Gempa Bumi Berkekuatan M6,1 Guncang Laut Sulawesi
Sabtu, 28 Juni 2025 - 07:17 WIB
loading...
Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)6,1 mengguncang kawasan Laut Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu 28 Juni 2025 pukul 06.07.10 WIB. Foto/Ilustrasi/Dok.SindoNews
A
A
A
KEPULAUAN TALAUD - Gempa bumi berkekuatan Magnitudo (M)6,1 mengguncang kawasan Laut Sulawesi, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, pada Sabtu 28 Juni 2025 pukul 06.07.10 WIB. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 5,19° LU ; 126,23° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 105 Km arah BaratLaut Pulau Karatung, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara pada kedalaman 73 km.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1 (sebelumnya disebut M6,7)," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.
Baca juga: BMKG Sebut Gempa Talaud M6,1 Disebabkan Deformasi Lempeng Laut Maluku
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi dalam Lempeng Laut Filipina.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Miangas, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Baca juga: Gempa Bermagnitudo 7,1 Guncang Kepulauan Talaud
Selanjutnya daerah Gemeh, Essang, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kota Melonguane, Kota Tahuna dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kota Ondong dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.
Hingga pukul 06.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
"Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6,1 (sebelumnya disebut M6,7)," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono.
Baca juga: BMKG Sebut Gempa Talaud M6,1 Disebabkan Deformasi Lempeng Laut Maluku
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya deformasi dalam Lempeng Laut Filipina.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa bumi ini menimbulkan guncangan di daerah Miangas, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas IV - V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).
Baca juga: Gempa Bermagnitudo 7,1 Guncang Kepulauan Talaud
Selanjutnya daerah Gemeh, Essang, Kepulauan Talaud dengan skala intensitas IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kota Melonguane, Kota Tahuna dengan skala intensitas III - IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), daerah Kota Ondong dengan skala intensitas III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah.
"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.
Hingga pukul 06.35 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
Daryono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," imbaunya.
(shf)
Lihat Juga :