Guru Spiritual Kertanagara Beri Peringatan soal Serangan Kediri sebelum Kerajaan Singasari Hancur Diserang

Minggu, 15 Juni 2025 - 07:24 WIB
loading...
Guru Spiritual Kertanagara...
Raja Singasari Kertanagara mengirimkan pasukan besar-besaran ke Sumatera demi misinya menaklukkan pulau itu. Foto/Ilustrasi/Istimewa
A A A
Raja Singasari Kertanagara mengirimkan pasukan besar-besaran ke Sumatera demi misinya menaklukkan pulau itu. Besarnya pasukan sampai membuat kekuatan pertahanan di daerah sendiri ibu kota Singasari seperti dianaktirikan.

Kertanagara hanya menyisakan dua divisi pengawal istana di keraton dalam menjaga ibu kota. Sedangkan nyaris sebagian besar kekuatan diarahkan ke luar pulau jawa. Tampaknya sang raja itu optimis bagaimana kekuatan pasukannya.

Dua divisi pasukan itu dipimpin langsung oleh Pangeran Wijaya menantunya sendiri dan Pangeran Ardaraja, putra Raja Kediri yang menjadi wilayah bawahan Singasari. Saat itu, Kediri konon diperintahkan oleh Jayakatwang, yang juga besan sekaligus anak dari Ardaraja.

Baca juga: Gejolak Internal Majapahit di Tengah Kestabilan Politik Kerajaan Lamajang



Para penasihat senior Singasari merasa khawatir akan taktik sang raja itu. Penasihat senior kerajaan sudah mengingatkan potensi serangan dari Kediri, atau daerah lainnya di Pulau Jawa. Tapi sang raja dengan percaya diri yakin kekuatan pasukannya mampu menaklukkannya.

Earl Drake dalam bukunya "Gayatri Rajapatni: Perempuan Dibalik Kejayaan Majapahit", Kertanagara percaya diri bahwa Ardaraja, tetap setia menghormati sumpah pasukannya demi menghormati sang tuan dalam hal ini Kertanagara. Para penasihat junior istana pun menyambut baik dan sependapat dengan sang raja itu.

Menurutnya, sengketa dengan Kediri adalah urusan keluarga, dan bahwa para sepupunya tidak akan mempertaruhkan martabak mereka dengan mengambil keuntungan dari situasinya yang lemah. Bahkan para penasihat junior itu sependapat dengan Kertanagara akan misi Kediri di bawah Jayakatwang yang akan bertarung melawan musuh bersama demi melindungi seantero Jawa.

Baca juga: Kerajaan Singasari: Asal-usul, Masa Kejayaan, Keruntuhan dan Peninggalannya

Bahkan guru spiritual Raja Singasari, Terenavindu pun juga menganggap masuk akal Kertanagara mengirimkan pasukan ke medan perang di luar negeri, daripada menunggu serangan Khan dari Mongol di Jawa. Bahkan tindakan Kediri seandainya menyerang Singasari dinilai tidak etis, karena masih ada hubungan keluarga.

Meski demikian, Terenavindu mengingatkan akan risiko dan tidak semua raja bertindak logis dan etis. Beberapa di antaranya bertindak berdasarkan ego jangka pendek semata. Maka tidak ada yang tahu apa yang akan dilakukan Kediri, apakah akan menyerang Singasari atau menghormati sebagai sebuah keluarga.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Di Balik Kesaktian Pangeran...
Di Balik Kesaktian Pangeran Diponegoro, Ada Keris Pusaka Bernama Kiai Bondoyudo
Kedipan Mata Komandan...
Kedipan Mata Komandan Brimob Bikin Tawanan Tewas Ditembak dari Jarak 5 Meter
Kisah Cinta Sutan Sjahrir...
Kisah Cinta Sutan Sjahrir dan Maria Mieske, Dipisahkan Penjara hingga Politik Kolonial Belanda
196 Tahun Keris Kanjeng...
196 Tahun Keris Kanjeng Kiai Nogo Siluman, Pusaka Pangeran Diponegoro Simbol Kepemimpinan Tanah Jawa
Kisah Jenderal Kopassus...
Kisah Jenderal Kopassus Soegito Pertaruhkan Nyawa saat Hadapi Pemberontak Fretilin
Kisah Pasukan Legiun...
Kisah Pasukan Legiun Mangkunegaran Mampu Menandingi Kekuatan Militer Eropa
Nadiem Sambut Pengembalian...
Nadiem Sambut Pengembalian 4 Arca yang 3 Abad Disimpan di Belanda
Setelah 3 Abad di Belanda,...
Setelah 3 Abad di Belanda, Satu Arca Candi Singosari Kembali ke Tanah Air
Posisi Arca Dwarapala...
Posisi Arca Dwarapala Peninggalan Kerajaan Singasari Bergeser, BPCB Lakukan Ekskavasi
Rekomendasi
Kapitalisasi Pasar Tembus...
Kapitalisasi Pasar Tembus Rp2,74 Triliun, CST Token Pacu Pengembangan Infrastruktur Digital
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
Tanpa Kompensasi, Harga...
Tanpa Kompensasi, Harga Asli Pertamax Tembus Rp20.000 per Liter
Berita Terkini
Blok M Jadi Lokasi Awal...
Blok M Jadi Lokasi Awal Penerapan Kawasan Rendah Emisi Jakarta
Anggota DPD RI Desak...
Anggota DPD RI Desak Pemkab Bima Atasi Krisis Air Bersih di Desa Bajo
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Legislator PKB Minta...
Legislator PKB Minta Taufik Hidayat Dihukum Kebiri
Infografis
Usik Soal Papua Barat,...
Usik Soal Papua Barat, Vanuatu Mengeluh Diserang Troll Online
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved