Edukasi Kesehatan Masyarakat di Jabar, Banten, dan Jateng, TBIG Luncurkan Mobil Klinik
Jum'at, 20 Juni 2025 - 18:04 WIB
loading...
PT TBIG melakukan simulasi edukasi kesehatan melalui Mobil Klinik (Monik). Foto/istimewa
A
A
A
BANTEN - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melakukan simulasi edukasi kesehatan melalui Mobil Klinik (Monik) yang fokus pada Pola Hidup Sehat, Pola Konsumsi Sehat, dan Pola Sanitasi Sehat (3P). Simulasi yang dijalankan di tiga titik di wilayah Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah ini ditujukan untuk menganalisa efektivitas format baru ini bila diterapkan ke masyarakat.
Format baru edukasi Monik menekankan pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual. Dalam modul Pola Konsumsi Sehat, misalnya, warga dilatih untuk memanfaatkan potensi pangan lokal guna meningkatkan asupan gizi keluarga. Sementara itu, materi Pola Sanitasi Sehat membahas pentingnya kebersihan lingkungan serta perbaikan infrastruktur dasar.
Selain penekanan kepada materi edukasi, format baru edukasi kesehatan Monik TBIG juga memberi porsi keterlibatan yang lebih luas kepada masyarakat. Implementasi format baru ini nantinya akan dikerjasamakan dengan puskesmas, kepala dusun, pegiat PKK dan Posyandu, serta tokoh-tokoh agama di tingkat lokal.
Baca juga: Edukasi Kesehatan Ginjal Sangat Penting buat Masyarakat
Simulasi ini telah dilakukan di tiga wilayah, yakni Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah, sebagai langkah awal sebelum peluncuran nasional. Kegiatan perdana dilaksanakan di Kampung Rancaiga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yang dihadiri lebih dari 100 warga, mayoritas perempuan.
Kepala dusun setempat Agus Waluyo mengatakan pelatihan seperti ini sangat membantu program desa dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
“Wilayah kami masih ada kendala di bidang kesehatan. Karena di sini banjir tiap tahun. Lewat pelatihan ini membantu kami meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga untuk menjaga kebersihan,” jelasnya.
Baca juga: Keterlibatan Swasta Cukup Penting dalam Edukasi Seputar Kesehatan
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menjelaskan implementasi format baru ini ditujukan untuk menjamin kelancaran implementasi program edukasi kesehatan.
“Kami berpikir simulasi perlu dilakukan untuk menjamin kelancaran dan efektivitas implementasi. Selain inovasi format implementasi yang menekankan aspek pola hidup, pola konsumsi dan pola sanitasi sehat, format baru ini memberi ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat. Kolaborasinya akan lebih kuat lagi,” jelasnya.
Dia menjelaskan format baru ini akan mulai diterapkan pada Agustus. TBIG telah menjadwalkan kegiatan pelayanan edukasi kesehatan dan bantuan makanan bergizi di 80 titik di wilayah 3T. “Simulasi ini dilakukan agar program lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia”.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menekankan inovasi dalam program CSR harus selalu berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
“TBIG berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif MONIK dengan format baru ini adalah contoh nyata bagaimana kami terus berinovasi agar CSR tidak sekadar simbolik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Herman.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, TBIG menggandeng Filantra sebagai mitra strategis untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas program. Langkah ini memperkuat komitmen TBIG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan CSR yang berdampak nyata.
Format baru edukasi Monik menekankan pendekatan yang lebih interaktif dan kontekstual. Dalam modul Pola Konsumsi Sehat, misalnya, warga dilatih untuk memanfaatkan potensi pangan lokal guna meningkatkan asupan gizi keluarga. Sementara itu, materi Pola Sanitasi Sehat membahas pentingnya kebersihan lingkungan serta perbaikan infrastruktur dasar.
Selain penekanan kepada materi edukasi, format baru edukasi kesehatan Monik TBIG juga memberi porsi keterlibatan yang lebih luas kepada masyarakat. Implementasi format baru ini nantinya akan dikerjasamakan dengan puskesmas, kepala dusun, pegiat PKK dan Posyandu, serta tokoh-tokoh agama di tingkat lokal.
Baca juga: Edukasi Kesehatan Ginjal Sangat Penting buat Masyarakat
Simulasi ini telah dilakukan di tiga wilayah, yakni Jawa Barat, Banten, dan Jawa Tengah, sebagai langkah awal sebelum peluncuran nasional. Kegiatan perdana dilaksanakan di Kampung Rancaiga, Desa Cipayung, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, yang dihadiri lebih dari 100 warga, mayoritas perempuan.
Kepala dusun setempat Agus Waluyo mengatakan pelatihan seperti ini sangat membantu program desa dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.
“Wilayah kami masih ada kendala di bidang kesehatan. Karena di sini banjir tiap tahun. Lewat pelatihan ini membantu kami meningkatkan kesadaran dan pemahaman warga untuk menjaga kebersihan,” jelasnya.
Baca juga: Keterlibatan Swasta Cukup Penting dalam Edukasi Seputar Kesehatan
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An menjelaskan implementasi format baru ini ditujukan untuk menjamin kelancaran implementasi program edukasi kesehatan.
“Kami berpikir simulasi perlu dilakukan untuk menjamin kelancaran dan efektivitas implementasi. Selain inovasi format implementasi yang menekankan aspek pola hidup, pola konsumsi dan pola sanitasi sehat, format baru ini memberi ruang yang lebih besar kepada masyarakat untuk terlibat. Kolaborasinya akan lebih kuat lagi,” jelasnya.
Dia menjelaskan format baru ini akan mulai diterapkan pada Agustus. TBIG telah menjadwalkan kegiatan pelayanan edukasi kesehatan dan bantuan makanan bergizi di 80 titik di wilayah 3T. “Simulasi ini dilakukan agar program lebih efektif dan sesuai dengan kondisi lingkungan di berbagai wilayah di Indonesia”.
Presiden Direktur TBIG, Herman Setya Budi, menekankan inovasi dalam program CSR harus selalu berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
“TBIG berkomitmen memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya melalui infrastruktur telekomunikasi, tetapi juga melalui pendekatan sosial yang berdampak langsung. Inisiatif MONIK dengan format baru ini adalah contoh nyata bagaimana kami terus berinovasi agar CSR tidak sekadar simbolik, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Herman.
Dalam pelaksanaannya, kata dia, TBIG menggandeng Filantra sebagai mitra strategis untuk menjamin keberlanjutan dan efektivitas program. Langkah ini memperkuat komitmen TBIG dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pendekatan CSR yang berdampak nyata.
(cip)
Lihat Juga :