Tradisi Makan IPDN Bikin Kaget Kepala Daerah, Baru Tiga Suap Tiba-tiba Lonceng Berbunyi
Minggu, 22 Juni 2025 - 15:53 WIB
loading...
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan, banyak kepala daerah kaget dengan tradisi makan di IPDN yang berlangsung serba cepat dan disiplin. Foto/Agi Ilman
A
A
A
JAKARTA - Suasana retret kepala daerah di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (22/6/2025), tak hanya dipenuhi materi serius dan agenda pembekalan. Ada momen menarik ketika para kepala daerah menjalani makan siang pertama mereka bersama para praja di ruang makan kampus atau menza IPDN.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan, banyak kepala daerah kaget dengan tradisi makan di IPDN yang berlangsung serba cepat dan disiplin. Mereka hanya diberi waktu selama dua lagu untuk menyelesaikan makan siang mereka.
"Tadi banyak yang belum selesai makan, baru tiga perempat, tiba-tiba lonceng sudah bunyi. Mereka bilang, ini baru tiga suap," kata Bima sambil tertawa, menceritakan respons para kepala daerah saat briefing seusai makan siang.
Baca Juga: Puluhan Kepala Daerah Berseragam Loreng Cokelat Naik Whoosh Ikut Retret di IPDN
Ia menjelaskan, tradisi makan di IPDN berlangsung dalam format terpimpin dan komando. Saat lonceng dibunyikan menandai awal dan akhir waktu makan, peserta harus mengikuti irama yang telah ditentukan. Biasanya hanya dua lagu diputar sebagai pengukur waktu.
Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya mengungkapkan, banyak kepala daerah kaget dengan tradisi makan di IPDN yang berlangsung serba cepat dan disiplin. Mereka hanya diberi waktu selama dua lagu untuk menyelesaikan makan siang mereka.
"Tadi banyak yang belum selesai makan, baru tiga perempat, tiba-tiba lonceng sudah bunyi. Mereka bilang, ini baru tiga suap," kata Bima sambil tertawa, menceritakan respons para kepala daerah saat briefing seusai makan siang.
Baca Juga: Puluhan Kepala Daerah Berseragam Loreng Cokelat Naik Whoosh Ikut Retret di IPDN
Ia menjelaskan, tradisi makan di IPDN berlangsung dalam format terpimpin dan komando. Saat lonceng dibunyikan menandai awal dan akhir waktu makan, peserta harus mengikuti irama yang telah ditentukan. Biasanya hanya dua lagu diputar sebagai pengukur waktu.
Lihat Juga :