Petani Sawit Rokan Hulu Pelatihan Bikin Biochar, Alternatif Pupuk Organik

Kamis, 19 Juni 2025 - 08:04 WIB
loading...
Petani Sawit Rokan Hulu...
Aspekpir kembali menggelar praktik pembuatan Biochar berbahan dasar tandan kosong (tankos) di Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Selasa (17/6/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
ROKAN HULU - Para petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) kembali menggelar praktik pembuatan biochar berbahan dasar tandan kosong (tankos) di Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau Selasa (17/6/2025). Kegiatan yang didukung Badan Pengelolaan Dana Perkebunan (BPDP) ini diikuti puluhan petani kelapa sawit yang berasal dari sejumlah koperasi.

Seratusan peserta menghadiri acara ini. Mereka berasal dari lima desa yakni Bono Tapung, Dayo, Kumain, Tapung Jaya, dan Boncah Kusuma. Mereka tergabung dalam koperasi kelapa sawit KUD Tani Sejahtera, Dayo Mukti, Karya Mukti, Makarti Jaya, dan KUD Bangkit Usaha Makmur. Baca juga: Pemerintah Dorong Sertifikasi ISPO Hulu-Hilir untuk Keberlanjutan Kelapa Sawit

“Praktik pembuatan biochar ini merupakan kegiatan kedua setelah bulan Mei lalu sukses dilaksanakan di Desa Batang Batindih, Kabupaten Kampar,” kata Setiyono saat memberikan sambutan di acara Praktik Pembuatan Biochar dari Tandan Kosong Sawit sebagai Pembenah Tanah dan Produk Bernilai Ekonomi Skala UKMK di Aula Kantor Desa Bono Tapung, Kecamatan Tandun, Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Selasa (17/6/2025).

Menurutnya, selain sebagai lumbung wawasan dalam memanfaatkan limbah sawit sebagai pupuk dan pembenahan tanah, kegiatan ini juga menjadi peluang usaha bagi petani. Sebab biochar ini berpotensi untuk menjadi produk ekonomis skala UKMK. Tentu juga dapat menambah penghasilan bagi petani.

“Kita ingin petani lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah kelapa sawit seperti tankos untuk mendukung produktifitas kebun kelapa sawitnya. Kemudian juga menekan kebutuhan dalam pemeliharaan seperti pupuk. Juga membuat peluang usaha bagi petani kelapa sawit untuk penghasilan tambahan,” paparnya.

Kepala Desa Bono Tapung, Riyanto mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi warganya yang memang mayoritas petani kelapa sawit. “Workshop ini kegiatan yang sangat bermanfaat bagi petani, terutama dalam menambah wawasan dalam pemanfaatan limbah tankos,” ujarnya.

Riyanto juga menjelaskan kegiatan ini juga dapat dimanfaatkan petani dalam mencari alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik untuk perawatan kebun kelapa sawitnya. “Harga pupuk kimia cukup tinggi sehingga ini menjadi cara alternatif untuk memenuhi kebutuhan pupuk organik,” tuturnya.

“Kami berharap petani manfaatkan sebaik-baiknya kegiatan ini. Sebab, kita terpilih sebagai peserta kegiatan ini yang hanya digelar Aspekpir di tiga kabupaten. Yakni Kabupaten Rokan Hulu, Kampar dan Kabupaten Pelalawan,” ungkapnya.

Kepala Divisi UKMK BPDP Helmi Muhansah berharap kegiatan ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh petani. Mulai dari praktik hingga penerapannya di kebun kelapa sawitnya. “Bahkan kita sangat berbahagia jika setelah kegiatan ada wujud produk yang bisa dihasilkan. Misalnya pupuk organik yang kemudian dapat diperjualbelikan skala UKMK oleh petani,” terangnya saat hadir lewat virtual zoom.

Langkah yang dilakukan Aspekpir ini, kata Helmi, merupakan bentuk dukungan dalam sisi huluisasi yang juga tengah digenjot oleh pemerintah. Yakni meningkatkan produksi kebun kelapa sawit masyarakat.
“Huluisasi saat ini menjadi fokus pemerintah selain hilirisasi kelapa sawit. Namun produk hilir tidak akan maksimal jika dari sektor hulu yakni ketersediaan TBS kelapa sawit tidak optimal,” terangnya.

Sedangkan Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Kadisnakbun) Rokal Hulu (Rohul) CH Agung Nugroho mengapresiasi gelaran yang digelar Aspekpir bersama BPDP tersebut. Ini adalah langkah konkret Aspekpir dalam mendukung Pemkab Rohul dalam peningkatan wawasan SDM di perkebunan kelapa sawit.

“Peningkatan SDM sangat diperlukan sehingga dapat mendukung kelapa sawit berkelanjutan. Selain mendukung devisa negara juga mendorong kesejahteraan petani,” ungkapnya. Baca juga: BPDP Bantu Anak Petani Sawit dengan Beasiswa ke Perguruan Tinggi

Untuk biochar, menurutnya akan sangat mudah dibuat oleh petani kelapa sawit di Rohul. Pasalnya, bahan baku yakni tankos sangat banyak tersedia di Negeri Seribu Suluk ini. Di mana Rohul memiliki 49 pabrik kelapa sawit (PKS) yang tentu menghasilkan limbah tankos tadi.

“Tankos merupakan limbah padat terbesar. Tapi jadi sumber bahan baku yang dapat dimanfaatkan, salah satunya pupuk organik untuk pembenah tanah. Kita berharap kegiatan berlanjut ke desa-desa lain, sehingga terjadi pemerataan dalam penyerapan wawasan bagi petani,” tandasnya.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pekebun Sawit di Bengkulu...
Pekebun Sawit di Bengkulu Selatan Dilatih Budidaya dan Pemetaan Modern
Kunjungi IKN, Ketum...
Kunjungi IKN, Ketum Garuda Jajaki Peluang Usaha untuk UMKM
119 Pekebun Morowali...
119 Pekebun Morowali Ikuti Pelatihan Sawit di Palu, Fokus ISPO hingga Pemetaan Kebun
Petani dan Pelaku UMKM...
Petani dan Pelaku UMKM Sumut, Riau, hingga Aceh Kirim Hasil Kerajinan Lidi ke China
Dukung Polisi Denda...
Dukung Polisi Denda Perusahaan Pencemar Lingkungan, Sahroni: Normalisasi Perusakan Ekologis sebagai Kejahatan Berat!
PTPN IV Manfaatkan Teknologi...
PTPN IV Manfaatkan Teknologi Satelit untuk Pengawasan Kebun Sawit
B50 Dimulai 1 Juli,...
B50 Dimulai 1 Juli, Mampukah Jadi Solusi Ketahanan Energi Tanpa Mengorbankan Petani Sawit?
Program CID Pertamina...
Program CID Pertamina Patra Niaga Ubah Tantangan Lokal Jadi Peluang Usaha
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Rekomendasi
Rapat Paripurna RAPBN...
Rapat Paripurna RAPBN 2027 hingga Calon Anggota BS OJK Dihadiri 298 Anggota DPR
Indonesia Perkuat Diplomasi...
Indonesia Perkuat Diplomasi Gambut Tropis melalui ITPC di Forum GPI Peru
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp15.000 Jadi Rp2,64 Juta per Gram
Berita Terkini
Ini Identitas Pilot...
Ini Identitas Pilot Asal Amerika yang Tewas usai Pesawatnya Dibakar di Papua
Siapkan Generasi Unggul,...
Siapkan Generasi Unggul, Yayasan Pendidikan Islam RUS Kudus Hadirkan SMP Internasional
Pilot Pesawat AMA PK-RCY...
Pilot Pesawat AMA PK-RCY yang Dibakar di Bandara Ipdeheik Papua Tewas
Pembangunan Flyover...
Pembangunan Flyover Latumenten Capai 55,2%, Ditargetkan Beroperasi 15 Desember 2026
Breaking News! Pesawat...
Breaking News! Pesawat Dibakar OTK di Bandara Ipdeheik Yahukimo Papua
Penampakan Taufik Hidayat...
Penampakan Taufik Hidayat Jelang Rekonstruksi Kasus Penyekapan dan Penganiayaan YTR di Bandung
Infografis
Zion Suzuki, Tembok...
Zion Suzuki, Tembok Samurai Biru yang Bikin Belanda Frustrasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved