-80, Polda Riau Tuntaskan 110 Jembatan Merah Putih Presisi
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Dukung Generasi Alpha...
Dukung Generasi Alpha dan Beta, S-26 Gelar Event di Surabaya dan Jakarta
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Ribuan Warga Padati CFD Sudirman-Thamrin Saksikan Karnaval Budaya
Kemenag Cabut Izin Pesantren...
Kemenag Cabut Izin Pesantren Ibadurrahman Buntut Kasus Kekerasan Seksual
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved