Sahroni Desak Polisi Jemput Bola Usut Kasus Dugaan Pelecehan di RSUD Cabangbungin
Jum'at, 20 Juni 2025 - 17:17 WIB
loading...
Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni buka suara merespons adanya seorang ibu dengan dua anak M (29) yang mengaku menjadi korban pelecehan oknum dokter di RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Foto/Dok SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni buka suara merespons adanya seorang ibu dengan dua anak M (29) yang mengaku menjadi korban pelecehan oknum dokter di RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi. Politikus Partai Nasdem ini mendesak polisi jemput bola mengusut kasus dugaan pelecehan tersebut tanpa menunggu adanya laporan.
Adapun dugaan pelecehan itu terjadi sekitar akhir 2023 lalu setelah M diminta mengikuti arahan membuat keluhan medis palsu hingga masuk ke mobil pelaku demi memuaskan hasrat seksual. Sahroni meminta pihak kepolisian turun langsung mengusut kasus tersebut.
“Saya minta kepolisian segera jemput bola, usut dugaan pelecehan ini. Langsung datangi korban, gali fakta dengan empati, dan mulai penyelidikan. Kita tidak sedang bicara soal prosedur birokratis, ini soal rasa keadilan," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Baca juga: Ambulans Terjebak Macet Parah di Tanjung Priok, Pasien Diturunkan Menuju RS Koja
"Jangan karena kasus terjadi di akhir 2023 prosesnya jadi berbelit-belit, awas. Kita tidak ingin kasus pelecehan yang terjadi di institusi pelayanan publik, termasuk rumah sakit, mudah terulang kembali," sambungnya.
Sahroni menambahkan, jangan biarkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis rusak hanya karena segelintir oknum. Sahroni juga meminta pihak kepolisian memastikan korban dalam keadaan aman dalam melaporkan segala penderitaan yang ia alami.
“Jika ini benar terjadi, kita tidak bisa membayangkan luka dan trauma yang dialami korban. Maka sudah seharusnya negara hadir untuk menciptakan ruang aman bagi para penyintas kekerasan seksual. Pokoknya kasus ini harus bisa diusut dengan cepat, seadil-adilnya, tanpa intervensi dari pihak mana pun,” pungkas Sahroni.
Diketahui, seorang ibu dengan dua anak M (29) mengaku menjadi korban pelecehan oknum dokter di RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi usai diminta mengikuti arahan membuat keluhan medis palsu hingga masuk ke mobil pelaku demi memuaskan hasrat seksual. Dia mengungkapkan peristiwa pelecehan ini diawali sekitar akhir 2023 lalu. Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Kamis (20/6/2025) pun menyarankan agar korban segera melapor ke kepolisian.
Adapun dugaan pelecehan itu terjadi sekitar akhir 2023 lalu setelah M diminta mengikuti arahan membuat keluhan medis palsu hingga masuk ke mobil pelaku demi memuaskan hasrat seksual. Sahroni meminta pihak kepolisian turun langsung mengusut kasus tersebut.
“Saya minta kepolisian segera jemput bola, usut dugaan pelecehan ini. Langsung datangi korban, gali fakta dengan empati, dan mulai penyelidikan. Kita tidak sedang bicara soal prosedur birokratis, ini soal rasa keadilan," kata Sahroni dalam keterangannya, Jumat (20/6/2025).
Baca juga: Ambulans Terjebak Macet Parah di Tanjung Priok, Pasien Diturunkan Menuju RS Koja
"Jangan karena kasus terjadi di akhir 2023 prosesnya jadi berbelit-belit, awas. Kita tidak ingin kasus pelecehan yang terjadi di institusi pelayanan publik, termasuk rumah sakit, mudah terulang kembali," sambungnya.
Sahroni menambahkan, jangan biarkan kepercayaan masyarakat terhadap tenaga medis rusak hanya karena segelintir oknum. Sahroni juga meminta pihak kepolisian memastikan korban dalam keadaan aman dalam melaporkan segala penderitaan yang ia alami.
“Jika ini benar terjadi, kita tidak bisa membayangkan luka dan trauma yang dialami korban. Maka sudah seharusnya negara hadir untuk menciptakan ruang aman bagi para penyintas kekerasan seksual. Pokoknya kasus ini harus bisa diusut dengan cepat, seadil-adilnya, tanpa intervensi dari pihak mana pun,” pungkas Sahroni.
Diketahui, seorang ibu dengan dua anak M (29) mengaku menjadi korban pelecehan oknum dokter di RSUD Cabangbungin, Kabupaten Bekasi usai diminta mengikuti arahan membuat keluhan medis palsu hingga masuk ke mobil pelaku demi memuaskan hasrat seksual. Dia mengungkapkan peristiwa pelecehan ini diawali sekitar akhir 2023 lalu. Wakil Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, Kamis (20/6/2025) pun menyarankan agar korban segera melapor ke kepolisian.
(rca)
Lihat Juga :