Jejak Islam saat Hayam Wuruk Berkuasa di Majapahit Ditandai Peninggalan 2 Batu Nisan

Rabu, 18 Juni 2025 - 06:11 WIB
loading...
Jejak Islam saat Hayam...
Penyebaran agama Islam telah berkembang di Kerajaan Majapahit semasa Hayam Wuruk bertakhta. Saat itu agama Islam mulai masuk ke kawasan timur Pulau Jawa. Foto/Ilustrasi/@ainusantara
A A A
PENYEBARAN agama Islam telah berkembang di Kerajaan Majapahit semasa Hayam Wuruk bertakhta. Saat itu agama Islam mulai masuk ke kawasan timur Pulau Jawa, yang saat ini jadi Jawa Timur.

Dua batu nisan yang salah satunya berada di kompleks ibu kota Majapahit konon jadi bukti perkembangan Islam saat itu.

Baca juga: Dahsyatnya Armada Laut Majapahit di Bawah Pimpinan Raja Hayam Wuruk

Jejak batu nisan itu juga terlihat pada Makam Tralaya dan makam Puteri Campa. Temuan nisan-nisan yang bertuliskan Arab atau Jawa kuno di kompleks makam Tralaya ternyata menarik banyak perhatian peneliti. Beberapa peneliti besar seperti PJ Veth, Verbeek, Knebel, Krom, dan L Ch Damais.



Peneliti bernama PJ Veth mengungkapkan pertama kalinya ada data tentang islam di Makam Tralaya. Disebutkan pada batu nisan di Makam Tralaya tertulis dengan huruf Jawa kuno dan Arab, dikutip dari "Corak dan Gerak Hinduisme dan Islam di Jawa Timur", karangan Sjamsudduha.

Angka tahun umumnya memakai huruf Jawa kuno dan tahun Saka, tetapi dibalik nisan-nisan itu ada yang bertuliskan Arab, yang masih terbaca berlafad kalimat tayyibah.

Sebagian nisan berjumlah lima yang pernah dilaporkan oleh Verbeek memang sekarang sudah tidak ada lagi. Dari sejumlah batu nisan di makam tersebut yang masih tertinggal di kompleks makam Tralaya bertarikh tahun 1397 Saka dan 1399, menurut pembacaan Verbeek.

Baca juga: Perang Bubat, Tragedi Kisah Cinta Hayam Wuruk dan Dyah Pitaloka

Dari hasil penelitian dan pembacaan angka tahun yang tergores pada nisan-nisan di Tralaya disimpulkan bahwa makam-makam itu berasal dari tahun 1298 Saka sampai 1533 Saka atau dari tahun 1376 Masehi sampai 1611 Masehi.

Dari data tersebut dapat dipastikan bahwa di ibukota Kerajaan Majapahit atau di sekitarnya di masa pemerintahan Hayam Wuruk sudah ada pemeluk-pemeluk agama Islam. Pemeluk-pemeluk Islam itu menurut peneliti Ricklefs adalah orang-orang Jawa.

Selain nisan-nisan di Tralaya, masih ada sebuah batu nisan yang berada di Makam Puteri Campa, yang terletak di sebelah tenggara Museum Trowulan Mojokerto. Nisan itu bertuliskan angka tahun dengan huruf Kawi atau Jawa kuno dan Arab, serta gambar yang diduga kuat merupakan lambang Kerajaan Majapahit.

Kepastian bahwa itu makam Puteri Campa sebenarnya hanya berdasarkan tradisi, naluri, dan babad. Hanya saja karena naluri yang begitu kuat, masyarakat mempercayai itu merupakan makam Puteri Campa. Puteri Campa sendiri ada yang menafsirkan merupakan bibi Sunan Ampel dan menjadi istri Raja Majapahit.

Menurut HJ De Graafschap sebagaimana dijelaskan Sjamsudduha pada bukunya, Puteri Campa itu istri Raja Majapahit yang terakhir. Sedangkan ada pendapat lain yang menyatakan Puteri Campa merupakan istri Raja Majapahit Bhre Tumapel yang berkuasa 1447-1451 Masehi.

Terlepas dari Puteri Campa itu merupakan istri Raja Majapahit yang mana, dapat diyakini ia itu istri raja atau setidak-tidaknya termasuk orang dalam pada sistem keprabuan di Kerajaan Majapahit.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Markas Judi Online Hayam...
Markas Judi Online Hayam Wuruk Mirip di Kamboja dan Myanmar
Bareskrim Ungkap Peran...
Bareskrim Ungkap Peran 4 WNI dalam Sindikat Judi Online Internasional di Hayam Wuruk
Perputaran Uang Judi...
Perputaran Uang Judi Online Hayam Wuruk Capai Belasan Triliun
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
Modus Judi Online di...
Modus Judi Online di Hayam Wuruk Samarkan Aktivitas sebagai Perusahaan Teknologi
Polisi Sita Ratusan...
Polisi Sita Ratusan Perangkat Elektronik di Markas Judi Online Hayam Wuruk, Ini Daftarnya
Bareskrim: Alamat Server...
Bareskrim: Alamat Server Judi Online Hayam Wuruk di Brasil, China, hingga Vietnam
Rekomendasi
Inflasi Juni 2026 Capai...
Inflasi Juni 2026 Capai 3,34%, Harga BBM dan Tiket Pesawat Jadi Pendorong
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Berita Terkini
Prabowo Beri Penghargaan...
Prabowo Beri Penghargaan Nugraha Sakanti ke Polda Riau, Kapolda: Milik Seluruh Personel
Lanjutan Sidang Praperadilan,...
Lanjutan Sidang Praperadilan, Roy Suryo Siapkan 3 Saksi dan 1 Ahli
Jelang Upacara HUT Ke-80...
Jelang Upacara HUT Ke-80 Bhayangkara, Begini Situasi Satlat Brimob Cikeas
Ini Daftar Jalan di...
Ini Daftar Jalan di Jakarta yang Ditutup Sementara saat Presiden Belarus Melintas
Tak Hanya Andalkan Teknologi,...
Tak Hanya Andalkan Teknologi, KAI Bangun Loyalitas via Pelayanan Berkualitas
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved