Legislator Partai Perindo: Kolaborasi CSR Jadi Kunci Atasi Tantangan Pendidikan dan Kesehatan di Katingan Kalteng
Selasa, 17 Juni 2025 - 21:23 WIB
loading...
Sarnadie D. Uga, anggota DPRD Kabupaten Katingan dari Partai Perindo yang dikenal dengan Partai Kita, saat coffee morning di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Katingan, Kalteng, Senin (16/6/2025). Foto/istimewa
A
A
A
KATINGAN - Optimalisasi program Corporate Social Responsibility (CSR) melalui sinergi antara sektor publik dan swasta dinilai sebagai langkah strategis untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. Hal itu diungkapkan Sarnadie D. Uga, anggota DPRD Kabupaten Katingan dari Partai Perindo yang dikenal dengan Partai Kita, saat coffee morning di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Katingan, Kalteng, Senin (16/6/2025).
“Kolaborasi antara sektor publik dan swasta melalui optimalisasi program CSR, kita yakini menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan, demi kemajuan Kabupaten Katingan,” katanya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Katingan ini meminta perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk lebih aktif menyalurkan program CSR. Bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti beasiswa untuk pelajar dan dukungan bagi petani sawit swadaya di sekitar konsesi perusahaan besar swasta.
Baca juga: Legislator Partai Perindo Arifin Y. Ruru Serap Aspirasi Warga Tojo Una-Una dari Air Bersih hingga Dukungan untuk Petani
“Investasi dalam bentuk beasiswa merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda Katingan yang berpendidikan dan kompeten, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu SDM,” tutur Sarjana Teknik dari Universitas Palangka Raya ini.
Sarnadie pun menyoroti tantangan sektor kesehatan di Katingan yang merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan setempat, masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan.
Menurutnya, isu kesehatan memerlukan penanganan komprehensif lintas sektor, bukan hanya dari sisi medis. “Penanganan masalah kesehatan yang efektif harus mencakup perbaikan sarana dan prasarana penunjang, juga disertai perhatian serius terhadap dampak sosial dan ekonomi masyarakat,” terang Sarnadie.
Politikus yang pernah bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah ini berharap, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha di Katingan bisa bersinergi lebih erat dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut.
“Kita berharap, jika pemerintah fokus pada aspek-aspek ini, akan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat Katingan secara keseluruhan,” ujar alumnus SMAN 1 Kasongan berusia 49 tahun ini.
“Kolaborasi antara sektor publik dan swasta melalui optimalisasi program CSR, kita yakini menjadi kunci dalam mengatasi berbagai tantangan, baik di sektor pendidikan maupun kesehatan, demi kemajuan Kabupaten Katingan,” katanya.
Sekretaris Komisi II DPRD Kabupaten Katingan ini meminta perusahaan yang beroperasi di wilayahnya untuk lebih aktif menyalurkan program CSR. Bukan hanya untuk pembangunan infrastruktur, tetapi juga untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), seperti beasiswa untuk pelajar dan dukungan bagi petani sawit swadaya di sekitar konsesi perusahaan besar swasta.
Baca juga: Legislator Partai Perindo Arifin Y. Ruru Serap Aspirasi Warga Tojo Una-Una dari Air Bersih hingga Dukungan untuk Petani
“Investasi dalam bentuk beasiswa merupakan langkah strategis untuk mencetak generasi muda Katingan yang berpendidikan dan kompeten, sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu SDM,” tutur Sarjana Teknik dari Universitas Palangka Raya ini.
Sarnadie pun menyoroti tantangan sektor kesehatan di Katingan yang merupakan salah satu daerah penghasil rotan terbesar di Indonesia. Berdasarkan informasi dari Kepala Dinas Kesehatan setempat, masih banyak kendala yang dihadapi dalam pelayanan kesehatan.
Menurutnya, isu kesehatan memerlukan penanganan komprehensif lintas sektor, bukan hanya dari sisi medis. “Penanganan masalah kesehatan yang efektif harus mencakup perbaikan sarana dan prasarana penunjang, juga disertai perhatian serius terhadap dampak sosial dan ekonomi masyarakat,” terang Sarnadie.
Politikus yang pernah bekerja di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Tengah ini berharap, baik pemerintah daerah maupun pelaku usaha di Katingan bisa bersinergi lebih erat dalam menjawab persoalan-persoalan tersebut.
“Kita berharap, jika pemerintah fokus pada aspek-aspek ini, akan terjadi peningkatan signifikan dalam kualitas hidup masyarakat Katingan secara keseluruhan,” ujar alumnus SMAN 1 Kasongan berusia 49 tahun ini.
(rca)
Lihat Juga :